Teddy Indra Wijaya Klaim Program MBG Tak Ganggu Anggaran Pendidikan
Politik | Sabtu, 28 Februari 2026
Setpres
Politik | Sabtu, 28 Februari 2026








Nasional

PIFA, Nasional - Presiden Joko Widodo hari ini mengumpulkan sejumlah menteri di Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas isu yang berkaitan dengan pembangunan Rempang Eco-City, Batam. Pertemuan ini dihadiri oleh beberapa menteri kunci pemerintahan, yang tiba sejak pagi pukul 09.30 WIB. Salah satu menteri yang terlihat memasuki Istana adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, dan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia. "(Kita akan) bahas Rempang," kata Siti Nurbaya sebelum memasuki pertemuan, Senin (25/9/23). Namun, Menteri Bahlil Lahadalia enggan memberikan rincian mengenai pembahasan dalam pertemuan tersebut. Ia berjanji akan memberikan keterangan kepada media setelah menghadap Presiden Jokowi. "Ratas, ratas ya. Nanti kita lihat. Setelah rapat saya kasih keterangan pers," ungkap Bahlil seraya bergegas masuk istana. Sebelumnya, proyek relokasi warga untuk pembangunan Rempang Eco-City, Batam, telah memicu polemik dan penolakan dari sebagian warga. Dalam penanganan permasalahan ini, Komnas HAM mencatat adanya dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Mereka mencatat dua insiden penahanan warga, pertama saat 8 orang ditangkap pada peristiwa 7 September dan kemudian 34 orang ditangkap pada 11 September lalu. "Saya kira itu sudah menunjukkan indikasi yang kuat terjadi pelanggaran hak. Tetapi tentu kami perlu dalami fakta-faktanya sehingga kami bisa membuat suatu kesimpulan terkait gradasi pelanggaran HAM yang ada. Intinya kita perlu dalami. Tapi indikasi kuat saya kira ada," ungkap Komisioner Komnas HAM Saurlin Siagian di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (22/9). Presiden Jokowi sendiri telah memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini dan mengakui adanya komunikasi buruk dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut. Jokowi mengirim Menteri Investasi Bahlil Lahadalia untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terkait dengan Rempang. Menteri Bahlil berjanji untuk mengubah pendekatan dalam pembangunan di Rempang. "Kami akan mengerahkan cara-cara yang lembut," ujar Bahlil di Batam, Kepulauan Riau, dilansir Antara, Senin (18/9). (ad)
Sports

Berita Sports, PIFA - PSSI dan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) memutuskan bahwa proses naturalisasi calon pemain naturalisasi Jordi Amat tetap berjalan. Melansir laman PSSI (3/7/2022), pelatih asal Korea Selatan itu bahkan telah menulis langsung surat yang ditujukan kepada Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan untuk melanjutkan proses naturalisasi itu. “Ya STY menulis surat pada tanggal 30 Juni 2022. Intinya proses naturalisasi diminta dilanjutkan. Kami sebagai federasi dan tentu arahan dari ketua umum akan melanjutkan. Karena naturalisasi 3 pemain senior termasuk Jordi adalah keinginan STY. PSSI akan mendukung semua keinginan pelatih termasuk melakukan pemusatan latihan di mana pun,” kata Sekjen PSSI Yunus Nusi, dikutip PIFA dari laman resmi PSSI, Minggu (3/6). Seperti diketahui kepindahan Jordi Amat ke klub Malaysia Johor Darul Takzim (JDT) sempat menuai pro dan kontra. Namun, Yunus memastikan komitmen untuk terus melanjutkan proses naturalisasi hingga menjadi WNI. Sementara Jordi berjanji, ia selalu siap dan akan memberikan yang terbaik untuk Timnas Indonesia. ‘’Saya selalu siap dan akan memberikan yang terbaik untuk Indonesia,’’ janjinya. Jordi Amat memang sudah lama digosipkan akan bergabung dengan JDT, terutama setelah memulai proses naturalisasinya menjadi WNI. Mantan pemain Swansea City yang berlaga di Liga Primer Inggris itu sempat menyanggah rumor itu di Jakarta lalu akhirnya mengakui saat ikut pemusatan latihan timnas senior di Bandung. Liga Super Malaysia sendiri mengizinkan klub mendaftarkan lima pemain asing dengan rincian 3 asing bebas + 1 Asia + 1 ASEAN. JDT belum lama ini juga telah melepas bek asingnya asal Brasil, yakni Mauricio. ‘’PSSI dan STY berharap proses naturalisasi segera rampung. Jordi dibutuhkan untuk menambahkan kekuatan di lini belakang. Selain itu juga masih ada Sandy Walsh dan Shayne Pattinama yang juga masih dalam proses naturalisasi,’’ tutup Yunus. (yd)
Lokal

