Tragis! Santri Ponpes Markaban Tewas Terlindas Mobil di Tol Bakauheni Saat Cari Kayu Bakar
Nasional | Kamis, 19 Februari 2026
Foto: Tangkapan Layar
Nasional | Kamis, 19 Februari 2026










Lokal

Berita Pontianak, Kalbar - PIFA, Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-250 Kota Pontianak, Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Pontianak menggelar Latihan Bersama ISSI Kota Pontianak Team Time Trial (TTT) Open. Kegiatan ini diselenggarakan di Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama, Jalan Ahmad Yani 2. Minggu, (17/10/2021) Edi Rusdi Kamtono selaku Walikota Pontianak menghadiri langsung kegiatan tersebut menyampaikan agar ISSI Kota Pontianak bisa meraih prestasi. "Melalui latihan bersama yang diikuti berbagai komunitas dan pembalap sepeda ini, kami berharap bisa memacu semangat atlet untuk meraih prestasi tertinggi dalam olahraga sepeda," ujarnya, mengutip Prokopim Pemkot Pontianak, Minggu. Edi menjelaskan, kegiatan ini juga sebagai wadah silaturahmi bagi pembalap sepeda serta untuk meningkatkan prestasi dengan terus berlatih. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan berkolaborasi dengan pehobi dan penggiat sepeda untuk menjadikan Pontianak khususnya dan Kalbar umumnya sebagai destinasi sport tourism terutama balap sepeda atau turing. Seperti event olahraga sepeda yang akan digelar pada tanggal 23 Oktober 2021 mendatang bertepatan Hari Jadi Kota Pontianak, bertajuk 'Happy Cycling Pontianak 250 Kilometer'. Event tersebut bakal diikuti oleh pembalap dan pehobi sepeda dengan menempuh jarak 250 kilometer. "Jarak yang ditempuh itu sesuai dengan usia Kota Pontianak yang sudah memasuki 250 tahun," sebutnya. Sementara itu, Ketua ISSI Kota Pontianak, Binsar Tampubolon menerangkan, latihan bersama TTT open ini terbuka untuk semua, baik pembalap dari luar Kota Pontianak maupun luar Provinsi Kalbar. "Ada empat kategori yakni kategori elite, komunitas, ASN/TNI/Polri dan kategori woman," katanya. Ia menambahkan, event ini banyak diikuti oleh komunitas sepeda yang ada di Kalbar, termasuk dari luar Kota Pontianak seperti dari Bengkayang, Singkawang, Mempawah dan Ketapang. Bahkan dari luar provinsi juga turut serta seperti dari Pulau Jawa. "Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari KONI Kota Pontianak, ISSI Provinsi dan Pemkot Pontianak," tuturnya. Sejauh ini, dia menilai minat masyarakat dalam berolahraga sepeda cukup tinggi. Kehadiran ISSI Kota Pontianak adalah mencari bibit-bibit atlet berprestasi. Diantaranya dengan melakukan pembinaan terhadap anak-anak peminat sepeda BMX yang dinilainya memiliki potensi untuk dikembangkan kemampuan mereka. "Kalau dari kalangan masyarakat animonya luar biasa. Komunitas sepeda juga menjamur," imbuhnya. Dirinya berencana menggelar event sepeda berskala nasional pada bulan Desember mendatang. Sebagai persiapan, seluruh komunitas sepeda yang ada dilibatkan dalam rangka mempersiapkan event agar berjalan sukses. "Mulai dari persiapan penyelenggaraannya hingga sirkuit yang akan digunakan," katanya.
Lokal

