Survei Indekstat: Ekonomi Jadi Isu Paling Mendesak Meski Kepuasan Publik terhadap Prabowo–Gibran Tinggi
Politik | Sabtu, 21 Februari 2026
PIFA, Politik - Survei nasional yang dirilis Indekstat menunjukkan persoalan ekonomi masih menjadi isu paling mendesak yang harus segera diselesaikan pemerintah, di tengah tingginya tingkat kepuasan publik terhadap 16 bulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Direktur Indekstat Ali Mahmudin memaparkan sebanyak 63,8 persen responden menilai persoalan ekonomi jauh lebih mendesak dibandingkan isu lainnya. Angka tersebut mengungguli persoalan sosial keamanan dan politik hukum yang masing-masing berada di angka 10,8 persen, pendidikan 5,3 persen, serta pertanian 3,2 persen.
"Permasalahan yang berkaitan dengan lapangan pekerjaan dan pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah (PR) utama bagi pemerintah, bahkan sejak era pemerintahan Jokowi-Ma’ruf pada periode 2019-2024 lalu," kata Ali dalam acara Rilis Survei Nasional Indekstat yang dipantau secara daring di Jakarta, Sabtu.
Ali menjelaskan, jika dibedah lebih dalam, terdapat tiga isu utama yang paling mengakar di masyarakat. Isu pertama adalah sulitnya mencari pekerjaan atau tingginya angka pengangguran sebesar 19,7 persen. Selanjutnya, meningkatnya angka kemiskinan sebesar 19,6 persen, serta mahalnya harga kebutuhan pokok seperti bahan bakar minyak (BBM) dan sembako sebesar 15,2 persen.
Menurutnya, persoalan lapangan pekerjaan dan pengangguran bukanlah isu baru, melainkan pekerjaan rumah yang terus berlanjut dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya.
Meski demikian, survei Indekstat juga mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran selama 16 bulan mencapai 79,2 persen.
Selain tingkat kepuasan, survei tersebut juga menunjukkan tingkat kesadaran publik yang cukup tinggi terhadap sejumlah program kerja pemerintah. Tercatat, setidaknya empat dari delapan program kerja Prabowo-Gibran dikenal dengan baik oleh responden.
"Program kerja tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis atau MBG 95,2 persen; Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) 82,4 persen, Cek Kesehatan Gratis 69,6 persen, dan Koperasi Merah Putih 51 persen," ucap dia.
Adapun pengumpulan data survei Indekstat dilakukan pada periode 11–25 Januari 2026 dengan melibatkan 1.200 responden berusia 17 tahun ke atas yang tersebar di 38 provinsi secara proporsional. Survei ini memiliki tingkat toleransi kesalahan atau margin of error sebesar 2,9 persen.




















