Uni Eropa Tegaskan Dukung Denmark dan Greenland usai Trump Kembali Singgung Aneksasi. AFP

Uni Eropa Tegaskan Dukung Denmark dan Greenland usai Trump Kembali Singgung Aneksasi. AFP

Berandascoped-by-BerandaInternasionalscoped-by-InternasionalUni Eropa Tegaskan Dukung Denmark dan Greenland usai Trump Kembali Singgung Aneksasi

Uni Eropa Tegaskan Dukung Denmark dan Greenland usai Trump Kembali Singgung Aneksasi

Internasional | Rabu, 8 Juli 2026

Uni Eropa menegaskan bahwa masa depan Greenland merupakan hak rakyat Greenland dan Denmark, menyusul kembali mencuatnya pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin wilayah tersebut berada di bawah kendali Washington.

Juru bicara Uni Eropa, Olof Gill, menegaskan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah merupakan prinsip dasar hukum internasional yang harus dihormati.

"Integritas wilayah, kedaulatan nasional dan perbatasan merupakan prinsip dasar hukum internasional," kata Gill pada Rabu (8/7).

Ia juga menegaskan dukungan Uni Eropa terhadap Denmark dan Greenland.

"Uni Eropa bersama orang-orang Denmark dan Greenland," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump kembali mengungkapkan ambisinya terhadap Greenland saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki, Selasa.

Dalam kesempatan itu, Trump menyatakan Greenland semestinya berada di bawah kendali Amerika Serikat, bukan Denmark. Menurutnya, pemerintah Denmark tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap pulau terbesar di dunia tersebut.

"Greenland seharusnya dikendalikan Amerika Serikat, bukan Denmark," kata Trump.

Trump juga menilai isu Greenland telah memengaruhi hubungannya dengan negara-negara anggota NATO.

"Itulah yang merusak hubungan saya dengan NATO, karena Denmark tidak membantu Greenland," ujarnya.

Ia menambahkan Denmark tidak mengeluarkan biaya yang cukup untuk mengembangkan Greenland, padahal wilayah tersebut dinilai memiliki arti strategis bagi Amerika Serikat. Trump juga menyebut Washington telah banyak membantu Denmark, termasuk dalam menghadapi ancaman dari Rusia.

Menanggapi pernyataan tersebut, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen kembali menegaskan bahwa Greenland bukan untuk dijual.

"Sudah menjadi posisi yang diketahui umum bahwa Amerika Serikat ingin memiliki dan mengambil alih Greenland," kata Frederiksen.

"Saya harap hal ini juga diketahui secara umum bahwa itu tidak akan terjadi," tegasnya.

Greenland merupakan wilayah otonom Kerajaan Denmark yang memiliki pemerintahan sendiri, sementara urusan pertahanan dan kebijakan luar negeri masih berada di bawah kewenangan pemerintah Denmark. Pulau yang kaya sumber daya alam dan berada di kawasan Arktik itu selama beberapa tahun terakhir menjadi sorotan karena nilai strategisnya secara geopolitik.

Rekomendasi

Foto: Kasus Dugaan Kekerasan Guru Terhadap Siswa di Sekolah Al Azhar Pontianak Berakhir Damai | Pifa Net

Kasus Dugaan Kekerasan Guru Terhadap Siswa di Sekolah Al Azhar Pontianak Berakhir Damai

Pontianak
| Sabtu, 22 Maret 2025
Foto: Timnas Indonesia Mulai TC di Bali, Kluivert Fokus Bangun Kekompakan Jelang Hadapi China | Pifa Net

Timnas Indonesia Mulai TC di Bali, Kluivert Fokus Bangun Kekompakan Jelang Hadapi China

Timnas Indonesia
| Selasa, 27 Mei 2025
Foto: Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Resmi Menikah, Bagikan Momen Bahagia di Bali | Pifa Net

Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Resmi Menikah, Bagikan Momen Bahagia di Bali

Indonesia
| Senin, 10 Februari 2025
Foto: Langkah Strategis Bangun Sepak Bola Putri, PSSI dan Djarum Foundation Gelar HYDROPLUS Piala Pertiwi U-14 & U-16 | Pifa Net

Langkah Strategis Bangun Sepak Bola Putri, PSSI dan Djarum Foundation Gelar HYDROPLUS Piala Pertiwi U-14 & U-16

Indonesia
| Selasa, 29 April 2025
Foto: MU Gagal Menang di Old Trafford, Ditahan West Ham 1-1 | Pifa Net

MU Gagal Menang di Old Trafford, Ditahan West Ham 1-1

Sports
| Jumat, 5 Desember 2025
Foto: Ternyata Ini Alasan Mengapa Perfeksionis Dapat Menyebabkan Depresi | Pifa Net

Ternyata Ini Alasan Mengapa Perfeksionis Dapat Menyebabkan Depresi

Indonesia
| Minggu, 16 Maret 2025
Foto: Darwin Nunez Sepakati Langkah Awal ke Napoli, Tinggal Tunggu Kesepakatan Harga | Pifa Net

