Reuters

Reuters

Berandascoped-by-BerandaInternasionalscoped-by-InternasionalTrump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Ancam Iran dengan Serangan 100 Kali Lebih Keras

Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Ancam Iran dengan Serangan 100 Kali Lebih Keras

Internasional | Sabtu, 15 Agustus 2026

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim negaranya telah menguasai penuh Selat Hormuz. Ia juga memperingatkan Iran akan menghadapi serangan yang jauh lebih keras jika kembali menyerang Amerika Serikat.

"Kami sepenuhnya mengendalikan, kami memiliki, dalam arti yang sebenarnya, kami memiliki Selat Hormuz," kata Trump dilansir dari Fox News, Jumat (14/8).

Trump mengatakan Amerika Serikat saat ini menerapkan blokade di kawasan tersebut yang ia ibaratkan sebagai "tembok baja". Menurutnya, kapal hanya dapat melintasi Selat Hormuz apabila mendapat izin dari Washington.

"Kami hanya mengizinkan kapal masuk jika kami menginginkan mereka masuk," ujarnya.

Trump juga mengeklaim blokade tersebut telah membuat Iran kehilangan pendapatan hingga ratusan juta dolar AS setiap hari. Selain blokade, sanksi ekonomi yang diberlakukan Washington disebut semakin memberikan tekanan terhadap pemerintahan Teheran.

Trump kemudian melontarkan ancaman keras apabila Iran kembali melakukan serangan terhadap Amerika Serikat.

"Jika mereka menyerang, kami akan menyerang balik 100 kali lebih keras," kata Trump.

Ia juga mengaku tidak khawatir konflik dengan Iran akan berdampak terhadap posisi politiknya menjelang pemilu paruh waktu AS. Trump kembali menyinggung persoalan harga bahan bakar dan alasan pemerintahannya mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

"Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Ini sangat sederhana," kata Trump.

Trump kembali menegaskan klaim mengenai blokade di Selat Hormuz dan menggambarkan kekuatan Amerika Serikat di kawasan tersebut sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Kami memiliki blokade yang seperti tembok baja. Tidak ada yang pernah melihat sesuatu seperti ini," ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump sebelumnya mengungkapkan rencana untuk menjadikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat jika Iran berhasil dikalahkan.

"Setelah kita selesai mengalahkan Iran yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," kata Trump, seperti dikutip AFP.

Iran Bantah AS Kuasai Selat Hormuz

Konflik antara AS dan Israel dengan Iran telah berlangsung sejak 28 Februari. Washington dan Tel Aviv menyatakan serangan tersebut bertujuan menghentikan program nuklir Teheran.

Iran kemudian membalas serangan dan memperkuat kendali de facto atas sebagian besar wilayah Selat Hormuz.

Selat tersebut merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi dan berbagai komoditas dunia. Kebuntuan antara Washington dan Teheran mengenai akses pelayaran pun hingga kini masih berlangsung.

Iran menolak membuka kembali jalur tersebut bagi sebagian besar kapal sipil. Di sisi lain, Angkatan Laut AS melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan terhadap perekonomian Teheran.

Hingga Jumat (14/8), lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan hampir lumpuh total setelah dua kapal kembali diserang di kawasan tersebut.

Teheran juga membantah klaim Trump bahwa Amerika Serikat telah menguasai sepenuhnya Selat Hormuz. Iran menegaskan jalur tersebut tidak akan dibuka kembali sebelum sejumlah tuntutan dipenuhi.

Di antara tuntutan Iran adalah pencabutan sanksi ekonomi serta pelepasan aset Iran yang dibekukan.

Di tengah kebuntuan tersebut, Trump terus mengancam akan meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Namun, pada awal pekan ini, ia memberi sinyal bahwa Washington akan lebih mengandalkan tekanan ekonomi dibandingkan memperluas operasi militer untuk menghadapi Iran.

Rekomendasi

Foto: Messi Belum Putuskan Tampil di Piala Dunia 2026 | Pifa Net

Messi Belum Putuskan Tampil di Piala Dunia 2026

Sports
| Jumat, 5 September 2025
Foto: Agensi Klarifikasi Insiden Akun Media Sosial Yeo Jin Goo yang Ikuti Konten Dewasa | Pifa Net

Agensi Klarifikasi Insiden Akun Media Sosial Yeo Jin Goo yang Ikuti Konten Dewasa

Pifabiz
| Minggu, 27 Juli 2025
Foto: Ini Daftar Event Menarik di Pontianak Tahun 2025, Ada Cap Go Meh hingga Festival Kopi | Pifa Net

Ini Daftar Event Menarik di Pontianak Tahun 2025, Ada Cap Go Meh hingga Festival Kopi

