Satu unit truk pengangkut material tambang batu bara bernomor polisi BM 9216 WU, milik PT Asima Jasa Utama mengalami kecelakaan tunggal di ruas jalan lintas Meulaboh-Nagan Raya, di depan rumah warga d

Satu unit truk pengangkut material tambang batu bara bernomor polisi BM 9216 WU, milik PT Asima Jasa Utama mengalami kecelakaan tunggal di ruas jalan lintas Meulaboh-Nagan Raya, di depan rumah warga d

Berandascoped-by-BerandaNasionalscoped-by-NasionalTruk Pengangkut Batu Bara Terbalik di Aceh Barat Akibat Pecah Ban

Truk Pengangkut Batu Bara Terbalik di Aceh Barat Akibat Pecah Ban

Nasional | Jumat, 15 Mei 2026

Satu unit truk hauling pengangkut material batu bara terbalik di ruas jalan lintas barat Aceh, tepatnya di kawasan Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (14/5/2026) malam.

Kasat Lantas Polres Aceh Barat, AKP Eko Suhendro mengatakan kecelakaan tunggal tersebut diduga terjadi akibat pecah ban pada bagian belakang truk.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini,” kata Eko kepada wartawan, Jumat malam di Meulaboh.

Truk bernomor polisi BM 9216 WU milik PT Asima Jasa Utama itu dikemudikan Ikbal (24), warga Desa Seureuke, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, truk melaju dari arah Meulaboh menuju Kabupaten Nagan Raya. Saat tiba di lokasi kejadian, kedua ban belakang sebelah kiri truk mengalami pecah ban.

Di saat bersamaan, terdapat pengendara sepeda motor di depan truk. Untuk menghindari tabrakan, sopir truk berusaha membanting setir ke arah kiri.

Namun, ban depan sebelah kiri juga pecah sehingga truk kehilangan kendali dan akhirnya terbalik di badan jalan.

Akibat insiden tersebut, bagian belakang dan samping kiri truk mengalami kerusakan. Sementara sopir dipastikan selamat dan tidak mengalami luka-luka.

Material batu bara yang sempat tumpah di depan rumah warga juga telah dibersihkan sepenuhnya hingga Jumat malam.

Rekomendasi

Foto: Netflix Siapkan "Squid Game: The Challenge" di Tengah Kekecewaan atas Emmy Awards 2025 | Pifa Net

Netflix Siapkan "Squid Game: The Challenge" di Tengah Kekecewaan atas Emmy Awards 2025

Pifabiz
| Jumat, 18 Juli 2025
Foto: PSSI:Naturalisasi Dean, Joey, dan Emil Bawa Garuda Selangkah Lebih Dekat ke Panggung Dunia | Pifa Net

PSSI:Naturalisasi Dean, Joey, dan Emil Bawa Garuda Selangkah Lebih Dekat ke Panggung Dunia

Indonesia
| Kamis, 6 Maret 2025
Foto: Real Madrid Umumkan Skuad Lengkap untuk Piala Dunia Antarklub 2025, Ini Daftarnya | Pifa Net

Real Madrid Umumkan Skuad Lengkap untuk Piala Dunia Antarklub 2025, Ini Daftarnya

Sports
| Kamis, 12 Juni 2025
Foto: Nita Vior Sibuk sebagai Pengantin Baru, Belajar Masak untuk Vincent Kosasih | Pifa Net

Nita Vior Sibuk sebagai Pengantin Baru, Belajar Masak untuk Vincent Kosasih

Indonesia
| Minggu, 19 Januari 2025
Foto: Ledakan di Pamulang Hancurkan Tiga Rumah, Empat Warga Luka-Luka | Pifa Net

Ledakan di Pamulang Hancurkan Tiga Rumah, Empat Warga Luka-Luka

Nasional
| Jumat, 12 September 2025
Foto:   FC Barcelona Mengakhiri Kontrak Clement Lenglet Lebih Awal | Pifa Net