Darwin Nunez Sepakati Langkah Awal ke Napoli, Tinggal Tunggu Kesepakatan Harga

Liga Inggris
| Selasa, 24 Juni 2025
Foto: Terungkap! Sindikat Jual Beli Bayi Lewat Pontianak, 24 Bayi Dijual ke Singapura | Pifa Net

Terungkap! Sindikat Jual Beli Bayi Lewat Pontianak, 24 Bayi Dijual ke Singapura

Nasional
| Rabu, 16 Juli 2025
Foto: DPR RI Sahkan Revisi UU TNI Menjadi Undang-Undang | Pifa Net

DPR RI Sahkan Revisi UU TNI Menjadi Undang-Undang

Indonesia
| Kamis, 20 Maret 2025
Foto: Pemkot Singkawang Jajaki Kerja Sama dengan Pelita Air untuk Buka Penerbangan Reguler di Bandara Singkawang | Pifa Net

Pemkot Singkawang Jajaki Kerja Sama dengan Pelita Air untuk Buka Penerbangan Reguler di Bandara Singkawang

Singkawang
| Rabu, 22 Oktober 2025

Berita Terkait

Sports

Foto: Elkan Baggott Kembali Dipanggil Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 | Pifa Net

Elkan Baggott Kembali Dipanggil Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

PIFA, Sports - Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, memastikan bek Elkan Baggott bersedia memenuhi panggilan Timnas Indonesia untuk agenda FIFA Series 2026.Nama Baggott masuk dalam daftar pemain yang dipanggil pelatih John Herdman. Ini menjadi pemanggilan pertama bagi bek bertubuh jangkung tersebut sejak terakhir kali absen dalam agenda tim nasional pada 2024.Sebelumnya, Baggott tidak ikut memperkuat Indonesia pada ajang Piala Asia U-23 2024. Saat itu, skuad Garuda Muda berhasil melaju hingga babak semifinal, namun gagal meraih kemenangan baik di semifinal maupun laga perebutan tempat ketiga.Meski demikian, Indonesia tetap mendapat kesempatan menjalani play-off Olimpiade melawan wakil Afrika untuk memperebutkan tiket ke Olimpiade Paris 2024. Pada kesempatan tersebut, Baggott sempat dipanggil pelatih Shin Tae-yong untuk bergabung di Prancis sebagai lokasi pertandingan play-off.Namun, bek yang saat itu diharapkan memperkuat lini pertahanan justru tidak memenuhi panggilan tersebut. Ia bahkan sempat terlihat tengah berlibur di sebuah pulau. Sejak kejadian itu, Baggott tidak lagi dipanggil ke tim nasional.Kini, di bawah kepemimpinan Herdman, namanya kembali masuk daftar pemain yang dipanggil. Sumardji menegaskan bahwa pemanggilan tersebut murni berdasarkan kebutuhan pelatih.“Semua itu sesuai dengan kebutuhan pelatih. Memang John sudah memanggil nama-nama sesuai yang sudah kami sampaikan. Salah satunya di antaranya ada Elkan Baggott,” ujar Sumardji, Jumat (13/3).Ia juga memastikan bahwa surat pemanggilan sudah dikirimkan dan Baggott bersedia datang untuk memperkuat tim.“Dan Elkan sudah kami kirim surat panggilannya, dan bersedia untuk datang. Artinya memang saat sekarang ini pelatih memang membutuhkan tenaganya Elkan,” katanya.Sumardji menegaskan bahwa pemanggilan pemain sepenuhnya merupakan keputusan pelatih. PSSI tidak melakukan intervensi terhadap daftar pemain yang dipanggil.Menurutnya, Herdman telah memantau perkembangan pemain Timnas Indonesia sejak sebelum resmi ditunjuk sebagai pelatih.“Memang semua pemain dipantau oleh John. Bahkan sebelum dia mempresentasikan rencananya sebagai pelatih, dia sudah menyebut beberapa nama,” jelas Sumardji.Meski kembali dipanggil, peluang Baggott untuk langsung menjadi pilihan utama di lini belakang belum tentu mudah. Ia harus bersaing dengan sejumlah bek lain seperti Jay Idzes, Rizky Ridho, Justin Hubner, serta Kevin Diks yang juga menjadi opsi di sektor pertahanan Timnas Indonesia.