Pontianak
| Kamis, 9 Januari 2025
Foto: OPPO Rilis Dua Tablet Baru di Indonesia, Usung Fitur AI hingga Layar Imersif | Pifa Net

OPPO Rilis Dua Tablet Baru di Indonesia, Usung Fitur AI hingga Layar Imersif

Tekno
| Jumat, 13 Juni 2025
Foto: Atletico Madrid Raih Kemenangan Perdana, Tundukkan Villarreal 2-0 | Pifa Net

Atletico Madrid Raih Kemenangan Perdana, Tundukkan Villarreal 2-0

Sports
| Minggu, 14 September 2025
Foto: Harga Terlalu Mahal, Udinese Mundur dari Perburuan Jay Idzes | Pifa Net

Harga Terlalu Mahal, Udinese Mundur dari Perburuan Jay Idzes

Sports
| Kamis, 26 Juni 2025
Foto: Erick Thohir Ungkap Pengumuman Dirtek Timnas Indonesia Dilakukan Akhir Februari | Pifa Net

Erick Thohir Ungkap Pengumuman Dirtek Timnas Indonesia Dilakukan Akhir Februari

Indonesia
| Senin, 20 Januari 2025
Foto: Mohamed Salah Pecahkan Rekor dan Bawa Liverpool Juara Lagi | Pifa Net

Mohamed Salah Pecahkan Rekor dan Bawa Liverpool Juara Lagi

Inggris
| Selasa, 29 April 2025
Foto: Pasangan Film Spider-Man, Tom Holland dan Zendaya Resmi Tunangan | Pifa Net

Pasangan Film Spider-Man, Tom Holland dan Zendaya Resmi Tunangan

As
| Selasa, 7 Januari 2025
Foto: Veddriq Leonardo, Budak Kalbar, Masuk Nominasi The World Games Athlete of The Year 2024 | Pifa Net

Veddriq Leonardo, Budak Kalbar, Masuk Nominasi The World Games Athlete of The Year 2024

Kalbar
| Kamis, 16 Januari 2025

Berita Terkait

Lokal

Foto: 260 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Pontianak Divaksin | Pifa Net

260 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Pontianak Divaksin

Sebanyak 260 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat mengikuti vaksinasi massal COVID-19, Sabtu (3/7/2021). Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak, Kalbar, Jaleha Khairan Noor menerangkan, tidak hanya warga binaan yang ikut divaksin, namun juga para pegawai lapas dan masyarakat sekitarnya. Namun, menurut Jaleh, tidak semua pegawai lapas divaksin karena ada sebagian yang sudah divaksin di Kantor Bupati Kubu Raya beberapa waktu lalu. Selain itu bagi yang divaksin, jumlahnya juga tergantung dari hasil screening yang dilakukan dokter. “Jadi semuanya yang divaksin ini di screening dulu dan mereka-mereka yang memenuhi syarat dari hasil screening itulah yang boleh diberikan vaksin,” katanya melansir antaranews.com. Beberapa waktu yang lalu, pihaknya juga telah melakukan swab antigen baik kepada warga binaan maupun kepada para pegawai lapas. Lapas Perempuan Pontianak juga membatasi masuknya pengunjung yang akan membesuk tahanan. Hal itu, guna mencegah penularan COVID-19 di lingkungan Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak. Bahkan, saat ini masyarakat yang akan berkunjung ke lapas sudah tidak diperbolehkan, dan diganti dengan besuk melalui video call. “Kemudian untuk meningkatkan imunitas warga binaan, kami menyiapkan program berolahraga, pembinaan mental, pembinaan keterampilan dan lain sebagainya,” tutup Jaleha.

Admin
| Minggu, 4 Juli 2021

Nasional

Foto: Bareskrim Polri Sita Aset Senilai Rp1,5 T dari Kasus Investasi Bodong | Pifa Net