PIFAbiz - Presenter dan pecinta satwa, Irfan Hakim, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap konservasi lingkungan. Baru-baru ini, Irfan melakukan aksi nyata dengan melepas 30 ekor indukan ikan Arwana Super Red ke habitat aslinya di Danau Sentarum, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian spesies langka tersebut yang semakin terancam akibat eksploitasi berlebihan."Itu disaksikan sama teman-teman dari sana, suku Dayak, dan juga ketemu dengan suku Dayak di sana," ujar Irfan Hakim seperti dikutip dari detikHot, pada Rabu.Selain melepas ikan Arwana, Irfan juga merasakan pengalaman budaya yang berharga. Ia diberikan pakaian adat oleh kepala desa setempat dan mengenakan hiasan kepala khas suku Dayak. Irfan mengaku sangat bangga dan terharu dengan sambutan hangat masyarakat sekitar."Sama kepala desa sana, dikasih baju suku Dayak sama hiasan kepala juga. Aku kira bakal difoto doang. Aku bilang, 'Pak terima kasih'. Dan mereka tuh bangga, terharu, dan gue pake banget. Sudah gitu kan, gue pakai buat itu di Danau Sentarum. Danau Sentarum ini kan satu danau terbesar di Indonesia juga. Itu danau bagus banget," lanjutnya.Irfan juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Danau Sentarum yang memiliki karakter unik. Ia terkesima dengan perubahan kondisi danau yang bisa kering saat musim kemarau, tetapi penuh air di musim penghujan.Namun, perjalanan Irfan tidak selalu berjalan mulus. Ia mengalami kejadian tak terduga saat mencari monyet bekantan di tengah hutan. Karena terlalu antusias, ia berteriak-teriak meniru suara monyet, lalu malamnya mengonsumsi banyak durian. Akibatnya, ia mengalami diare hingga 11 kali dan harus mendapatkan perawatan medis."Gue semangat kan, tadi di situ ada bekantan, monyetnya gitu. Kayak di hutan. Gue nyari-nyari terus gue teriak-teriak, teriak-teriak tuh, 'Uu aa uu aa' di tengah itu. Malamnya gue makan durian banyak banget. Terus besoknya diare sampai 11 kali bolak balik WC, terus diinfus dan didatangi dokter," ungkapnya.Setelah pulih, Irfan melanjutkan perjalanannya. Namun, setibanya di rumah, ia kembali mengalami diare, bahkan istri dan anaknya ikut terkena dampaknya."Hari kedua tuh jadi gue cuma diem aja, udah lemes. Hari ketiga perjalanan gitu. Gue konsentrasi fokus di perjalanan. Mana perjalanan pakai boat, pakai mobil. Pakai pasal fokus karena takut diare lagi. Sampai rumah udah diare lagi. Jadi tiga hari sampai masuk rumah sakit sebetulnya. Tapi nggak tiga hari, rumah sakit aja sebentar. Tapi yang aneh betul istri aku jadi ikutan diare, anak aku ikutan diare," katanya.Terlepas dari kendala yang dialaminya, Irfan tetap merasa bahagia bisa berkontribusi dalam upaya konservasi dan merasakan pengalaman berharga bersama masyarakat Dayak di Danau Sentarum. Aksi yang dilakukan Irfan Hakim ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati di Indonesia.