Tren Beauty from Within Korea Selatan: Saat Kecantikan Bergeser ke Wellness
Lifestyle | Jumat, 21 Agustus 2026
iStock
Lifestyle | Jumat, 21 Agustus 2026










Lifestyle

PIFA, Lifestyle - Air mineral, atau yang lebih dikenal sebagai air putih, memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan tubuh. Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH, konsumsi air mineral harus disesuaikan dengan takaran yang tepat berdasarkan usia. Saat ditemui di Jakarta, beliau menyampaikan bahwa meminum air dengan takaran yang sesuai sangat penting untuk mencegah masalah ginjal dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Peran Penting Air Mineral dalam Tubuh Dr. Pringgodigdo menggarisbawahi beberapa alasan mengapa air mineral menjadi yang terbaik untuk tubuh. Hal ini mencakup pemeliharaan keseimbangan cairan, penyediaan nutrisi, pembersihan racun, menjaga keseimbangan elektrolit dan pH tubuh, mempertahankan kesehatan kulit, mendukung fungsi otak, hingga mencegah dehidrasi dan berbagai penyakit. Takaran Konsumsi Air Mineral Berdasarkan Usia Dalam memberikan rekomendasi, dr. Pringgodigdo menjelaskan bahwa kebutuhan cairan tiap individu berbeda-beda, tergantung pada faktor-faktor seperti tingkat aktivitas fisik, iklim, kondisi kesehatan, dan usia. Bagi remaja dan dewasa, disarankan untuk mengonsumsi sekitar dua liter air mineral per hari. Namun, beliau menegaskan bahwa konsumsi air mineral yang lebih tinggi dari jumlah tersebut juga tidak dianjurkan, karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh. Sementara itu, untuk usia lanjut (di atas 60 tahun), disarankan agar konsumsi air mineral tidak kurang dan tidak lebih dari 1,5 liter per hari. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan cairan dapat berubah seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Rekomendasi Khusus untuk Anak-anak menurut IDAI Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan takaran konsumsi air mineral yang berbeda-beda untuk berbagai rentang usia anak. Mulai dari bayi usia 0–6 bulan yang memerlukan 700 mL per hari hingga anak usia 4–8 tahun yang disarankan untuk mengonsumsi 1,7 liter air mineral setiap harinya. Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Ginjal Rutin Selain menjaga kecukupan asupan air mineral, dr. Pringgodigdo menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan ginjal secara berkala. Ia menekankan perlunya pemeriksaan ginjal pada individu yang telah mencapai usia 15 tahun ke atas. Pasalnya, penyakit ginjal seringkali tidak menunjukkan gejala pada awalnya, dan pemeriksaan dini dapat mendeteksi masalah tersebut sebelum mencapai stadium tinggi. Penyakit Ginjal dan Faktor Risiko Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2018 mencatat bahwa faktor risiko seperti pola makan yang kurang mengandung sayur dan buah, kurangnya aktivitas fisik, merokok, obesitas sentral, dan obesitas umum dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan ginjal menjadi krusial, terutama mengingat peningkatan kasus hipertensi (pemicu utama penyakit ginjal) dan penyakit ginjal pada usia muda. Dalam upaya menjaga kesehatan ginjal dan tubuh secara keseluruhan, konsumsi air mineral dengan takaran yang sesuai berdasarkan usia menjadi langkah penting. Disarankan untuk memahami kebutuhan cairan tubuh sesuai dengan rekomendasi yang diberikan, dan secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ginjal. Dengan demikian, individu dapat meminimalkan risiko terjadinya penyakit ginjal dan menjaga keseimbangan tubuh secara optimal.
Lokal

