Suami di Konawe Selatan Tega Aniaya Istri hingga Tewas, Motif Cemburu. Antara

Suami di Konawe Selatan Tega Aniaya Istri hingga Tewas, Motif Cemburu. Antara

Berandascoped-by-BerandaLokalscoped-by-LokalSuami di Konawe Selatan Tega Aniaya Istri hingga Tewas, Motif Cemburu

Suami di Konawe Selatan Tega Aniaya Istri hingga Tewas, Motif Cemburu

Lokal | Minggu, 31 Mei 2026

KENDARI – Seorang pria berinisial IN (28) diamankan aparat kepolisian setelah diduga menganiaya istrinya sendiri, AN (24), hingga meninggal dunia di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pada Minggu (31/5) sekitar pukul 11.30 Wita.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan yang terdiri dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto.

"Terduga pelaku diamankan tim gabungan dari Tim URC Buser77, Sat Intelkam Intelmob Polda Sultra, dan Polsek Ranomeeto," kata Welliwanto saat ditemui di Kendari, Minggu malam.

Ia menjelaskan, kasus tersebut pertama kali dilaporkan pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan sejumlah lebam di tubuhnya.

"Menurut informasi bahwa yang telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan korban meninggal dunia adalah suami korban inisial IN," ujarnya.

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil interogasi, IN mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya. Pelaku mengaku memegang kedua tangan korban yang sedang berbaring, kemudian menginjak-injak tubuh korban hingga mengalami luka parah.

"Setelah IN merasa cukup puas memukul korban dan korban meminta ampun, pelaku kemudian berhenti melakukan aksinya. Saat itu korban mengeluh sakit perut dan meminta izin kepada suaminya untuk pergi buang air," ungkap Welliwanto.

Namun, tidak lama kemudian korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Pelaku sempat berusaha membangunkan korban, tetapi AN tidak kunjung sadar hingga akhirnya meninggal dunia di rumah mereka.

"Pada saat di ruang tengah pelaku masih belum percaya bahwa korban telah meninggal, dan terus berupaya untuk membangunkan korban," jelasnya.

Setelah menyadari istrinya telah meninggal, pelaku disebut membersihkan tubuh korban menggunakan air dan menyisir rambutnya. Bahkan, pelaku sempat memeluk korban dengan harapan korban dapat hidup kembali.

Menurut keterangan pelaku kepada penyidik, aksi kekerasan tersebut dipicu rasa cemburu karena ia menuduh korban sering berselingkuh dengan pria lain.

"Saat ini pelaku sudah diamankan di Polresta Kendari untuk menjalani proses hukum yang berlaku," tambah Welliwanto.

Polisi kini masih mendalami kasus tersebut dan memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Rekomendasi

Foto: Modifikasi Spesial Grand Filano Hybrid Ala Motor Vintage Rally Bikin Auto Nengok di Jalan | Pifa Net

Modifikasi Spesial Grand Filano Hybrid Ala Motor Vintage Rally Bikin Auto Nengok di Jalan

Nasional
| Selasa, 17 Juni 2025
Foto: Voting Juara Favorit Mars dan Hymne Kalbar Resmi Dibuka, Yuk Dukung Tim Favoritmu! | Pifa Net

Voting Juara Favorit Mars dan Hymne Kalbar Resmi Dibuka, Yuk Dukung Tim Favoritmu!

Kalbar
| Sabtu, 25 Januari 2025
Foto: Santoso: Timnas U-23 Harus Waspadai Penguasaan Bola Thailand | Pifa Net

Santoso: Timnas U-23 Harus Waspadai Penguasaan Bola Thailand

Timnas Indonesia
| Kamis, 24 Juli 2025
Foto: Jokowi Buka Suara soal Pertemuan Prabowo-Megawati | Pifa Net

Jokowi Buka Suara soal Pertemuan Prabowo-Megawati

Jakarta
| Rabu, 9 April 2025
Foto: Jokowi Tanggapi soal Penggeledahan Rumah Hasto sebagai Dugaan Pengalihan Isu OCCRP | Pifa Net

Jokowi Tanggapi soal Penggeledahan Rumah Hasto sebagai Dugaan Pengalihan Isu OCCRP

Indonesia
| Kamis, 9 Januari 2025
Foto: Real Betis Tekuk Real Sociedad 3-1, Naik ke Posisi Empat Klasemen LaLiga | Pifa Net

Real Betis Tekuk Real Sociedad 3-1, Naik ke Posisi Empat Klasemen LaLiga

Sports
| Sabtu, 20 September 2025
Foto: XSR 155 Riders Union X BBQ Ride Digelar kembali, Rayakan Loyalitas Fans Sport Heritage yang “Born To Be Free” | Pifa Net

