Reuters

Reuters

Berandascoped-by-BerandaLifestylescoped-by-LifestyleTarot Reader dan Fenomena 'Dukun Modern': Ketika Kartu Menjadi Ruang Curhat di Tengah Ketidakpastian

Tarot Reader dan Fenomena 'Dukun Modern': Ketika Kartu Menjadi Ruang Curhat di Tengah Ketidakpastian

Lifestyle | Rabu, 6 Mei 2026

Di sebuah kafe kecil di Jakarta, suasana pembacaan tarot berlangsung jauh dari bayangan praktik mistis yang selama ini melekat. Tidak ada ritual khusus maupun suasana menyeramkan. Yang terlihat hanya percakapan santai, secangkir kopi, dan kartu bergambar simbol kuno yang perlahan dibuka satu per satu.

Di balik meja itu, Jemima (30), seorang tarot reader asal Bekasi, mengocok kartu tarot dengan santai. Bagi sebagian orang yang datang kepadanya, sesi tersebut bukan sekadar melihat kartu, tetapi menjadi kesempatan untuk mencari pemahaman atas berbagai persoalan hidup.

"Menurut saya, hidup sekarang penuh ketidakpastian. Banyak orang bingung, dan mereka butuh sesuatu buat memvalidasi kebingungan itu," ujar Jemima.

Meski sering disebut sebagai bagian dari "dukun modern", Jemima menolak anggapan bahwa tarot digunakan untuk meramal masa depan. Baginya, tarot lebih berfungsi sebagai media refleksi diri.

"Tarot bukan ramalan. Ini lebih seperti medium untuk introspeksi. Orang-orang sebenarnya sudah punya jawabannya, hanya butuh dipancing saja," katanya.

Tarot bukan sekadar membaca kartu

Menurut Jemima, membaca tarot bukan hanya soal menarik kartu dan mengartikan simbol yang muncul. Prosesnya membutuhkan komunikasi untuk memahami kondisi emosional seseorang.

Ia mengaku membaca kartu untuk diri sendiri jauh lebih mudah karena sudah memahami pikiran dan perasaannya. Namun, saat membaca untuk orang lain, ia perlu menggali cerita dan keresahan yang sedang dihadapi.

Tarot kemudian berubah menjadi ruang percakapan, tempat seseorang bisa membicarakan hal-hal yang mungkin sulit disampaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal serupa dialami Elise (34), tarot reader asal Wonogiri yang telah menekuni praktik tersebut selama beberapa tahun. Ia melihat minat terhadap tarot semakin meningkat karena banyak orang membutuhkan pegangan ketika menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian.

"Orang sekarang butuh pegangan. Ketika semuanya terasa tidak pasti, bahkan petunjuk kecil pun bisa bikin tenang," ujar Elise.

Namun, menurutnya, ketenangan tersebut bukan berasal dari jawaban pasti yang diberikan kartu, melainkan dari proses memahami diri sendiri.

Karena membutuhkan energi dan fokus, Elise bahkan membatasi sesi pembacaan tarot maksimal dua kali sehari. Baginya, setiap orang datang membawa cerita dan persoalan yang berbeda.

Persoalan cinta paling sering ditanyakan

Dari berbagai sesi yang ia jalani, Elise mengungkapkan satu tema yang paling sering muncul adalah hubungan asmara.

"Mau mulai dari topik apa pun, ujung-ujungnya pasti ke love life," katanya.

Pertanyaan tentang hubungan, pasangan, hingga perasaan seseorang masih menjadi hal yang banyak dicari jawabannya melalui tarot.

Dalam beberapa kasus, ada pula klien yang membawa pertanyaan terkait hal-hal di luar nalar, seperti dugaan pengaruh energi atau sesuatu yang tidak terlihat dalam hubungan mereka.

Menurut Elise, tarot tidak memberikan jawaban mutlak, tetapi membuka ruang untuk melihat berbagai kemungkinan dari sebuah situasi.

Tarot sebagai bahasa alternatif bagi generasi muda

Di Jakarta, fenomena tarot juga dirasakan oleh Panji (26). Ia awalnya tertarik pada tarot bukan karena alasan spiritual, melainkan karena tertarik dengan ilustrasi dan simbol dalam kartu tersebut.

Saat masih kuliah, Panji mulai mempelajari makna setiap kartu untuk dirinya sendiri. Namun, lama-kelamaan teman-temannya mulai datang untuk meminta dibacakan tarot sekaligus bercerita.

"Dulu sering jadi tempat curhat di tongkrongan. Dari situ malah jadi keterusan," ujarnya.

Bagi Panji, tarot bukan alat untuk mengetahui masa depan, melainkan cara lain untuk memahami emosi dan dinamika kehidupan seseorang.

"Kartu itu cermin, bukan peta," katanya.

Menurutnya, generasi muda saat ini tidak selalu mencari kepastian mutlak. Banyak yang justru mencari ruang untuk memahami diri, menemukan makna, dan menghadapi ketidakpastian.

Cermin kegelisahan zaman modern

Fenomena tarot berkembang di tengah kondisi masyarakat yang menghadapi banyak ketidakpastian, mulai dari persoalan karier, hubungan, hingga masa depan.

