Reuters

Reuters

Berandascoped-by-BerandaInternasionalscoped-by-InternasionalTrump dan Teori Orang Gila: Strategi Intimidasi dalam Perang Melawan Iran

Trump dan Teori Orang Gila: Strategi Intimidasi dalam Perang Melawan Iran

Internasional | Sabtu, 15 Agustus 2026

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan karena gaya komunikasinya yang keras dan penuh ancaman selama perang dengan Iran.

Pernyataan Trump di media sosial kerap memperlihatkan sikap konfrontatif, bahkan ketika menyangkut ancaman terhadap sebuah negara. Salah satu contohnya terjadi pada 7 April lalu, ketika Trump memperingatkan Iran bahwa "seluruh peradaban Iran akan musnah malam ini" apabila Teheran menolak berpartisipasi dalam perundingan damai.

Dalam pernyataan tersebut, Trump juga mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil serta pembangkit listrik Iran.

Ancaman itu pada akhirnya tidak direalisasikan setelah pembicaraan tatap muka bersejarah dijadwalkan berlangsung di Pakistan. Namun, gaya komunikasi Trump kembali terlihat ketika ia mendesak Iran membuka kembali Selat Hormuz.

"Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka selat sialan itu, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di neraka - lihat saja! Segala puji bagi Allah. Presiden DONALD J TRUMP," tulisnya.

Cara Trump menyampaikan ancaman tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan strategi yang dikenal sebagai "Madman Theory" atau Teori Orang Gila.

Teori Orang Gila Nixon

Konsep tersebut pertama kali dikenal luas melalui Presiden AS Richard Nixon ketika menghadapi Perang Vietnam pada awal 1970-an.

Nixon berusaha membangun persepsi bahwa dirinya tidak dapat diprediksi dan bersedia mengambil tindakan ekstrem demi memaksa lawannya menghentikan perang.

Dalam percakapannya dengan calon kepala staf Gedung Putih Bob Haldeman pada 1968, Nixon bahkan menjelaskan gagasan tersebut secara terbuka.

"Saya menyebutnya 'teori orang gila' Bob," katanya kepada Haldeman, seperti diceritakan Anthony Summers dalam buku The Arrogance of Power.

Nixon ingin Vietnam Utara percaya bahwa dirinya telah mencapai titik di mana ia mungkin melakukan apa saja untuk menghentikan perang.

"Saya ingin Vietnam Utara percaya bahwa saya telah mencapai titik di mana saya mungkin melakukan apa saja untuk menghentikan perang. Kita akan menyelipkan pesan kepada mereka bahwa 'demi Tuhan, Anda tahu Nixon terobsesi dengan komunis. Kita tidak bisa menahannya ketika dia marah, dan dia memegang kendali atas tombol nuklir', dan Ho Chi Minh sendiri akan berada di Paris dalam dua minggu memohon perdamaian," dikutip dari The Guardian.

Strategi tersebut pada dasarnya bertumpu pada ketidakpastian. Lawan dibuat percaya bahwa pemimpin yang dihadapinya bisa mengambil keputusan ekstrem, sehingga ancaman yang disampaikan menjadi lebih sulit diabaikan.

Trump Disebut Mengadopsi Strategi Serupa

Trump disebut memiliki ketertarikan terhadap pendekatan tersebut dan menggunakannya dalam menghadapi Iran.

Robert Tait, yang menganalisis penerapan Teori Orang Gila pada Trump, melihat adanya kemiripan antara strategi Trump saat ini dengan pendekatan Nixon ketika menghadapi Vietnam Utara pada 1972.

Trump berulang kali mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran, kemudian mengambil langkah mundur ketika kondisi memungkinkan tercapainya kesepakatan tertentu.

Namun, persoalannya adalah Iran belum menunjukkan tanda-tanda menyerah setelah hampir enam pekan pengeboman.

Di tengah situasi tersebut, Trump membutuhkan cara untuk menghindari kesan bahwa perang berakhir tanpa kemenangan yang jelas bagi Amerika Serikat.

Ali Vaez, Direktur Program Iran dari International Crisis Group, menilai Trump mungkin sedang mencari jalan keluar yang memungkinkan dirinya mengklaim kemenangan tanpa harus memperpanjang konflik.

"Karena dia belum mampu meraih kemenangan telak dari konflik ini sejauh ini, dia mungkin sedang mencari semacam langkah besar agar bisa mundur dan menyatakan kemenangan tanpa para kritikusnya mampu membantah narasi kemenangannya," kata Vaez.

Ancaman terhadap Selat Hormuz juga dapat menjadi salah satu cara bagi Trump untuk mendapatkan hasil yang bisa dipresentasikan sebagai kemenangan. Dengan menekan Teheran agar membuka kembali jalur perdagangan penting tersebut, Trump dapat menghindari pilihan yang jauh lebih berisiko, yakni mengerahkan pasukan darat.

