Tempuh 3.300 Km Lintas Pulau, MAXI Tour Boemi Nusantara Tutup Perjalanan di Tana Toraja

Tempuh 3.300 Km Lintas Pulau, MAXI Tour Boemi Nusantara Tutup Perjalanan di Tana Toraja

Berandascoped-by-BerandaTeknologiscoped-by-TeknologiTempuh 3.300 Km Lintas Pulau, MAXI Tour Boemi Nusantara Tutup Perjalanan di Tana Toraja

Tempuh 3.300 Km Lintas Pulau, MAXI Tour Boemi Nusantara Tutup Perjalanan di Tana Toraja

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2026

Perjalanan touring jarak jauh MAXI Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 akhirnya mencapai etape terakhir. Setelah melewati delapan etape dengan total perjalanan lebih dari 2.500 kilometer di lima pulau besar, rangkaian touring ini ditutup melalui eksplorasi Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Etape ke-9 sekaligus final chapter MTBN berlangsung pada 15–18 Agustus 2026 dengan melibatkan awak media nasional. Selama empat hari, peserta menjelajahi berbagai destinasi wisata, budaya, dan sejarah Tana Toraja menggunakan skutik premium MAXI Yamaha.

Etape penutup tersebut terasa semakin spesial karena berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Semangat mengeksplorasi kekayaan Nusantara berpadu dengan perayaan kemerdekaan sepanjang perjalanan.

Final chapter juga menjadi salah satu etape paling menantang. Peserta menempuh sekitar 800 kilometer dengan kondisi jalan yang beragam, mulai dari kepadatan perkotaan, jalur pesisir dengan cuaca panas, hingga jalan pegunungan dan lembah yang dipenuhi tanjakan, turunan curam, tikungan tajam, serta sejumlah ruas gravel berbatu.

General Manager Marketing & Promotion PT Suraco Jaya Abadi Motor, Main Dealer Yamaha Area Sulselbar, Frengky J. Tunandar, mengatakan Tana Toraja dipilih sebagai destinasi penutup karena memiliki kekayaan alam dan budaya yang kuat.

“Tana Toraja kami pilih sebagai destinasi penutup karena merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Sulawesi Selatan yang memiliki daya magis tersendiri, baik dari keindahan alam maupun adat istiadat dan budayanya yang sangat unik serta masih terjaga hingga lintas generasi,” ujar Frengky.

Menjelajahi Destinasi Ikonik Tana Toraja

Selama berada di Tana Toraja, peserta mengunjungi sejumlah destinasi ikonik yang menjadi daya tarik kawasan tersebut.

Perjalanan mencakup Gunung Nona, Patung Yesus di Buntu Burake, kawasan adat Kete Kesu, Negeri di Atas Awan Lolai, hingga Lembah Ollon.

Lembah Ollon menjadi salah satu titik yang paling berkesan. Kawasan tersebut menawarkan bentang perbukitan hijau dengan panorama luas yang kerap disandingkan dengan lanskap pegunungan di Swiss.

Berada di tengah suasana perayaan kemerdekaan, peserta juga membentangkan bendera Merah Putih raksasa di puncak Lembah Ollon. Aksi tersebut menjadi simbol kecintaan terhadap Indonesia sekaligus penutup perjalanan yang telah membawa peserta menjelajahi berbagai kekayaan alam Nusantara.

Ditutup dengan Kebersamaan Komunitas Yamaha

Rangkaian MTBN 2026 tidak hanya menjadi perjalanan untuk menikmati destinasi wisata, tetapi juga mempererat hubungan dengan komunitas pengguna Yamaha.

Di Toraja, peserta mengikuti community gathering bersama puluhan anggota komunitas Yamaha. Kegiatan tersebut menjadi momen penutup sekaligus ajang berbagi pengalaman perjalanan.

Sebagai simbol selesainya eksplorasi Tana Toraja dan perjalanan MTBN, peserta menerima miniatur rumah adat Tongkonan.