Para tarot reader tersebut tidak menjanjikan perubahan nasib maupun kepastian tentang apa yang akan terjadi. Mereka lebih banyak berperan sebagai pendengar yang membantu seseorang melihat kembali kondisi dirinya.

Pada akhirnya, daya tarik tarot mungkin bukan terletak pada kartu atau simbolnya, melainkan pada kesempatan untuk berhenti sejenak, bercerita, dan mencoba memahami diri sendiri di tengah kehidupan yang semakin cepat berubah.

Rekomendasi

Foto: Tiga Gerakan Efektif Perkuat Lengan Setelah Usia 45 Tahun | Pifa Net

Tiga Gerakan Efektif Perkuat Lengan Setelah Usia 45 Tahun

Sports
| Rabu, 22 Oktober 2025
Foto: PDIP Jadi Partai dengan Citra Positif Paling Rendah Versi Survei Litbang Kompas | Pifa Net

PDIP Jadi Partai dengan Citra Positif Paling Rendah Versi Survei Litbang Kompas

Indonesia
| Jumat, 31 Januari 2025
Foto: Jika Patrick Kluivert Out, Ini 5 Kandidat Terkuat Pengganti Pelatih Timnas Indonesia | Pifa Net

Jika Patrick Kluivert Out, Ini 5 Kandidat Terkuat Pengganti Pelatih Timnas Indonesia

Sports
| Kamis, 16 Oktober 2025
Foto: Tampil Impresif, Eliano Reijnders Main Penuh saat PEC Zwolle Hajar NAC Breda 3-1 | Pifa Net

Tampil Impresif, Eliano Reijnders Main Penuh saat PEC Zwolle Hajar NAC Breda 3-1

Belanda
| Senin, 5 Mei 2025
Foto: Ternyata Ini Alasan Mengapa Perfeksionis Dapat Menyebabkan Depresi | Pifa Net

Ternyata Ini Alasan Mengapa Perfeksionis Dapat Menyebabkan Depresi

Indonesia
| Minggu, 16 Maret 2025
Foto: Pasar Tradisional Mulai Sepi, Menteri UMKM Maman Dorong Pedagang Go Digital | Pifa Net

Pasar Tradisional Mulai Sepi, Menteri UMKM Maman Dorong Pedagang Go Digital

Pontianak
| Senin, 2 Juni 2025
Foto: Didakwa Rugikan Negara Rp 578 Miliar dalam Kasus Impor Gula, Tom Lembong Bakal Buka-bukaan di Persidangan | Pifa Net

Didakwa Rugikan Negara Rp 578 Miliar dalam Kasus Impor Gula, Tom Lembong Bakal Buka-bukaan di Persidangan

Indonesia
| Kamis, 6 Maret 2025
Foto: Tips Mengelola Emosi Orang Tua untuk Cegah Kekerasan pada Anak | Pifa Net

Tips Mengelola Emosi Orang Tua untuk Cegah Kekerasan pada Anak

Indonesia
| Rabu, 15 Januari 2025
Foto: Leeds United, Timnya Pascal Struijk Pemain Keturunan Indonesia, Promosi ke Premier League | Pifa Net

Leeds United, Timnya Pascal Struijk Pemain Keturunan Indonesia, Promosi ke Premier League

Indonesia
| Selasa, 22 April 2025
Foto: Kabar Baik! Jalan Komyos Sudarso Pontianak Akan Dilebarkan, Target Rampung 2026 | Pifa Net

Kabar Baik! Jalan Komyos Sudarso Pontianak Akan Dilebarkan, Target Rampung 2026

Pontianak
| Jumat, 17 Oktober 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: Kantor Bupati Ketapang Dilempari Benda Diduga Bom Molotov Oleh Oknum ASN | Pifa Net

Kantor Bupati Ketapang Dilempari Benda Diduga Bom Molotov Oleh Oknum ASN

Berita Ketapang, PIFA - Satu orang oknum ASN lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang melakukan pelemparan botol diduga berisi bensin dan api ke sebuah mobil yang terparkir di depan pintu rumah pendopo Bupati Ketapang pada saat acara pelantikan eselon III dan IV di Pendopo Bupati Ketapang, Selasa (25/01/2022). ASN tersebut diketahui berinisial AR, warga Kelurahan Mulia Baru Kecamatan Delta Pawan, dan memegang jabatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Ketapang. Dari video yang beredar, botol itu terpental dan terbakar di selokan halaman Pendopo. Akibat kejadian, pelaku langsung diamankan petugas Satpol PP yang berjaga dan langsung digiring ke Mapolres Ketapang. Saat ini, pelemparan bom molotov ini ditangani oleh Polres Ketapang. Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui pasti motif dari perbuatan oknum ASN tersebut. Hal tersebut dibenarkan Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan bahan keterangan dan barang bukti penyerta di lapangan. Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk pelaku juga sudah diamankan. Pelaku akan dilakukan cek kesehatan dan tes urine. “Nanti kami sampaikan. BB di lokasi sudah diamankan. Pelaku sudah diamankan. Pelaku akan dilakukan cek kesehatan dan urine,” ujarnya. (ja) 