Trump juga mengklaim Iran telah berjanji untuk "menggali dan menyingkirkan" material nuklir.

Bukan Pertama Kali Trump Menggunakan Gaya "Orang Gila"

Daniel Drezner, Profesor Politik Internasional di The Fletcher School, Tufts University, juga pernah mengulas pendekatan Trump tersebut.

Menurut analisis Drezner, Trump telah membangun reputasi sebagai pemimpin yang sulit diprediksi sejak masa jabatan pertamanya. Pendekatan tersebut paling terlihat dalam kebijakannya terhadap Korea Utara dan Korea Selatan.

Pada 2017, Trump meningkatkan tekanan verbal terhadap Korea Utara. Dalam sebuah pernyataan pada Agustus tahun itu, Trump memperingatkan Pyongyang dengan ancaman keras.

"Korea Utara sebaiknya tidak lagi mengancam Amerika Serikat.Mereka akan dihadapi dengan api, amarah, dan terus terang kekuatan yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya."

Sebulan kemudian, dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, Trump menyebut pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sebagai "Manusia Roket" dan memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat "menghancurkan Korea Utara sepenuhnya."

Pendekatan serupa juga diterapkan Trump dalam hubungan dagang dengan Korea Selatan.

Pada 2017, pemerintahannya berupaya menegosiasikan ulang ketentuan Perjanjian Perdagangan Bebas AS-Korea. Menurut laporan Jonathan Swan di Axios, Trump bahkan memerintahkan kepala negosiator perdagangan Robert Lighthizer untuk memberi tahu pihak Korea Selatan bahwa dirinya adalah orang yang tidak dapat diprediksi.

"Katakan kepada mereka, 'Orang ini sangat gila sehingga dia bisa menarik diri kapan saja.' Katakan kepada mereka jika mereka tidak memberikan konsesi sekarang, orang gila ini akan menarik diri dari kesepakatan."

Swan kemudian mencatat bahwa sejumlah pemimpin dunia menganggap Trump benar-benar gila, sementara Trump sendiri tampaknya melihat reputasi tersebut sebagai sebuah keuntungan.

Dalam konteks perang dengan Iran, pola komunikasi Trump kembali memunculkan pertanyaan mengenai apakah ancaman-ancaman ekstrem tersebut merupakan luapan emosi atau justru bagian dari strategi yang sengaja dibangun.

Jika mengikuti logika Madman Theory, ketidakpastian justru menjadi senjata. Trump tidak harus benar-benar melakukan seluruh ancamannya. Cukup dengan membuat lawan percaya bahwa ia mungkin melakukannya, tekanan psikologis dan diplomatik dapat digunakan untuk memaksa lawan mengambil langkah yang menguntungkan Washington.

Rekomendasi

Foto: Bocah 8 Tahun di Kubu Raya Ditemukan Tewas Tenggelam di Parit Masigi | Pifa Net

Bocah 8 Tahun di Kubu Raya Ditemukan Tewas Tenggelam di Parit Masigi

Lokal
| Selasa, 28 Oktober 2025
Foto: Jakarta Bergetar, Ribuan Biker AEROX Banjiri Ruas Jalan Kota di Malam Hari | Pifa Net

Jakarta Bergetar, Ribuan Biker AEROX Banjiri Ruas Jalan Kota di Malam Hari

Jakarta
| Kamis, 13 Maret 2025
Foto: Said Abdullah: Anggota DPR yang Dinonaktifkan Fraksi Tetap Terima Gaji | Pifa Net

Said Abdullah: Anggota DPR yang Dinonaktifkan Fraksi Tetap Terima Gaji

Politik
| Senin, 1 September 2025
Foto: Polresta Pontianak akan Tindak Tegas Aksi Debt Collector yang Ancam Konsumen | Pifa Net

Polresta Pontianak akan Tindak Tegas Aksi Debt Collector yang Ancam Konsumen

Pontianak
| Kamis, 15 Mei 2025
Foto:  Studi Ungkap Lebah Bumblebee Mampu Bedakan Kedipan Cahaya Mirip Kode Morse, Setara Kemampuan Vertebrata | Pifa Net

Studi Ungkap Lebah Bumblebee Mampu Bedakan Kedipan Cahaya Mirip Kode Morse, Setara Kemampuan Vertebrata

Tekno
| Selasa, 18 November 2025
Foto: Maroon 5 Umumkan Album Baru "Love Is Like", Rilis 15 Agustus | Pifa Net

Maroon 5 Umumkan Album Baru "Love Is Like", Rilis 15 Agustus

Pifabiz
| Selasa, 24 Juni 2025
Foto: Prabowo Masih Pelajari Pengunduran Diri Hasan Nasbi, Mensesneg: Belum Ada Keputusan Resmi | Pifa Net