Kegiatan bersama komunitas tersebut sekaligus mencerminkan perjalanan lebih dari satu dekade MAXI Yamaha di Indonesia. Pengguna skutik MAXI Yamaha kini telah berkembang dan tersebar di berbagai wilayah Tanah Air.

Menyusuri Lima Pulau

Sebelum mencapai Tana Toraja, MTBN 2026 telah melewati sejumlah destinasi di lima pulau besar, yakni Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, dan Kalimantan.

Destinasi yang disambangi antara lain Danau Toba di Sumatera Utara, Bukit Kaba di Bengkulu, Pulau Pahawang di Lampung, Kampung Naga di Jawa Barat, Teluk Pacitan di Jawa Timur, Kintamani di Bali, Sembalun di Lombok, serta Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah.

Dengan berakhirnya etape kesembilan di Tana Toraja, seluruh rangkaian MAXI Tour Boemi Nusantara 2026 resmi dituntaskan.

Lebih dari sekadar perjalanan touring, rangkaian tersebut menjadi upaya untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan destinasi wisata Indonesia. Di sisi lain, perjalanan lintas pulau ini juga menjadi ajang untuk menunjukkan kenyamanan, ketangguhan, dan keandalan skutik premium MAXI Yamaha dalam mendukung perjalanan jarak jauh.

Rekomendasi

Foto: Timnas Putri U-16 Indonesia Libas Timor Leste 6-0 di Laga Pembuka ASEAN 2025 | Pifa Net

Timnas Putri U-16 Indonesia Libas Timor Leste 6-0 di Laga Pembuka ASEAN 2025

Sports
| Kamis, 21 Agustus 2025
Foto: Indonesia Terdampak Pembekuan Bantuan Medis AS, Apa Efeknya? | Pifa Net

Indonesia Terdampak Pembekuan Bantuan Medis AS, Apa Efeknya?

Indonesia
| Kamis, 30 Januari 2025
Foto: Warner Bros. Kembangkan Film Baru “Final Destination” Usai Sukses Besar “Bloodlines” | Pifa Net

Warner Bros. Kembangkan Film Baru “Final Destination” Usai Sukses Besar “Bloodlines”

Pifabiz
| Minggu, 10 Agustus 2025
Foto: Rekor Baru Starter SHELL BLU CRU Yamaha Enduro Challenge, Ribuan Penonton Tumpah Ruah di Jalibar | Pifa Net

Rekor Baru Starter SHELL BLU CRU Yamaha Enduro Challenge, Ribuan Penonton Tumpah Ruah di Jalibar

Nasional
| Sabtu, 7 Juni 2025
Foto: Cegah Perdagangan Orang, Pemprov Kalbar Bentuk Gugus Tugas PP TPPO | Pifa Net

Cegah Perdagangan Orang, Pemprov Kalbar Bentuk Gugus Tugas PP TPPO

Pontianak
| Kamis, 27 November 2025
Foto: Ramai Isu soal Matahari Kembar, Prabowo Minta Menteri Kabinet Merah Putih Merapatkan Barisan | Pifa Net

Ramai Isu soal Matahari Kembar, Prabowo Minta Menteri Kabinet Merah Putih Merapatkan Barisan

Indonesia
| Selasa, 22 April 2025
Foto: Lansia di Gang Dasasila Ditemukan Meninggal Dalam Kondisi Sudah Membusuk, Diduga Komplikasi   P | Pifa Net

Lansia di Gang Dasasila Ditemukan Meninggal Dalam Kondisi Sudah Membusuk, Diduga Komplikasi P

Pontianak
| Jumat, 21 Maret 2025
Foto: ChatGPT Dinyatakan Melanggar Hak Cipta oleh Pengadilan Jerman, OpenAI Diperintahkan Bayar Ganti Rugi | Pifa Net

ChatGPT Dinyatakan Melanggar Hak Cipta oleh Pengadilan Jerman, OpenAI Diperintahkan Bayar Ganti Rugi

Tekno
| Rabu, 12 November 2025
Foto: Kartu Merah Jadi Petaka, AC Milan Tersingkir dari Liga Champions | Pifa Net

