Turis Inggris Mengamuk di Bandara Hong Kong, Hancurkan Mesin Check-in dan Ditangkap Polisi
Internasional | Kamis, 19 Februari 2026
Foto: Tik Tok
Internasional | Kamis, 19 Februari 2026








Lokal

PIFA, Lokal - Muda Mahendrawan, seorang alumni dari Universitas Tanjungpura (Untan), mencatat sejarah sebagai Bupati Independen pertama di Indonesia. Ia berhasil terpilih sebagai Bupati Kubu Raya untuk periode 2009-2014 melalui jalur independen pada pemilihan umum kepala daerah langsung tahun 2008. Saat ini, ia masih menjabat sebagai Bupati Kubu Raya untuk periode 2019-2024. Sebagai seorang Bupati Independen, Muda Mahendrawan mencerminkan fenomena politik di mana individu mencalonkan diri tanpa dukungan partai politik tertentu. Mereka mengandalkan dukungan langsung dari masyarakat dan membangun kampanye serta pemerintahan mereka tanpa afiliasi partai politik. Profil Muda Mahendrawan Muda Mahendrawan lahir di Kota Pontianak pada tanggal 17 Agustus 1970, sebagai anak dari Prof. Mahmud Akil dan Sri Puspitawati. Ayahnya pernah menjadi Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak dari tahun 1991 hingga 1999. Muda menyelesaikan studi Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak pada tahun 1994, kemudian melanjutkan dengan Pendidikan Spesialis Magister Notariat di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dari tahun 1995 hingga 1998. Sebelum memegang jabatan Bupati, Muda Mahendrawan memiliki profesi sebagai Notaris dan PPAT yang berkantor di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, sejak Juni 1998. Prestasi Muda Mahendrawan Prestasi mencolok Muda Mahendrawan adalah terpilih sebagai Bupati Kubu Raya pertama pada tanggal 17 Februari 2009, setelah berhasil memenangkan pemilihan umum kepala daerah langsung pada tahun 2008. Saat itu, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Independen, bekerja sama dengan Andreas Muhrotein sebagai wakil bupati. Kemenangannya pada waktu itu menjadikannya Bupati Independen pertama yang berhasil terpilih di Indonesia. Pada pemilihan kepala daerah tahun 2013, Muda mencalonkan diri kembali sebagai Bupati Kubu Raya, kali ini berpasangan dengan Suharjo, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya. Meskipun berusaha keras, pasangan ini harus mengakui kekalahannya dan menyerahkan kepemimpinan Kubu Raya kepada pasangan Rusman Ali-Hermanus. Namun, Muda Mahendrawan tidak patah semangat. Setelah lima tahun, ia kembali mencalonkan diri dalam pemilihan kepala daerah tahun 2018. Dengan keyakinan yang tak tergoyahkan, ia bermitra dengan politikus berpengalaman dari PDI Perjuangan, Sujiwo. Pasangan Muda-Sujiwo mendapat dukungan dari enam partai politik dan akhirnya memenangkan kompetisi dalam pilkada 2018, mengukuhkan Muda sebagai Bupati Kubu Raya yang terpilih kembali. (yd)
Sports

PIFA, Sports – Setelah menyusuri jalur trans Borneo yang legendaris dari Pontianak di Kalbar menuju Banjarmasin di Kalsel sejauh lebih dari 1.000 kilometer, kini rangkaian touring NMAX Tour Boemi Nusantara (NTBN) memasuki etape terakhir di Pulau Kalimantan, tepatnya di Kota Balikpapan, Kaltim. Touring yang bertujuan untuk menggali keindahan alam dan budaya kota setempat bersama NMAX “TURBO” dan NEO itu, berlangsung pada 28 – 29 September dan melibatkan para awak media, blogger serta vlogger. Pada NTBN etape Kaltim, total jarak yang ditempuh kurang lebih sejauh 300 kilometer dengan rute Balikpapan menuju ke Penajam Paser Utara, Bukit Bangkirai, Ibu Kota Nusantara (IKN), dan finish di Samarinda. Dari sekian check point yang didatangi, momen kunjungan ke IKN menjadi pengalaman yang paling menarik yang didapatkan oleh para peserta. Pasalnya, mereka dapat secara langsung menyaksikan dari dekat kemegahan Istana Kepresidenan Garuda yang menjadi landmark dari Ibu Kota Nusantara. “NMAX Tour Boemi Nusantara di Pulau Kalimantan kini telah memasuki fase akhir setelah sebelumnya