Teddy Indra Wijaya Klaim Program MBG Tak Ganggu Anggaran Pendidikan
Politik | Sabtu, 28 Februari 2026
Setpres
Politik | Sabtu, 28 Februari 2026










Lokal

PIFA, Lokal - Temuan beras berstiker pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar nomor urut 2, Ria Norsan-Krisantus Kurniawan, menggegerkan masyarakat Sambas. Beras tersebut, yang diduga merupakan alat kampanye, pertama kali dilaporkan oleh relawan Sutarmidji-Didi Haryono.Relawan pasangan nomor urut 1, Mustafa MS, mengungkapkan rencana mereka untuk melaporkan kasus ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalbar, Kamis (7/11/2024).“Temuannya di Sambas,” ujar Mustafa, seraya menegaskan bahwa tindakan itu dianggap melanggar peraturan kampanye.Menurut Mustafa, temuan ini mengindikasikan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, Pasal 73, yang melarang pasangan calon atau tim kampanye menjanjikan atau memberikan materi untuk memengaruhi pemilih. “Beras yang dibagikan dengan atribut kampanye lain jelas dilarang,” tegasnya.Selain itu, ia menambahkan bahwa tindakan tersebut juga melanggar Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2024, yang melarang pemberian hadiah kepada pemilih selama masa kampanye. Mustafa mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dan tidak terpengaruh dengan upaya tersebut dalam menentukan pilihan.Komisioner Bawaslu Kalbar, Uray Juliansyah, menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan jika data lengkap telah diterima. “Kita belum menelusuri karena belum dapat data lokasi tepatnya, dan siapa yang menyebarkan,” jelas Uray. Namun, ia memastikan bahwa memberikan hadiah yang berhubungan dengan alat peraga kampanye jelas melanggar undang-undang.Bawaslu berjanji akan melakukan penelusuran begitu bukti awal tersedia, mengingat dasar hukum yang kuat, yaitu Pasal 187A jo 73 ayat 4 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. “Dasarnya jelas,” pungkas Uray.Dengan temuan ini, perhatian publik kembali tertuju pada pentingnya pengawasan dalam pemilu, terutama menjelang Pilkada Kalbar 2024 yang semakin memanas.
Politik

PIFA.CO.ID, POLITIK - Situasi politik nasional Indonesia hari ini menunjukkan dinamika yang kian menarik, dengan sejumlah isu penting menjadi perhatian publik dan elite politik. Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimisme bahwa Indonesia mampu menjadi pemasok energi dunia, berkat potensi cadangan energi yang besar di dalam negeri. Dalam pembukaan Konvensi dan Pameran Tahunan Ke-49 Indonesian Petroleum Association (IPA Convex), Prabowo mendorong kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan BUMN untuk meningkatkan produksi minyak dan gas nasional. Ia menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia akan segera menjadi negara swasembada energi dan bahkan mengekspor energi ke berbagai negara lain di dunia.Di sisi lain, dukungan politik terhadap pemerintahan Prabowo juga menguat. Ketua Umum Garda Pemuda NasDem, Prananda Surya Paloh, menegaskan partainya mendukung penuh pemerintahan Prabowo meski tidak mengambil posisi di kabinet. NasDem memilih memberikan kesempatan kepada partai-partai pengusung utama untuk mengisi jabatan strategis, sebagai bentuk sikap politik setelah Pemilu 2024. Isu perombakan kabinet (reshuffle) turut mencuat. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, menilai Prabowo memiliki keunggulan dalam mengelola sumber daya manusia di pemerintahannya. Ia juga mengungkapkan bahwa para menteri kerap merasa tegang sebelum rapat dengan Presiden, karena Prabowo dikenal tegas dan tidak segan mengganti pejabat yang tidak mau menyederhanakan regulasi.Di parlemen, Komisi XIII DPR RI membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk membenahi sistem pemasyarakatan, merespons berbagai masalah di lembaga pemasyarakatan yang menjadi sorotan publik. Sementara itu, isu penulisan sejarah nasional kembali mencuat sebagai momentum rekonsiliasi bangsa, dengan dorongan agar sejarah ditulis secara jujur dan tidak ada bagian yang dihilangkan.Dengan berbagai perkembangan ini, peta politik nasional Indonesia menunjukkan dinamika yang terus bergerak, menandai periode awal pemerintahan Prabowo dengan sejumlah tantangan dan peluang baru.
Lokal

PIFA, Lokal - Wakapolresta Pontianak AKBP NB Dharma menerapkan perubahan perilaku untuk anggota jajaran Satlantas Polresta Pontianak. Perubahan ini diharapkan dapat memberikan pelayanan prima dan terbaik untuk masyarakat Kota Pontianak. Dharma menjelaskan, polisi lalu lintas merupakan polisi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pasalnya dalam fungsi lalu lintas, Polantas merupakan police uniform yang menjadi representatif Polri. "Perubahan perilaku yakni terkait sosial dan budaya, tentunya menjadi hal yang penting bagi Polantas," terang AKBP NB Dharma, kemarin. Dharma mengatakan, perubahan perilaku sangat penting, lantaran Polantas mengahdapi masyarakat yang beranekaragam. Sehingga secara internal pihaknya melakukan pembinaan terhadap Polantas. "Kami secara internal melakukan pembinaan, mulai cara komunikasi, cara menyelesaikan masalah sampai mengambil keputusan yang tepat saat dilapangan," kata Dharma. Dharma menyampaikan, perubahan perilaku menjadi pertimbangan sangat penting dalam mengambil keputusan. "Penampilan, perilaku, tutur kata terus kami berikan pembinaan agar tercipta pelayanan yang optimal untuk masyarakat dari seorang Polantas," jelas Dharma. Ia pun mengintruksikan kepada seluruh jajaran Polantas di Kota Pontianak untuk menjaga nama baik institusi Polri pada saat menjalankan tugas di lapangan. "Kedepankan adalah perubahan perilaku yang humanis dan dalam memberikan pelayanan," ujarnya. (ap)