FC Barcelona Mengakhiri Kontrak Clement Lenglet Lebih Awal

Sports
| Selasa, 10 Juni 2025
Foto: Samsung Galaxy S25 Edge Siap Diluncurkan 13 Mei, Ini Bocoran Spesifikasi dan Harganya | Pifa Net

Samsung Galaxy S25 Edge Siap Diluncurkan 13 Mei, Ini Bocoran Spesifikasi dan Harganya

Indonesia
| Selasa, 6 Mei 2025
Foto: Secangkir Kopi atau Teh di Pagi Hari Terbukti Tingkatkan Suasana Hati | Pifa Net

Secangkir Kopi atau Teh di Pagi Hari Terbukti Tingkatkan Suasana Hati

Lifestyle
| Senin, 18 Agustus 2025
Foto: 6 Perusahaan di Kalbar Disegel karena Karhutla, Pemerintah Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi | Pifa Net

6 Perusahaan di Kalbar Disegel karena Karhutla, Pemerintah Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi

Kalbar
| Minggu, 3 Agustus 2025
Foto: Razman Minta Kasus Vadel Badjideh Dihentikan, Begini Kata Polisi | Pifa Net

Razman Minta Kasus Vadel Badjideh Dihentikan, Begini Kata Polisi

Jakarta
| Selasa, 21 Januari 2025

Berita Terkait

Pifabiz

Foto: Niat Jebak Kecoak Malah Dapat Kobra, Pengalaman Wanita Ini Bikin Merinding | Pifa Net

Niat Jebak Kecoak Malah Dapat Kobra, Pengalaman Wanita Ini Bikin Merinding

PIFAbiz - Seorang wanita dibalik akun TikTok callmeriaaja baru-baru ini mendapat pengalaman yang sangat mengerikan ketika menjebak kecoa memakai perangkat super lengket di rumahnya. Alih-alih mendapatkan kecoa, wanita tersebut justru mendapatkan hal yang tidak diharapkan. Jebakan kecoa yang ia pasang justru menjebak seekor ular kobra. Dalam video yang diunggah di akun TikTok miliknya, wanita tersebut memperlihatkan perangkat lengket yang menjebak seekor ular kobra berwarna hitam. Nampak dalam video, ular itu hanya dapat menggeliat tanpa bisa melepaskan diri dari lem yang menjebaknya. "Ini ular apa ya? Kok ya malah dapat beginian sih. Masih hidup lagi, enaknya diapain? Digoreng? Astaga. Ini ular sanca apa ular apa ya, kok agak ngeri sih?" kata perempuan tersebut. Unggahan video tersebut selanjutnya membuat heboh warganet hingga viral di media sosial. Sejumlah warganet mengingatkan bahaya dari ular kobra dan memperingatkan perempuan tersebut agar lebih berhati-hati. "Malah nanya bu, cepat panggil petugas Damkar biar ularnya diamankan," ujar netizen. "Ini namanya Ular Kobra Jawa aka Ular Dumung aka Ular Sendok, hati-hati ini di daerah pedesaan lagi di serang wabah Ular ini, anakan2 mulai menetas diawal tahun. Kemarin dirumahku ada sekitar 10 ekor anakan ular dan 1 indukan kobra. Tetangga juga sama, hati-hati ular ini walaupun baru menetas bisa nya sama dengan Ular king Kobra, bisanya bisa disembur ke mata jarak 2 M. Kalau rumahnya deket kebun saran ku, pintu2 jgn ada celah untuk masuk ular ini," kata warganet lainnya. "Hati2 nanti tiba2 tu ular lepas dr perangkapnya trs lompat tuh ke arah kamera lalu bilang ini enaknya di apaain ya," papar netizen. (b)

Indonesia
| Minggu, 26 Februari 2023

Pifabiz

Foto: Sempat Jadi Korban KDRT, Prestasi Lesti Kejora Kini Meroket Raih Empat Piala SCTV | Pifa Net