Sports
| Sabtu, 14 Maret 2026

Nasional

Foto: Aksi Tolak UU TNI di Malang: Tim Medis hingga Jurnalis Jadi Korban Kekerasan Aparat | Pifa Net

Aksi Tolak UU TNI di Malang: Tim Medis hingga Jurnalis Jadi Korban Kekerasan Aparat

PIFA.CO.ID, NASIONAL - Aksi demonstrasi gabungan elemen masyarakat sipil menolak Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) di Kota Malang, Jawa Timur, berujung ricuh. Sejumlah demonstran, termasuk tim medis dan jurnalis, dikabarkan mengalami kekerasan oleh aparat kepolisian dalam insiden yang terjadi pada Minggu (23/3) malam.Mengutip CNNIndonesia, sejak pukul 16.00 WIB, massa aksi telah memadati jalan depan Gedung DPRD Kota Malang dengan membawa poster dan spanduk bertuliskan "Orback!", "No UU TNI", "Orda Paling Baru", dan "Kembalikan Militer ke Barak" sebagai bentuk protes. Situasi memanas usai waktu berbuka puasa sekitar pukul 18.15 WIB ketika massa mulai membakar ban bekas dan seragam tentara di depan gerbang DPRD.Ketegangan semakin meningkat setelah sekelompok orang yang belum teridentifikasi melemparkan petasan dan bom molotov ke lantai satu dan dua Gedung DPRD. Petugas pemadam kebakaran yang berjaga segera memadamkan api sebelum merambat lebih luas. Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Rimzah, mengonfirmasi bahwa kebakaran terjadi di sebuah pos di sisi timur gedung, yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan berkas. Ia menyayangkan aksi pembakaran tersebut, mengingat DPRD telah siap menerima audiensi dari demonstran."Prinsipnya, kami 45 anggota dewan telah mendapatkan arahan bahwa tujuh fraksi DPRD Kota Malang siap menerima audiensi, siap menerima aspirasi, dan siap membangun narasi bersama. Tapi sore hari ini, sebelum sempat menemui massa aksi, situasi sudah chaos," ujar Rimzah.Demonstran Ditangkap, Tim Medis dan Jurnalis Jadi Sasaran KekerasanInsiden tersebut berujung pada penangkapan sejumlah demonstran oleh aparat kepolisian. Tim bantuan hukum LBH Pos Malang, Wafdul Adif, melaporkan bahwa selain demonstran, tim medis dan jurnalis yang meliput juga menjadi sasaran kekerasan."Sejumlah massa aksi ditangkap, dipukul, dan mendapatkan ancaman. Tim medis, jurnalis, serta pendamping hukum yang bersiaga juga mengalami pemukulan," ungkap Wafdul pada Senin (24/3).Selain mengalami pemukulan, massa aksi melaporkan perampasan gawai, alat medis, serta dugaan kekerasan seksual dan ancaman pembunuhan verbal dari aparat. Berdasarkan identifikasi awal, sekitar enam orang demonstran telah dipastikan ditangkap, sementara delapan hingga sepuluh orang lainnya dilaporkan hilang kontak. Sementara itu, enam hingga tujuh orang demonstran dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka."Massa aksi yang terluka tersebar di sejumlah rumah sakit. Bahkan terjadi sweeping di sekitar rumah sakit dan kafe-kafe," tambahnya.Selain korban jiwa dan luka-luka, belasan kendaraan bermotor milik massa aksi juga diamankan di Polresta Malang Kota. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai jumlah pasti korban maupun tindakan yang diambil terkait insiden tersebut.

Malang
| Senin, 24 Maret 2025

Politik

Foto: Hasil Putusan MK, Sekjen PDIP Instruksikan Larangan untuk Demo | Pifa Net

Hasil Putusan MK, Sekjen PDIP Instruksikan Larangan untuk Demo

PIFA, Politik - Menurut jadwal yang diumumkan Mahkamah Konstitusi, putusan penting  mengenai uji materi soal batas usia Capres dan Cawapres  dijadwalkan pada hari ini. Berdasarkan hasil putusan itu, diketahui Mahkamah Konstitusi (MK) menolak uji materi terhadap UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terkait batas usia capres-cawapres yang diajukan PSI. Usia minimal 40 tahun tetap menjadi syarat bagi capres dan cawapres. "Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Ketua MK Anwar Usman dalam sidang di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/10/2023). Di sisi lain, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, secara tegas melarang pendukung calon presiden Ganjar Pranowo untuk melakukan demonstrasi di depan MK.  "PDI Perjuangan menginstruksikan agar seluruh simpatisan, anggota dan kader partai serta pendukung Ganjar Pranowo untuk tidak melakukan demo ke MK,”ujar Hasto. Hasto berpendapat bahwa demonstrasi tidak perlu dilakukan karena kebaikan dan keburukan dari keputusan MK akan terlihat dengan sendirinya. PDIP sebagai partai pengusung Ganjar Pranowo lebih memilih membiarkan proses hukum berjalan dengan baik. Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang disebut-sebut sebagai salah satu calon kuat capres di masa mendatang, enggan memberikan komentar terkait putusan MK. Saat ditanya wartawan tentang hal ini, Gibran memilih bungkam dan langsung memasuki ruang kerjanya, meninggalkan banyak pertanyaan di udara. (hs)

Indonesia
| Senin, 16 Oktober 2023
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5