Ketapang
| Selasa, 25 Januari 2022

Lokal

Foto: 5 Pelaku Pencurian dan Pengrusakan Sarana Fasilitas Umum Trotoar di Pontianak Ditangkap Polisi | Pifa Net

5 Pelaku Pencurian dan Pengrusakan Sarana Fasilitas Umum Trotoar di Pontianak Ditangkap Polisi

Berita Pontianak, PIFA - Lima orang lelaki berinisial (A), (DT), (TN), (PAC), (WR) pelaku pencurian dan pengrusakan sarana fasilitas umum perlengkapan trotoar berhasil dibekuk polisi,  Selasa (15/03/2022) Hal tersebut diungkapkan  Ditreskrimum Polda Kalbar Kombes (Pol) Aman Guntoro pada saat menggelar pers rilis di Hanggar Lapangan Jananuraga Polda Kalbar. Dijelaskan Ditreskrimum Polda Kalbar Kombes (Pol) Aman Guntoro, dalam bulan Januari sampai dengan Maret beberapa fasilitas umum jalan Ahmad Yani Kota Pontianak mengalami pengrusakan dan hilang. "Sehingga dari kepala balai melaporkan ke kami pada hari kemarin," ucapnya. Lebih lanjut dirinya mengatakan, tidak sampai 1x24 jam pihaknya berhasil menangkap para pelaku. "Saat dilaporkan, malam nya sudah kita ungkap. Empat pelaku pencurian dan pengrusakan, dan satu orang pelaku penadah," terangnya. Dikatakannya lagi, dari kelima tersangka diantaranya ada satu mantan pensiunan pegawai negeri. Untuk barang bukti, polisi mengamankan 11 buah pembatas besi (Bollard) yang telah terpotong-potong, 2 penutup besi, 2 kendaraan bermotor, 5 buah palu Kini para pelaku terancam hukuman di atas Lima tahun penjara. (rs)

Pontianak
| Selasa, 15 Maret 2022

Sports

Foto: Onana Gagal Selamatkan Manchester United Lagi? | Pifa Net

Onana Gagal Selamatkan Manchester United Lagi?

PIFA.CO.ID, SPORTS- Manchester United kembali harus menelan pil pahit setelah dibungkam Bournemouth 0-3 di Old Trafford pada lanjutan Liga Inggris pekan ke-17, Minggu, 22 Desember 2024. Kekalahan ini memperpanjang tren buruk Setan Merah di bawah asuhan Ruben Amorim, sekaligus menyoroti performa Andre Onana yang kembali gagal menjadi penyelamat di bawah mistar gawang.Hasil ini mengangkat Bournemouth ke posisi kelima klasemen sementara dengan 28 poin, sementara Manchester United tertahan di peringkat ke-13 dengan 22 poin. Kekalahan kandang ini semakin menekan posisi Amorim yang mulai dipertanyakan oleh para pendukung.Babak Pertama: Dominasi Tanpa HasilManchester United mengawali pertandingan dengan dominasi penguasaan bola. Serangan demi serangan dilancarkan melalui Amad Diallo dan Bruno Fernandes, namun efektivitas menjadi masalah besar. Pada menit ke-29, Bournemouth justru memanfaatkan peluang dari bola mati. Sundulan Dean Huijsen, memanfaatkan umpan Ryan Christie, membawa tim tamu unggul 1-0.Meski United mencoba bangkit, peluang demi peluang yang didapat Bruno Fernandes gagal dikonversi menjadi gol. Hingga babak pertama berakhir, kedudukan tetap 1-0 untuk Bournemouth.Babak Kedua: Onana Tak BerkutikMemasuki babak kedua, serangan Manchester United terus menemui kebuntuan. Kesalahan lini belakang di menit ke-61 menjadi awal petaka bagi tuan rumah. Justin Kluivert dengan tenang mengeksekusi penalti setelah pelanggaran oleh Noussair Mazraoui di kotak terlarang.Hanya dua menit berselang, Antoine Semenyo mencetak gol ketiga Bournemouth melalui serangan balik cepat, memanfaatkan umpan tarik dari Dango Ouattara. Onana yang sudah mati langkah tak mampu berbuat banyak untuk menghentikan bola.Sorotan untuk Onana dan AmorimKekalahan ini kembali menempatkan Andre Onana dalam sorotan. Kiper utama Manchester United tersebut dinilai kurang sigap dalam menghadapi serangan lawan. Meski tidak sepenuhnya menjadi penyebab kekalahan, ketidakmampuannya melakukan penyelamatan krusial menambah daftar kritik terhadap performanya musim ini.Di sisi lain, Ruben Amorim juga harus menghadapi tekanan besar dari para pendukung. Gaya permainan yang terlihat menjanjikan di awal musim kini berubah menjadi serangkaian hasil buruk. Dengan posisi United yang jauh dari ekspektasi, masa depan Amorim mulai diragukan.

Inggris
| Senin, 23 Desember 2024
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5