Sempat Jadi Korban KDRT, Prestasi Lesti Kejora Kini Meroket Raih Empat Piala SCTV

PIFAbiz - Pada Selasa (9/5), SCTV Music Awards 2023 telah sukses digelar dengan penampilan spesial dari musisi ternama yaitu, Ed Sheeran dan beberapa musisi Tanah Air lainya seperti RIzky Febian dan Mahalini. Sempat lama tak muncul, dalam acara panggung yang megah itu tentunya menjadi momen istimewa bagi seorang Lesti Kejora karena untuk pertama kalinya kembali tampil di layar kaca. Dia menyanyikan lagu "Sekali Seumur Hidup" serta single terbarunya berjudul "Insan Biasa”, momen untuk mengobati kerinduan para penggemarnya. "Alhamdulillah bisa kembali berdiri di panggung semegah ini," kata Lesti Kejora usai menerima empat piala yang diraihnya di acara SCTV Music Awards 2023, dikutip dari Liputan6. Setelah menerpa kehidupan rumah tangga yang pahit. Kini Lesti Kejora bangkit dengan prestasinya yang meroket. Dia berhasil memborong empat kategori penghargaan Penyanyi Dangdut Paling Ngetop, Video Klip Paling Ngetop, Lagu Dangdut Paling Ngetop, serta Penyanyi Paling Sosmed. Penghargaan tersebut dipersembahkannya untuk keluarga dan orang-orang terdekatnya. "Penghargaan ini untuk semua yang telah mendukung Lesti hingga saat ini. Terima kasih suamiku, anakku, dan kedua orangtuaku atas semua doanya. Mudah-mudahan bisa terus berkarya dan tahun ini bisa punya album," kata Lesti. Diketahui sebelumnya, Lesti melaporkan suaminya, yaitu Rizky Billar pada 28 september 2022 lalu ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan KDRT. Dalam dokumen laporan polisi diketahui bahwa Rizky Billar melakukan dua kali tindak pidana KDRT terhadap Lesti pada pukul 02.30 dan 10.00 di tanggal 28 September 2022. Setelah melapor, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengungkap hasil visum Lesti, yang menyimpulkan bahwa Lesti mutlak mengalami KDRT dari Rizky Billar.  Dalam hasil visum itu, Lesti mendapat luka memar di leher bagian depan disertai bengkak, nyeri. Berdasar hasil visum, luka lebam diduga disebabkan oleh penganiayaan. Hasil visum ini juga menegaskan bahwa kasus KDRT yang dialami Lesti bukan rekayasa. (hs)

Jakarta
| Rabu, 10 Mei 2023

Lokal

Foto: Photovoice Bangun Kesadaran Baru soal Risiko Banjir di Pontianak | Pifa Net

