Trump Ancam Gempur Iran Lagi usai Sebut MoU Perdamaian "Sudah Berakhir"
Internasional | Rabu, 8 Juli 2026
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya kemungkinan akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu (8/7) malam, setelah menuding Teheran menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam konferensi pers menjelang pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki.
Trump menuduh Iran mengerahkan sejumlah drone dan rudal yang menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz.
"Mereka meluncurkan serangkaian drone dan satu rudal ke kapal-kapal, karena mereka berada di selat, yang mana mereka berhak berada di sana," kata Trump.
Menurut Trump, tudingan tersebut menjadi alasan Amerika Serikat menggempur target-target militer Iran di kawasan Selat Hormuz sehari sebelumnya.
Ia kemudian mengisyaratkan serangan lanjutan terhadap Iran.
"Kita mungkin akan menyerang mereka lagi dengan keras malam ini. Aku akan memberi mereka sedikit peringatan," ujarnya.
"Kita akan memberi mereka pukulan telak malam ini. Tapi kita lihat saja bagaimana hasilnya nanti," tambah Trump.
Sebelumnya, Trump juga menyatakan nota kesepahaman (MoU) perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran sudah tidak lagi berlaku.
"Buat saya itu sudah berakhir," kata Trump di sela KTT NATO.
"Itu cuma menghabiskan waktu membuat kesepakatan dengan mereka," lanjutnya.
MoU tersebut ditandatangani pada awal Juni oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian melalui mediasi tanpa pertemuan langsung. Kesepakatan itu memuat komitmen kedua negara untuk menghentikan seluruh bentuk serangan serta memberikan waktu 60 hari bagi Washington dan Teheran untuk merundingkan penyelesaian konflik secara permanen.
Pernyataan terbaru Trump menandai meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, meski sebelumnya kedua negara tengah menjalani proses negosiasi berdasarkan kesepakatan tersebut.



