Kartu Merah Jadi Petaka, AC Milan Tersingkir dari Liga Champions

Italia
| Rabu, 19 Februari 2025
Foto: Mulai Mengkhawatirkan, AI Kini Bisa Berbohong dan Menipu | Pifa Net

Mulai Mengkhawatirkan, AI Kini Bisa Berbohong dan Menipu

Teknologi
| Rabu, 2 Juli 2025

Berita Terkait

Sports

Foto: Bangga! Dua Wasit Indonesia Ditunjuk AFC untuk Pimpin Laga Piala Asia U-20 2025 | Pifa Net

Bangga! Dua Wasit Indonesia Ditunjuk AFC untuk Pimpin Laga Piala Asia U-20 2025

PIFA.CO.ID, SPORTS - Dua wasit asal Indonesia, Thoriq Munir Alkatiri dan Bangbang Syamsudar, mendapatkan kepercayaan dari AFC untuk memimpin pertandingan di Piala Asia U-20 2025. Mereka bertugas sebagai wasit utama dan asisten wasit 1 dalam laga Grup A yang mempertemukan tuan rumah Tiongkok melawan Kirgistan di Boan Sports Centre Stadium, Shenzhen, pada Sabtu (15/2).Thoriq dan Bangbang saat ini berstatus sebagai FIFA Referee dan AFC Elite Referee.Dalam laga tersebut, Tiongkok menang 5-2 atas Kirgistan. Pertandingan berlangsung sengit dengan tensi tinggi, yang membuat Thoriq Alkatiri harus mengeluarkan 10 kartu kuning dan 2 kartu merah."Alhamdulillah saya dipercaya oleh AFC bersama 11 wasit lainnya dan 16 asisten wasit termasuk teman saya Bangbang Syamsudar. Sangat bangga dan senang dapat bertugas di ajang Piala Asia U-20 2025. Terimakasih untuk AFC dan PSSI atas kesempatan ini," ujar Thoriq Alkatiri."Kemarin saya bertugas di pertandingan Tiongkok versus Kirgistan dan bersyukur dapat menyelesaikan tugas dengan baik sesuai dengan Law of The Game. Saya berharap selain menambah pengalaman, menjadi wasit di Piala Asia U-20 2025 dapat menjadi jembatan untuk bertugas di ajang yang lebih tinggi," tambahnya.Saat ini, Thoriq dan Bangbang masih menunggu penugasan selanjutnya dari AFC. Mereka telah berada di Shenzhen sejak 7 Februari.Sebelumnya, kedua wasit ini juga pernah bertugas di ajang AFC Champions League 2 tahun lalu, saat Sydney FC (Australia) berhadapan dengan Eastern SC (Hongkong) di Stadion Jubilee, Sydney, pada 19 September 2024.

China
| Selasa, 18 Februari 2025

Lokal

Foto: Muda Mahendrawan Ajak Penyuluh Agama Adaptif dengan Perkembangan Zaman | Pifa Net