Photovoice Bangun Kesadaran Baru soal Risiko Banjir di Pontianak

PIFA, Lokal – Rangkaian kegiatan Diseminasi Photovoice bertajuk “Mata Warga Memaknai Risiko Banjir Pontianak” yang berlanjut pada Jumat (16/1/2026) memunculkan kesadaran baru di kalangan peserta dan pengunjung pameran. Banjir yang selama ini kerap dianggap sebagai kejadian rutin tahunan mulai dipahami sebagai ancaman serius yang terus meningkat. Melalui foto dan cerita warga dalam program Photovoice yang digarap Yayasan Kolase bersama FINCAPES, risiko banjir di Pontianak dipotret dari pengalaman langsung masyarakat terdampak. Pendekatan ini menghadirkan perspektif personal sekaligus kritis terhadap persoalan banjir yang dihadapi kota tersebut. Salah satu peserta Photovoice, Nasywa Raida Nisriena, mengaku kegiatan ini jauh melampaui ekspektasinya. Ia awalnya mengira agenda hanya berisi presentasi formal. “Menurutku kegiatannya di luar ekspektasi. Kalau dilihat di rundown cuma presentasi-presentasi biasa, tapi ternyata jauh sekali dari ekspektasi,” ujarnya. Dari paparan narasumber, Nasywa mendapat sudut pandang baru bahwa risiko banjir tidak bisa diperlakukan secara seragam karena berkaitan erat dengan keadilan sosial. “Dari FINCAPES ngasih tahu ternyata risiko banjir ini tidak bisa disamaratakan. Penanganannya harus mempertimbangkan kesetaraan gender dan ekonomi. Misalnya saat banjir, kelompok paling rentan harus diprioritaskan. Itu jadi pengetahuan baru buat aku,” katanya. Namun demikian, ia menilai respons pemerintah masih minim dan belum menyentuh solusi konkret. “Dari Pemkot Pontianak, terutama Bapperida, waktu ditanya solusi jawabannya cuma masyarakat yang mengantisipasi. Padahal banjir 8 Desember itu tertinggi dalam 20 tahun. Harusnya sudah ada tindakan yang pasti,” ujarnya. Melalui Photovoice, Nasywa merasa pesan yang ingin disampaikan warga dapat tersalurkan dengan lebih jujur. “Photovoice itu foto yang bersuara. Aku benar-benar menjelaskan apa yang ada di foto dan apa yang aku rasakan. Menurut aku, semua perasaan soal banjir itu sudah tersampaikan,” katanya. Kegiatan ini juga mengubah cara pandangnya terhadap banjir di Pontianak. “Dulu aku nganggep banjir itu remeh, agenda tahunan aja. Tapi setelah Photovoice ini, aku sadar ini bukan banjir biasa. Dari penelitian, Pontianak bisa tenggelam,” ujarnya. Menurut Nasywa, dampak kegiatan ini terasa nyata bagi peserta. “Bener-bener nambah pengetahuan, relasi, dan kesadaran. Aku yakin 18 peserta Photovoice mengalami peningkatan awareness soal banjir,” katanya. Ia juga menyoroti persoalan klasifikasi banjir yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. “Semoga ke depan banjir di Pontianak tidak cuma dianggap genangan karena harus 40 sentimeter dan 1/24 jam. Padahal itu banjir tinggi, tapi dianggap genangan sehingga tidak tercatat sebagai data banjir,” ujarnya. Kesadaran serupa dirasakan para pengunjung pameran. Indri, salah satu pengunjung, mengaku tidak menyangka pameran foto ini menyimpan kisah yang emosional. “Awalnya kirain cuma pameran foto banjir biasa. Ternyata fotografernya masyarakat yang ngalamin langsung. Ada cerita makam pamannya ikut terendam dan fotografernya sampai nangis. Ini bikin kita makin sadar kalau banjir di Pontianak nggak bisa dianggap sepele,” katanya. Pengunjung lainnya, Wahyu, menilai foto-foto yang dipamerkan berhasil menyoroti dampak banjir terhadap kelompok rentan. “Saya paling tertarik foto rumah disabilitas tuli yang terendam cukup tinggi. Foto-foto ini bikin kita sadar, banjir dirasakan semua orang tanpa memandang disabilitas atau kelompok rentan,” ujarnya. Ia berharap pemerintah tidak lagi memandang banjir rob sebagai kejadian biasa. “Banjir ini bukan hal sepele. Kita berharap pemerintah punya solusi nyata. Banjir rob bukan cuma soal air dan bukan sesuatu yang bisa dibiarkan begitu saja,” katanya. Melalui Photovoice, warga tidak sekadar memotret banjir, tetapi membangun kesadaran kolektif bahwa risiko banjir di Pontianak membutuhkan respons cepat, kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan, serta keterlibatan aktif warga sebagai bagian dari solusi.

Lokal
| Sabtu, 17 Januari 2026
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5