Prabowo Masih Pelajari Pengunduran Diri Hasan Nasbi, Mensesneg: Belum Ada Keputusan Resmi

Indonesia
| Rabu, 30 April 2025
Foto: WhatsApp Hadirkan Fitur Scan Dokumen, Ini Cara Menggunakannya | Pifa Net

WhatsApp Hadirkan Fitur Scan Dokumen, Ini Cara Menggunakannya

Indonesia
| Rabu, 30 April 2025
Foto: Daftar Top Skor Liga Inggris, Mo Salah Kokoh di Puncak | Pifa Net

Daftar Top Skor Liga Inggris, Mo Salah Kokoh di Puncak

Inggris
| Senin, 24 Februari 2025
Foto: Barbie Hsu Tutup Usia Usai Terkena Pneumonia Pasca-Influenza, Apa Itu? | Pifa Net

Barbie Hsu Tutup Usia Usai Terkena Pneumonia Pasca-Influenza, Apa Itu?

Indonesia
| Senin, 3 Februari 2025

Berita Terkait

Teknologi

Foto: Keluarkan Produk Terbaru! Spesifikasi Nokia Edge 2022 Mirip Iphone 13, Berapa Kisaran Harganya ? | Pifa Net

Keluarkan Produk Terbaru! Spesifikasi Nokia Edge 2022 Mirip Iphone 13, Berapa Kisaran Harganya ?

Berita Teknologi, PIFA –  Handphone Nokia Edge 2022 menjadi viral lantaran Ponsel ini spesifikasi kamera yang mirip dengan iPhone 13, namun dengan harga yang lebih terjangkau. Seperti kita ketahui di Tahun 2000-an Handphone Nokia merupakan salah satu merek produk dengan pengguna terbanyak di Indonesia lantaran fitur dan kecanggihannya sudah bisa dikatakan sangat baik di masa itu. Namun, beberapa tahun kemudian Nokia jarang terdengar di Pasaran produk elektronik khususnya handphone maskipun ditengah melajunya persaingan berbagai merek produk Handphone, hingga kini di saatnya nokia  kembali merilis produk terbaru mereka. Nokia Edge 2022 akan menjadi ponsel premium Nokia HMD Global. Ponsel ini sudah lama dirancang dan dipersiapkan untuk menghasilkan ponsel yang istimewa. Walaupun mempunyai spesifikasi yang mumpuni, namun HP Nokia Edge 2022 dibanderol dengan harga di bawah Rp10 juta. Harganya di pasar internasional akan dibanderol mencapai US$490 atau setara dengan Rp7 juta.  Spesifikasi Nokia Edge 2022 Dilandsir dari sumber Bisnis.com bahwa, Nokia Edge 5G 2022 dilengkapi dengan layar sentuh kapasitif Super AMOLED 6,9” inci dengan resolusi 4K. Namun, ada rumor juga yang mengatakan bahwa Nokia Edge 2022 dilengkapi oleh layar Super AMOLED 6,8” inci.   Selain itu, layar Nokia baru ini dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 7 dengan tampilan rasio aspek 21:9 yang panjang.   Smartphone ini memiliki Prosesor Chipset Qualcomm Snapdragon 888 5G yang kuat dengan RAM 10/12 GB dan ROM 256/512 GB, serta kapasitas internal tambahan melalui kartu micro SD hingga 1TB. Fasilitas ini cukup untuk menjalankan sistem operasi Android 12 Version, seperti Nokia Play 2 Max 2022.   Unggulan Nokia Edge 2022 ditenagai oleh baterai Li-Polymer 6900 mAh Non-removable dengan Quick Charger 40W. Namun, ada sumber lain yang menuliskan bahwa Nokia Edge 2022 menyertakan baterai sebesar 7400mAh dengan dukungan pengisian baterai cepat 33W.   Tidak hanya itu, ada juga yang memperkirakan bahwa Nokia Edge 2022 menggunakan baterai Non-removable tipe Li-Polymer 7150 mAh dan fitur fast-charging 45W.   Pada bagian kamera, Nokia Edge 2022 dilengkapi dengan Quad 108 MP + 32 MP + 13 MP + 8 MP pada bagian belakang dan 64 MP pada kamera selfie bersama Flash Light. Sementara itu, ada juga yang memperkirakan Nokia Edge 2022 memiliki lensa utama 64MP + 16MP + 2MP + 2MP dengan lampu kilat LED dan 32MP pada kamera selfie.   Pada bagian sensor, perusahaan Nokia menambahkan fitur sensor terbaru yang, yaitu Fingerprint, Face ID, accelerometer, gyro, proximity, compass, dan barometer. Namun belum  juga dapat dipastikan Nokia Edge 2022 kapan akan masuk ke pasar Indonesia. (ja) 