XSR 155 Riders Union X BBQ Ride Digelar kembali, Rayakan Loyalitas Fans Sport Heritage yang “Born To Be Free”

Bandung
| Kamis, 22 Mei 2025
Foto: Kejagung Buka Peluang Periksa Ahok dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina | Pifa Net

Kejagung Buka Peluang Periksa Ahok dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina

Indonesia
| Kamis, 27 Februari 2025
Foto: Film Animasi Panji Tengkorak Usung Gaya 2D untuk Tangkap Kekuatan Pencak Silat | Pifa Net

Film Animasi Panji Tengkorak Usung Gaya 2D untuk Tangkap Kekuatan Pencak Silat

Film
| Jumat, 22 Agustus 2025
Foto: OM Lorenza: Bangkitnya Orkes Melayu Dangdut Jadul yang Mengguncang Jateng | Pifa Net

OM Lorenza: Bangkitnya Orkes Melayu Dangdut Jadul yang Mengguncang Jateng

Solo
| Jumat, 7 Februari 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Stok Pangan Menjelang Idul Fitri 1443 H Dipastikan Aman Terkendali | Pifa Net

Stok Pangan Menjelang Idul Fitri 1443 H Dipastikan Aman Terkendali

Berita Kalbar, PIFA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., memantau langsung harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Flamboyan dan Pasar Mawar Pontianak, Sabtu pagi (30/4/2022) kemarin. Tepat pukul 07.00 WIB Sekda Prov Kalbar bersama kepala perangkat daerah terkait mengelilingi Pasar Flamboyan dan Pasar Mawar Pontianak guna memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok di pasar. Usai berkeliling pasar, Sekda Prov Kalbar menjelaskan bahwa kegiatan ini dalam rangka memantau harga bahan pokok menjelang Idul Fitri 1443 Hijriyah. "Hasil turun ke lapangan adalah harga saat ini relatif stabil, hanya ada beberapa bahan pokok yang naik, tetapi masih dalam batas normal karena tingginya permintaan menjelang Idul Fitri. Kami selalu memantau agar tidak terjadi lonjakan harga. Sekarang harga minyak goreng curah sudah Rp 15.000/liter. Secara umum, tidak ada lonjakan harga bahan pokok, rantai produksi dan distribusinya juga terjaga dengan baik," jelas dr. Harisson, M.Kes. Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero, SP., M.Si., mengatakan representasi neraca ketersediaan pangan dari harga mengandung makna ketersediaan bahan pokok yang mempengaruhi harga. "Kita lihat tahun ini harganya sangat stabil, bahkan ada beberapa komoditi harganya turun, seperti cabai agak turun dan yang agak tinggi mungkin daging sapi karena agak tingginya permintaan pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri, tetapi masih jauh dibawah jika dibandingkan dengan tahun lalu yang bisa sampai Rp. 180.000/Kg dan tahun ini masih Rp. 150.000/Kg," jelas Heronimus. Dirinya juga menjelaskan bahwa keseimbangan bahan pokok harus tetap terjaga. Artinya, produsen/petani tetap untung dan konsumen terbantu dengan harga yang stabil. "Jadi secara keseluruhan stok kita tersedia, distribusi lancar harga stabil," tutup Kadis Ketahanan Pangan Prov Kalbar. (rs)

Kalbar
| Minggu, 1 Mei 2022

Pifabiz

Foto: Davina Karamoy Tetap Syuting di Ramadan 2025, Targetkan Khatam Al-Qur'an | Pifa Net