sukses mengeksplorasi Kalbar dan juga Kalsel. Sesuai dengan objektif dari event ini, selain untuk menjajal performa berkendara serta durabilitas dari NMAX “TURBO dan NEO melalui rangkaian touring jarak jauh melibas berbagai medan jalan, event ini juga memiliki tujuan untuk mempromosikan budaya serta pariwisata lokal di berbagai daerah melalui awak media yang ikut dalam perjalanan. Itulah sebabnya, khusus di Kalimantan Timur kami ingin mengajak peserta touring untuk menikmati keindahan Ibu Kota Nusantara serta Sungai Mahakam di Samarinda, sebagai ikon utama daya tarik pariwisata dan pusat peradaban baru di Kalimantan Timur,” ungkap Tintan Gunawan, Chief Yamaha area Kalimantan. Peserta touring NMAX “TURBO” di Kaltim memulai perjalanannya dari Sentral Yamaha Balikpapan dan kemudian langsung bergerak ke arah utara menuju Taman Hutan Raya Bukit Suharto. Setelah tiba, mereka kemudian berbelok ke barat menyusuri jalan by-pass Bukit Bangkirai di Penajam Paser Utara untuk menuju ke Ibu Kota Nusantara. Menariknya, medan jalan yang dilalui mulai dari Bukit Suharto hingga ke Bukit Bangkirai merupakan jalan membelah hutan yang memiliki kontur naik turun dan sesekali diikuti dengan tikungan-tikungan yang cukup tajam. Rute jalan tersebut juga semakin eksotis dengan masih banyaknya satwa-satwa liar yang dapat dijumpai di hutan yang mengiringi sepanjang jalan. Satwa tersebut seperti Monyet Ekor Panjang, Beruk dan berbagai jenis burung endemik setempat. Setibanya di IKN, rombongan peserta kemudian langsung menuju ke Istana Kepresidenan Garuda yang menjadi titik 0 kilometer atau simbol epicentrum pusat pemerintahan baru negara Indonesia. Puas menikmati keindahan Istana Garuda, rombongan kemudian berkeliling IKN untuk melihat berbagai failitas penunjang yang sedang dibangun termasuk juga moda transportasi ramah lingkungan yang tersedia di sana. Setelah usai mengekplorasi IKN, perjalanan hari pertama kemudian berlanjut ke Kota Samarinda untuk kemudian bermalam. Memasuki hari kedua, fokus perjalanan memang hanya mengeksplorasi keindahan kota Samarinda yang terkenal dengan Sungai Mahakam-nya. Sebagai informasi Sungai Mahakam merupakan sungai terpenting yang menjadi simbol kebesaran peradaban masyarakat Kalimantan Timur. Karena selain fungsinya yang vital sebagai penopang jalur distribusi komoditas batu bara yang merupakan motor penggerak ekonomi daerah setempat, Sungai tersebut juga menjadi habitat bagi mamalia air tawar yang sangat langka, yaitu ikan Pesut Mahakam. Agenda eksplorasi pertama yang dilakukan para peserta NTBN di Samarinda adalah mengunjungi Teras Samarinda yang berada di pinggiran Sungai Mahakam. Teras Samarinda sendiri merupakan bangunan ikonik yang menyerupai selasar kota, dimana para pengunjung dapat menikmati keindahan dan berbagai aktivitas mobilitas serta ekonomi yang terjadi di tengah Sungai Mahakam. Setelah itu, eksplorasi dilanjut menuju Desa Wisata Pampang yang menjadi rumah bagi suku Daya Kenyah. Tidak hanya mendapat edukasi terkait Rumah Tradisional Lamin dan asal usul suku Dayak Kenyah, di desa wisata itu peserta juga turut menyaksikan tarian maupun ritual sakral yang kerap dilakukan oleh mereka. Kegiatan eksplorasi di Samarinda, Kaltim semakin lengkap karena ditutup dengan kegiatan susur Sungai Mahakam menggunakan kapal boat. Degan adannya kegiatan ini, peserta mendapatkan pengalaman unik dengan menjajal bermobilitas di atas Sungai layaknya warga lokal setempat, Rangkaian touring NMAX Tour Boemi Nusantara selanjutnya akan menuju Kota Makassar, di Sulawesi Selatan pada 18 – 21 Oktober mendatang. Touring di Pulau Sulawesi ini seklaigus akan menjadi etape pentupu dari rangkaian perjalanan NMAX Touro Boemi Nusantara setalah dari Pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumatera dan Kalimantan. Untuk bisa mengikuti keseruan aktivitas ini, cek selalu akun Instagram resmi @yamahaindonesia.