PIFA, Lokal — Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pontianak berhasil digagalkan petugas, Selasa (14/10/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Aksi itu terungkap setelah petugas pos jaga menemukan sabu yang disembunyikan di dalam kepala charger HP merek Asus. Kasat Narkoba Polres Kubu Raya, AKP Sagi, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat seorang pengemudi ojek online datang ke Lapas untuk mengantarkan paket titipan bagi warga binaan berinisial TH alias TOP (26). Paket tersebut berisi kepala charger dan kabel USB. “Petugas piket pos P2U Lapas menolak menerima barang itu karena termasuk kategori barang yang dilarang digunakan oleh warga binaan. Meski sudah dijelaskan, pengemudi ojek online tersebut tetap memaksa agar barang titipan diterima,” ungkap Ade, Jumat (17/10/2025). Petugas yang curiga kemudian memeriksa isi barang. Saat proses pemeriksaan berlangsung, pengemudi ojek online tiba-tiba melarikan diri. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan satu klip transparan berisi kristal putih yang diduga sabu seberat bruto 8,87 gram tersembunyi di dalam kepala charger tersebut. “Setelah memastikan temuan itu, pihak Lapas segera berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Kubu Raya. Tim kami langsung mendatangi Lapas untuk melakukan penyelidikan dan interogasi terhadap warga binaan yang dituju oleh paket itu,” jelas Ade. Dari hasil pemeriksaan, warga binaan berinisial TH alias TOP mengakui bahwa barang tersebut adalah miliknya. Ia diduga berkoordinasi dengan seseorang di luar Lapas untuk mengatur pengiriman sabu melalui jasa ojek online. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu paket sabu, satu kepala charger merek Asus warna hitam, satu kabel USB hijau, satu unit HP Oppo hitam, dan satu plastik warna hitam. “Saat ini Tim Labubu Satresnarkoba Polres Kubu Raya sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku yang menjadi pemasok barang haram tersebut,” ujar Ade. Penyidik menjerat TH dengan Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal seumur hidup. Ade menegaskan bahwa sinergi antara petugas Lapas dan Polres Kubu Raya menjadi kunci keberhasilan dalam menggagalkan penyelundupan tersebut. “Kami mengapresiasi petugas Lapas Kelas IIA Pontianak yang cepat tanggap dan langsung berkoordinasi. Sinergi ini menjadi kunci dalam memutus rantai peredaran narkoba di lingkungan tahanan,” pungkasnya.
Sports

PIFA.CO.ID, SPORTS - Pelatih timnas futsal Jepang, Kensuke Takahashi, mengapresiasi performa Timnas Futsal Indonesia yang tampil impresif dalam ajang 4Nations World Series 2025.Pada laga perdana yang digelar di Jakarta International Velodrome, Kamis (30/1), Indonesia berhasil menundukkan Jepang dengan skor tipis 1-0. Gol semata wayang yang dicetak oleh Samuel Eko pada menit ke-29 menjadi penentu kemenangan skuad Garuda.Sebagai mantan pelatih Timnas Futsal Indonesia, Kensuke Takahashi sudah mengenal beberapa pemain kunci di tim lawan. Namun, ia tetap terkejut dengan perkembangan pesat yang ditunjukkan Evan Soumilena dan kawan-kawan."Saat saya masih menjadi pelatih Indonesia, para pemain masih berumur 21-23 tahun, tapi setelah beberapa tahun mereka tumbuh berkembang dengan sangat bagus, saya merasa terkejut," ujarnya selepas pertandingan.Beberapa pemain Indonesia yang pernah mendapat arahan dari Kensuke di antaranya Muhammad Albagir, Ardiansyah Nur, Rio Pangestu, Rizki Xavier, Iqbal Iskandar, Evan, Guntur Sulistyo, dan Eko.Pelatih yang menangani Timnas Futsal Indonesia pada 2018 hingga 2021 itu menilai duel melawan Indonesia menjadi pengalaman berharga bagi skuad Jepang, terutama bagi para pemain muda yang baru bergabung."Pemain mereka juga beberapa yang telah berpengalaman, dan sebagian pemain kami adalah pertandingan pertama mereka bersama Jepang, tapi ini pengalaman yang sangat bagus bagi mereka, dan ini kesempatan bagi pemain-pemain muda kami," tambah Kensuke.Jepang dijadwalkan menghadapi Arab Saudi pada Sabtu (1/2), sementara Indonesia akan melawan Argentina di hari yang sama. Sehari berselang, Jepang bakal berduel dengan Argentina, sedangkan Indonesia menutup turnamen dengan menghadapi Arab Saudi.