Davina Karamoy Tetap Syuting di Ramadan 2025, Targetkan Khatam Al-Qur'an

PIFAbiz - Aktris Davina Karamoy tetap menjalani kesibukannya di dunia hiburan selama bulan Ramadan 2025. Meskipun jadwal syutingnya padat, ia tetap ingin fokus menjalankan ibadah dan menargetkan khatam Al-Qur'an pada Ramadan kali ini.Saat ditemui di kawasan TRANSTV pada Jumat (7/3/2025) malam, pemeran "Ipar Adalah Maut" itu mengungkapkan keinginannya untuk menyelesaikan bacaan kitab suci di bulan penuh berkah ini."Ada target InsyaAllah, semoga terealisasikan ya. Karena kebetulan aku juga minggu ketiga Ramadan ini sudah mulai syuting film," ujar Davina Karamoy.Tetap Berpuasa Meski Sibuk SyutingBukan hal baru bagi aktris kelahiran 17 Agustus 2002 itu untuk bekerja di bulan puasa. Di tahun-tahun sebelumnya, ia bahkan harus menjalani adegan berat saat berpuasa. Namun, bagi Davina, pekerjaan di lokasi syuting sudah menjadi rutinitas yang tidak lagi terasa memberatkan."Banyak banget adegan (yang harus syuting), semoga dilancarkan. Tapi emang aku biasanya setiap tahun syuting, jadi semoga dilancarkan yang tahun ini. Aku sih walaupun dua tahun terakhir udah di lokasi syuting, tahun lalu juga (syuting) horor adegan lari, tapi nggak begitu lapar sih. Nggak susah sih (jaga puasa sambil kerja) menurut aku, selama niatnya puasa gede," ungkapnya.Pernah Batalkan Puasa Karena PeranDalam pengalaman sebelumnya, Davina sempat harus membatalkan puasa demi profesionalisme dalam berakting. Saat menjalani syuting film horor tahun lalu, ia terpaksa membatalkan puasanya karena harus memerankan adegan minum darah, meski hanya darah buatan."(Film) tahun lalu tantangannya ada adegan harus minum darah, jadi aku harus batalin sehari. Paling gitu darah pura-pura ya maksudnya, kayak dari film horor. Terus kalau yang tahun ini sih, paling lebih ke banyak adegan nangis ya, semoga nggak batal aja lah, kalau nangisnya nggak apa-apa ya, semoga nggak ketelan," katanya sambil tertawa.Siapkan Berbagai Proyek FilmTahun ini, Davina sudah menyiapkan beberapa proyek film. Ia mengaku akan kembali memerankan karakter pelakor seperti dalam "Ipar Adalah Maut," tetapi dengan nuansa berbeda."Tahun ini InsyaAllah, aku ada dua film yang udah confirm tayang tahun ini. Salah satunya itu drama, karena sebenarnya ada peran pelakor lagi, tapi beda banget, nggak kayak film sebelumnya, dan memang karakternya lebih kuat aja sih. Dan ada juga horor, plus satu drama juga yang bakal tayang-tayang, bukan pelakor tapi," tutupnya.Dengan komitmennya terhadap pekerjaan dan ibadah, Davina Karamoy berharap Ramadan tahun ini tetap menjadi momen yang penuh berkah dan kelancaran dalam segala aktivitasnya.

Indonesia
| Selasa, 11 Maret 2025

Nasional

Foto: PTUN Kabulkan Gugatan Anwar Usman, Pengangkatan Suhartoyo Sebagai Ketua MK Tidak Sah | Pifa Net

PTUN Kabulkan Gugatan Anwar Usman, Pengangkatan Suhartoyo Sebagai Ketua MK Tidak Sah

PIFA, Nasional - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan oleh Anwar Usman, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), terhadap Surat Keputusan (SK) pengangkatan Suhartoyo sebagai Ketua MK. Putusan ini tertuang dalam Putusan PTUN DKI Jakarta Nomor 604/G/2023/PTUN.JKT. Dalam putusan tersebut, PTUN memerintahkan Mahkamah Konstitusi untuk mencabut SK Nomor: 17 Tahun 2023 yang mengangkat Suhartoyo sebagai Ketua MK untuk masa jabatan 2023-2028. Majelis hakim menyatakan bahwa SK tersebut batal atau tidak sah. “Mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian,” demikian bunyi putusan yang dikeluarkan pada Selasa (13/8/2024).  Namun, meskipun sebagian gugatan Anwar Usman dikabulkan, PTUN tidak mengabulkan permohonannya untuk kembali menduduki jabatan sebagai Ketua MK. PTUN juga menolak permohonan Anwar Usman yang meminta pembayaran uang paksa sebesar Rp. 100 per hari jika MK lalai melaksanakan putusan ini. Sebagai gantinya, Mahkamah Konstitusi diwajibkan membayar biaya perkara sebesar Rp 369 ribu. Anwar Usman mengajukan gugatan ini setelah dirinya dicopot dari jabatan sebagai Ketua MK melalui putusan Majelis Kehormatan MK (MKMK). Pencopotan tersebut dilakukan karena Anwar terbukti melakukan pelanggaran etik berat dalam menangani perkara 90/PUU-XXI/2023, yang memberi peluang bagi keponakannya, Gibran Rakabuming Raka, untuk maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 meskipun belum berusia 40 tahun. Dalam gugatannya, Anwar Usman juga meminta agar PTUN memerintahkan MK untuk menunda pelaksanaan keputusan terkait pengangkatan Suhartoyo hingga ada putusan hukum yang berkekuatan tetap. Namun, tuntutan ini juga tidak dikabulkan oleh PTUN. (ad)

Jakarta
| Rabu, 14 Agustus 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5