Muda Mahendrawan Ajak Penyuluh Agama Adaptif dengan Perkembangan Zaman

PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengingatkan para penyuluh agama untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan dunia, terutama di era globalisasi saat ini. Dalam Workshop dan Sosialisasi Strategi Penyuluh Agama Dalam Menghadapi Era Digitalisasi dan Bonus Demografi yang diselenggarakan oleh Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), Bupati Mahendrawan menekankan bahwa perkembangan dunia dan era digitalisasi serta teknologi informasi membawa dampak positif dan negatif, sehingga para penyuluh agama dituntut untuk memiliki pikiran yang lebih luas dan mampu mengawal generasi melalui strategi yang tepat. "Hari ini, pengaruh dan dampak dari perkembangan dunia dan era digitalisasi serta teknologi informasi menuntut kita untuk lebih beradaptasi. Supaya apa yang kita kerjakan betul-betul sesuai dengan kebutuhan generasi hari ini dan masa depan," kata Bupati Muda Mahendrawan pada Senin (11/12) di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya. Bupati Mahendrawan berharap para penyuluh agama dapat menyikapi fenomena yang ada dengan terus meningkatkan kualitas. Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran strategis dalam pembinaan umat sekaligus menjadi komunikator pembangunan dengan menggunakan bahasa agama. Ia mengapresiasi peran penyuluh agama sebagai jangkar-jangkar yang ada di lapangan. "Saya berterima kasih karena kita memandang peran penyuluh agama itu sangat strategis berkaitan dengan upaya untuk membangun proses pemahaman. Penyuluh agama adalah jangkar-jangkar yang ada di lapangan," ujarnya. Bupati Mahendrawan menjelaskan bahwa peran pemerintah adalah membuka peluang-peluang bagi rakyat agar semua rumah tangga dapat hidup layak, tenang, dan bahagia. Namun, untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan dukungan dan sinergi dari seluruh penyuluh agama. "Dan tentu salah satunya dikawal dengan proses yang berbasis hal-hal yang menyangkut upaya pemahaman keagamaan dan inilah yang akan membuat ketenangan," tambahnya. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis, menyatakan pentingnya keberadaan penyuluh agama dalam memberikan pendidikan dan pembinaan kepada masyarakat. Ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kubu Raya atas fasilitas workshop dan sosialisasi ini. Menurutnya, workshop ini dapat menjadi pola model desain dan metode pelaksanaan penyuluhan agama yang baik untuk seluruh Kalimantan Barat. "Kami berterima kasih kepada Pak Bupati yang telah memfasilitasi kegiatan workshop dan sosialisasi ini. Mudah-mudahan dari Kubu Raya ini akan ditemukan pola model desain dan metode pelaksanaan penyuluhan agama yang baik yang nantinya dapat diterapkan untuk seluruh Kalimantan Barat. Mengapa? Karena workshop ini diikuti juga secara virtual oleh seluruh penyuluh di Kalimantan Barat yang berjumlah 1.300 orang," tuturnya. (ad)

Kubu Raya
| Selasa, 12 Desember 2023

Nasional

Foto: Kritik Keras Penegakan Hukum Indonesia, AHY: Tajam ke Lawan, Tumpul ke Kawan! | Pifa Net

Kritik Keras Penegakan Hukum Indonesia, AHY: Tajam ke Lawan, Tumpul ke Kawan!

PIFA, Nasional - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengkritik keras sistem penegakan hukum di Tanah Air saat ini. Dia menilai hukum sekarang seolah tajam ke lawannya, namun tumpul ke kawan. "Banyak yang merasakan praktik penegakan hukum yang seolah tajam ke bawah, tumpul ke atas, tajam ke lawan tumpul ke kawan," kata AHY dalam sambutannya di acara Milad ke-21 PKS, Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/5/2023), seperti dikutip dari detiknews. Pada kesempatan tersebut AHY mengatakan masalah penegakan yang hanya untuk mengamankan kawan politik dari proses hukum tak sepatutnya terjadi di Indonesia. Menurutnya hal ini masuk dalam kategori obstruction of justice atau upaya menghalangi penegakan hukum. Secara terang-terangan, AHY juga menyebut ada pihak yang menggunakan instrumen hukum untuk menghabisi lawan politik dengan abuse of power alias penyalahgunaan kekuasaan. "Sementara itu kualitas demokrasi mengalami kemunduran. We are on the verge of a serious democratic regression. Seperti di jurang. Sebentar lagi kita jatuh kepada demokrasi yang makin mundur ke belakang," tandasnya. AHY juga menilai adanya penurunan yang terjadi dalam sistem demokrasi Indonesia. Disebutnya, semakin merosot dan sebentar lagi akan jatuh ke jurang.  "Yang berani bersuara seolah dianggap sebagai musuh negara. Kita yang kritis PKS, NasDem, Demokrat kalau kritis dibilang musuh negara. Bukankah negeri ini milik kita semuanya? Jangan sampai ada masyarakat yang merasa terbungkam takut bersuara di negeri sendiri," tegasnya menambahkan. (yd)

Indonesia
| Sabtu, 20 Mei 2023
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5