Berita Singkawang, PIFA - Satuan Reserse Narkoba Polres Singkawang mengamankan dua wanita dan dua laki-laki diduga pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu, tersangka berinial CH sempat menangis karena malu akan diekspos ke media. "Empat tersangka ini diamankan di tiga lokasi yang berbeda," kata Waka Polres Singkawang, Kompol Raden Real Mahendra, Jumat (27/5). Tersangka ini masing-masing berinisial CH dan HJ berjenis kelamin perempuan dan SU dan LY berjenis kelamin laki-laki. Waka Polres mengungkapkan, untuk tersangka CH dan HJ berhasil diamankan petugas Lapas Kelas II B Singkawang, Rabu (18/05/2022) beberap hari yang lalu. "Kasus ini terungkap berawal dari percobaan dari salah seorang narapidana yang memasukan narkoba jenis sabu ke dalam makanan tahu sambal," ujarnya. Berkat kejelian dari petugas Lapas yang memeriksa barang bawaan yang akan diberikan kepada Napi. Sehingga ditemukan salah satu makanan tahu sambal yang mencurigakan, maka dilakukanlah pemeriksaan dan didapati satu buah plastik klip yang berisikan narkoba jenis sabu seberat 9,09 gram yang dibawa oleh seorang tersangka dengan inisial C. Temuan tersebut dilaporkan kepada Satresnarkoba Polres Singkawang dan hasil pengembangan yang dilakukan kepada C, menyebutkan keterlibatan HJ yang memiliki anak yang sedang berada di Lapas dengan modus mengirimkan makanan tahu sambal yang berisikan narkoba jenis sabu tersebut. Sedangkan untuk tersangka SU dan LY adalah pengungkapan kasus narkoba yang dilaporkan oleh masyarakat. Mendapati laporan tersebut, anggota Satresnarkoba Polres Singkawang langsung melakukan serangkaian penyelidikan dari sebuah pondok yang ditempati oleh SU di Jalan Kaliasin Dalam, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Minggu (22/05/2022). "Dari penggeledahan yang dilakukan kepada SU, kami menemukan narkoba jenis sabu seberat 34,3 gram yang dikemas dalam 50 paket plastik klip," ungkapnya. Dari tersangka SU, pihaknya lakukan pengembangan dan didapatilah tersangka lain berinisial LY. "Dari tangan LY, kami menemukan narkoba jenis sabu seberat 0,14 gram dan berikut alat bukti pakai," jelasnya. Atas perbuatannya, empat tersangka ini akan dikenakan Pasal 112 dan 114 UU Narkotika dengan ancaman minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (ja)
Lokal

PIFA, Lokal - Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Tabungan Negara (BTN) di Jalan Arteri Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, rusak parah diduga akibat dibobol maling, Selasa (20/6/2023). Kapolsek Sungai Raya, AKP Hasiolan Saragih mengatakan, informasi awal pembobolan atau perusakan mesin ATM itu, berdasarkan laporan nasabah yang akan menarik uang di ATM di depan Akbid UPB itu. Nasabah pun kaget melihat mesin ATM sudah dalam keadaan rusak. “Berdasarkan laporan itu kami turun melihat, memastikan apakah betul terjadinya pembobolan ATM. Ternyata benar, ATM BTN telah dibobol,” katanya, Selasa (20/6/2023). Menurutnya, mesin ATM tersebut pada malam sebelum kejadian masih dalam kondisi yang baik. Sehingga dia memperkirakan aksi pembobolan itu terjadi pada dini hari. "Karena malam belum ditemukan ATM rusak. Tapi pagi ditemukan, sangat mungkin kejadiannya subuh," ujarnya. Hingga saat ini, sambung Hasiolan, pihak BTN belum melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Sehingga, kerugian akibat pembobolan mesin ATM itu belum bisa ditafsir. "Pihak BTN belum bikin laporan ke Polres Kubu Raya atau Polsek,” terangnya. Tim gabungan Polsek Sungai Raya dan Inafis Polres Kubu Raya sudah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi bakal mempelajari terkait arah pelaku pembobolan dari hasil penyelidikan tersebut. "Monitor rusak. Akan kita pelajari potensi siapa saja pelakunya, dan kita akan komunikasi dengan pihak BTN," pungkasnya. Pihak kepolisian juga telah mengumpulkan sejumlah barang bukti termasuk CCTV yang terpasang di ATM tersebut. Selain itu, memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap aksi kejahatan ini. (ad)