Bareskrim Polri Sita Aset Senilai Rp1,5 T dari Kasus Investasi Bodong

Berita Nasional, PIFA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menyita aset milik para tersangka kasus investasi bodong di Indonesia. Total aset yang disita mencapai Rp1,5 triliun. Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan bahwa penyitaan aset dilakukan sebagai langkah penegakan hukum dalam menangani aset-aset yang terindikasi merupakan hasil dari tindak pidana. "Kalau tidak salah, sudah lebih dari 1,5 triliun yang sudah kami sita. Nanti berkembang karena kerja sama kami yang baik dengan PPATK," katanya kepada wartawan, Kamis (10/3). Namun pada konferensi persnya, Agus tak mengungkapkan secara detail aset tersebut mereka yang menjadi tersangka dalam penyitaan aset. Agus menjelaskan bahwa saat ini banyak kaus-kasus investasi ilegal yang ditangani oleh kepolisian. Fenomena itu, kata dia, marak terjadi di tengah masyarakat. Dia menerangkan, beberapa kasus investasi bodong oleh tersangka dilakukan dengan beragam modus operandi dan model kejahatan ekonomi. Berkaitan dengan hal itu, Agus pun meminta agar masyarakat lebih berhati-hati lagi bila hendak berinvestasi. "Oleh sebab itu, mohon kepada masyarakat agar terhindar dari praktik investasi ilegal tersebut. Kami dari jajaran kepolisian mengimbau masyarakat berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan sangat tinggi," pintanya. Melansir CNN Indonesia, pihak penyidik kepolisian telah mengungkapkan beberapa kasus investasi bodong dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu bentuk investasinya ialah menggunakan modus binary option atau opsi biner yang dipromosikan oleh para influencer. Adapun dua tersangka yang telah ditangkap dan ditahan oleh polisi adalah Indra Kesuma alias Indra Kenz serta Doni Kesuma. Dari hasil penyelidikan kepolisian, keduanya memanfaatkan medium pesan singkat telegram untuk mencari member dan berbagi informasi terkait opsi biner. Pihak kepolisian mencatat anggota dari para tersangka yang tergabung dalam investasi mencapai lebih dari 20 ribu orang. (yd)

Jakarta
| Kamis, 10 Maret 2022

Lifestyle

Foto: Anak Usia Dini Sering Terpapar Gawai Bisa Alami Autisme Virtual, Ini Penjelasan Dokter | Pifa Net

Anak Usia Dini Sering Terpapar Gawai Bisa Alami Autisme Virtual, Ini Penjelasan Dokter

PIFA.CO.ID, LIFESTYLE - Penggunaan gawai secara berlebihan pada anak usia dini berpotensi memunculkan gejala yang menyerupai autisme, meski bukan termasuk dalam gangguan spektrum autisme (GSA). Fenomena ini disebut sebagai autisme virtual, demikian diungkapkan oleh dokter spesialis anak subspesialis neurologi, dr. Amanda Soebadi, Sp.A, Subsp.Neuro.(K), M.Med.Dalam webinar yang dipantau secara daring dari Jakarta pada Selasa (15/4), Amanda menjelaskan bahwa autisme virtual merupakan istilah medis yang terdapat dalam literatur, dan menggambarkan pola perilaku anak yang menyerupai autisme akibat paparan gawai yang berlebihan.“Ini istilah betulan yang ada di literatur, pola perilakunya mirip autisme,” ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) tersebut.Amanda menyebutkan, anak usia 1-3 tahun yang terlalu sering menggunakan gawai bisa menunjukkan gejala seperti kesulitan komunikasi sosial, perilaku repetitif, serta ekspresi dan respon yang tidak lazim. Namun, gejala-gejala ini umumnya akan membaik secara signifikan ketika penggunaan gawai dikurangi.“Jika paparan gawai dikurangi, gejala bisa membaik secara cepat, seperti kontak mata saat berkomunikasi dan menunjukkan ekspresi wajah,” jelasnya.Ia menambahkan, pada usia tersebut anak membutuhkan stimulasi yang tepat melalui interaksi sosial langsung, bukan dari layar. Kurangnya pengalaman komunikasi dan interaksi sosial dapat menyebabkan anak tidak merespons saat dipanggil, tidak melakukan kontak mata, serta menunjukkan ekspresi wajah yang minim atau tidak sesuai.“Dia bisa menunjukkan perilaku autisme kalau misalnya dipanggil tidak merespon, kontak matanya kurang, ekspresi wajah kurang atau tidak sesuai. Itu karena kurang atau salah stimulasi,” kata Amanda.Meskipun autisme virtual bisa menunjukkan perbaikan ketika gawai dikurangi, situasi berbeda terjadi pada anak dengan autisme sesungguhnya. Pada anak dengan autisme, ketertarikan pada pola berulang dalam permainan gawai justru menjadi cerminan dari sifat autistik itu sendiri.“Perilaku autistik masih akan tetap ada walau gawai itu sebagai faktor lingkungan, bukan sebagai modifier (pengubah). Bisa saja anak dengan autisme ini mungkin perilaku ada perbaikan sedikit, tapi sifat autistik masih akan tetap ada,” lanjut Amanda.Ia juga menegaskan bahwa faktor genetik berperan besar dalam autisme. Seorang anak memiliki risiko sembilan kali lebih tinggi untuk mengalami gangguan spektrum autisme jika memiliki saudara kandung dengan kondisi serupa.Dengan temuan ini, Amanda mengimbau orang tua untuk lebih bijak dalam memberikan akses gawai pada anak usia dini. Interaksi langsung dengan orang tua, permainan fisik, dan pengalaman sosial nyata tetap menjadi kunci utama dalam tumbuh kembang yang optimal bagi anak.

Pontianak
| Rabu, 16 April 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5