Pifabiz

PIFAbiz – Anggota DPR RI sekaligus selebritas, Uya Kuya, tengah menjadi sorotan setelah menerima kedatangan sejumlah bos skincare dan dokter estetik dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR RI. Kedatangan mereka, termasuk dr. Reza Gladys dan Shella Saukia, bertujuan untuk menyampaikan aspirasi terkait polemik dunia skincare.Dalam video yang diunggahnya di media sosial, dr. Reza Gladys menyebut pihaknya sebagai bagian dari Ikatan Dokter Estetik dan datang ke DPR RI untuk membahas “huru-hara skincare.” Namun, keputusan Uya Kuya dan komisi di DPR RI yang menerima mereka menuai kecaman dari sejumlah pihak. Bahkan, Uya mengaku mendapat intimidasi dari berbagai kalangan.“Gue akan tetap tegak lurus di jalan yang lurus biarpun badan enggak kurus walaupun kalian intimidasi saya. Nanti kalian akan tahu ada apa sebenarnya di balik huru-hara ini,” tulis Uya Kuya dalam unggahan di akun Instagram-nya pada Jumat (21/2/2025).Uya menegaskan bahwa Komisi DPR RI tempatnya berada tidak mengundang para dokter estetik dan bos skincare tersebut, melainkan mereka sendiri yang bersurat untuk datang ke DPR RI. “Ikatan Dokter Estetika bersurat ke DPR untuk datang ke RDP. Skincare berbahaya dan tidak sesuai ingredients harus diberantas,” kata Uya.Meski demikian, banyak warganet yang tetap curiga terhadap netralitas Uya Kuya. Beberapa menuding dirinya berpihak pada pemilik brand skincare yang bermasalah, bahkan ada yang mencurigai Uya menerima bayaran dari mereka. Menanggapi tudingan tersebut, Uya kembali menegaskan bahwa DPR RI tidak pernah mengundang para pemilik skincare tersebut.“Kalian bilang nih, kenapa cuma ngundang brand owner-owner dan dokter estetik ke DPR. Gue kasih tahu ya, DPR tidak pernah mengundang sama sekali mereka. Tetapi mereka yang berkirim surat ke DPR untuk RDP yang ingin membicarakan tentang kegaduhan skincare hingga sampai dugaan pemerasan,” jelas Uya.Serangan dari warganet yang disebutnya sebagai buzzer semakin gencar, hingga membuatnya merasa perlu untuk meluruskan isu yang berkembang. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang ataupun suap untuk membela kepentingan pihak tertentu.“Haram hukumnya untuk Uya Kuya terima uang apalagi minta sejumlah uang untuk membela kepentingan siapapun. No. Demi anak-anak, demi keluarga, demi orangtua gue, itu haram,” ujarnya.Sebagai anggota DPR, Uya mengaku hanya menjalankan tugasnya dengan menerima tamu dari berbagai kalangan, termasuk owner skincare dan dokter estetik. Ia pun memastikan bahwa dirinya tetap berpihak kepada kepentingan rakyat tanpa keberpihakan terhadap pihak tertentu.Tak hanya itu, Uya juga menantang pihak kepolisian dan BPOM untuk bertindak tegas terhadap peredaran skincare berbahaya serta menutup pabrik-pabrik yang memproduksinya. Ia juga menantang pihak-pihak yang merasa benar untuk membuktikan kebenaran mereka di hadapan publik.Video klarifikasi Uya Kuya ini kembali menuai pro dan kontra. Beberapa warganet memberikan dukungan, namun ada pula yang mengkritik cara Uya menyikapi persoalan ini.“Lagian netijen aneh, lo kira tuh DPR lagi buat acara podcast manggil-manggil bintang tamu di wawancara-in. Tuh dah jelas kan penjelasan @king_uyakuya,” ujar salah satu warganet membela.Namun, ada pula yang mengkritik, “Saya bukan buzzer tapi menurut saya anda kurang bijak pak!” tulis warganet lainnya.Dengan kontroversi yang terus berkembang, publik kini menunggu langkah lanjutan Uya Kuya dan pihak terkait dalam menyelesaikan polemik dunia skincare di Indonesia.