Dunia
| Jumat, 13 Mei 2022

Sports

Foto: Tiga Gerakan Efektif Perkuat Lengan Setelah Usia 45 Tahun | Pifa Net

Tiga Gerakan Efektif Perkuat Lengan Setelah Usia 45 Tahun

PIFA, Lifestyle — Lengan yang kuat tak hanya terlihat menarik, tapi juga penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari agar lebih mudah dilakukan. Setelah memasuki usia 45 tahun, membangun otot lengan menjadi semakin penting karena berperan besar dalam menjaga metabolisme, kesehatan sendi, dan kelincahan tubuh. Kabar baiknya, Anda tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di pusat kebugaran untuk mendapatkan hasilnya. Dengan kombinasi gerakan sederhana, serat otot yang dorman dapat kembali aktif, membantu membangun kekuatan secara cepat dan efektif. Melansir Eat This, Not That, berikut tiga gerakan latihan yang dapat melatih seluruh bagian lengan, sekaligus meningkatkan stabilitas bahu dan kekuatan genggaman tangan. 1. Dumbbell Curl to Press Gerakan ini menggabungkan latihan bisep dan bahu dalam satu rangkaian sehingga memberikan hasil maksimal dalam waktu singkat. Cara melakukannya: Berdiri tegak sambil memegang dumbel di kedua tangan.Angkat dumbel ke arah bahu.Lanjutkan dengan mengangkat dumbel ke atas kepala hingga lengan lurus tegak.Turunkan perlahan ke posisi semula.Ulangi 10–12 kali. 2. Overhead Triceps Extension Latihan ini memperkuat otot trisep di bagian belakang lengan sekaligus menjaga stabilitas bahu. Selain itu, gerakan ini juga mengaktifkan otot perut dan punggung. Cara melakukannya: Pegang satu dumbel dengan kedua tangan, angkat ke atas kepala hingga lengan tegak lurus.Turunkan dumbel perlahan ke belakang kepala hingga siku menekuk sekitar 90 derajat.Kembalikan ke posisi semula dan ulangi 10–12 kali. 3. Zottman Curl Gerakan ini merupakan variasi yang efektif untuk melatih otot bagian depan (bisep) dan bawah lengan (forearm) secara bersamaan. Cara melakukannya: Berdiri tegak dengan kedua tangan memegang dumbel.Angkat dumbel ke arah bahu seperti biasa.Setelah mencapai posisi atas, putar pergelangan tangan dan turunkan dumbel perlahan kembali ke posisi awal.Ulangi 8–10 kali. Latihan ini dapat dilakukan di rumah dengan peralatan minimal, cukup menggunakan sepasang dumbel ringan. Dengan konsistensi latihan 3–4 kali per minggu, otot lengan akan terasa lebih kuat, kencang, dan siap mendukung aktivitas harian dengan lebih mudah. Apakah kamu ingin saya buatkan versi pendek untuk media sosial (misalnya caption Instagram atau artikel “quick tips” gaya portal kesehatan)?

Sports
| Rabu, 22 Oktober 2025

Sports

Foto: Hojlund Akhiri Puasa Gol di Liga Inggris Bersama MU Usai 99 Hari | Pifa Net

Hojlund Akhiri Puasa Gol di Liga Inggris Bersama MU Usai 99 Hari

PIFA.CO.ID, SPORTS - Rasmus Hojlund akhirnya kembali mencatatkan namanya di papan skor Liga Inggris setelah hampir 100 hari tanpa gol. Striker Manchester United itu mencetak gol dalam kemenangan 3-0 atas Leicester City, Senin (17/3) dini hari WIB.Rasmus Hojlund terakhir kali mencetak gol di Liga Inggris pada 7 Desember 2024. Setelah menanti selama 99 hari, ia akhirnya memecah kebuntuan dengan sebuah penyelesaian apik ke gawang Leicester City. Hojlund menerima umpan lambung dari Bruno Fernandes. Dengan sedikit sentuhan untuk mengontrol bola, ia melepaskan tembakan akurat yang menaklukkan kiper lawan. Gol ini menjadi yang ketiga baginya di Liga Inggris musim ini.Di semua ajang, penyerang asal Denmark tersebut baru mencetak delapan gol dari 39 pertandingan. Bukan hanya Hojlund, rekan setimnya, Joshua Zirkzee, juga masih berjuang untuk menembus dua digit gol musim ini."Ini momen penting buat Hojlund. Dia sudah melakukan segalanya dengan baik, membantu tim, dan bertarung memperebutkan bola," ujar manajer Ruben Amorim kepada Daily Mail."Itu adalah gol yang sulit dengan kontrol memakai kaki kanannya. Sayang sekali sekarang harus jeda internasional, karena kepercayaan diri kami lagi tinggi," tambahnya.

Inggris
| Selasa, 18 Maret 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5