Penampakan ratusan rumah warga di Kherson Ukraina banjir akibat bendungan Nova Kakhovka meledak. (AP/Felipe Dana)

Penampakan ratusan rumah warga di Kherson Ukraina banjir akibat bendungan Nova Kakhovka meledak. (AP/Felipe Dana)

Berandascoped-by-BerandaInternasionalscoped-by-InternasionalUpdate Bendungan Meledak di Ukraina: Ratusan Rumah Kebanjiran, 7 Warga Hilang

Update Bendungan Meledak di Ukraina: Ratusan Rumah Kebanjiran, 7 Warga Hilang

Ukraina | Kamis, 8 Juni 2023

PIFA, Internasional - Salah satu daerah di Ukraina, Kherson, mengalami banjir setelah bendungan Nova Kakhovka meledak pada Selasa (6/6). Akibat kejadian ini, sekitar 1.500 orang menjadi pengungsi.

Melansir TASS, setidaknya tujuh orang warga dilaporkan hilang akibat banjir bandang tersebut. 

"Tujuh orang yang kami tahu pasti (hilang)," ujar Wali Kota yang ditunjuk Rusia di Kota Nova Kakhovka, Vladimir Leontyev, Rabu (7/6).

Diketahui, Kherson merupakan wilayah yang masih diduduki oleh Rusia sejak awal invasi. Pejabat pro-Rusia di Kherson, yaitu Vladimir Solo, mengumumkan keadaan darurat di wilayah tersebut pada hari Rabu.

Sebelumnya, ia juga meminta penduduk di sejumlah distrik yang dekat dengan bendungan untuk segera dievakuasi.

Lebih lanjut, Solo menyatakan bahwa sejauh ini sekitar 1.500 orang menjadi pengungsi karena pemukiman mereka terendam banjir.

Sementara itu, Wali Kota Nova Kakhovka yang ditunjuk oleh Rusia, yaitu Vladimir Leontyev, mengatakan bahwa 900 orang telah dievakuasi dan masih ada 100 orang yang terjebak di kota tersebut.

Leontyev juga mengungkapkan bahwa 600 bangunan tempat tinggal, taman kanak-kanak, sekolah, dan biara terendam banjir.

Salah satu warga Kherson yang terdampak banjir, Valery Melnik, mengunjungi rumahnya untuk mencari barang-barang yang mungkin bisa diselamatkan.

Air yang meluap dari bendungan telah merusak lemari es dan sofa hijau di rumahnya.

"Kita tunggu sampai airnya surut, kita keringkan," kata Melnik, mengutip Reuters.

Ia berharap pihak berwenang akan memompa air, tetapi hingga saat ini belum ada tindakan yang dilakukan. Air di Nova Kakhovka mulai surut pada hari Rabu siang.

Bendungan Kakhovka diledakkan pada hari Selasa. Dalam video yang beredar, terlihat air melonjak melalui sisa-sisa tanggul setelah meledak. Ketinggian air tersebut naik beberapa meter dalam waktu beberapa jam dan melintasi zona perang.

Ukraina menuduh pasukan Rusia sebagai pihak yang meledakkan bendungan, tetapi Kremlin membantah tuduhan tersebut. Mereka justru menuduh pasukan Ukraina sengaja melakukan sabotase untuk melancarkan serangan. Namun, keduanya tidak menunjukkan bukti yang mendukung klaim masing-masing. (yd)

Rekomendasi

Foto: Momen Ahok Diperiksa KPK Soal Dugaan Korupsi LNG Pertamina | Pifa Net

Momen Ahok Diperiksa KPK Soal Dugaan Korupsi LNG Pertamina

Indonesia
| Kamis, 9 Januari 2025
Foto: SBY Optimis Indonesia di Bawah Prabowo Mampu Menjaga Demokrasi | Pifa Net

SBY Optimis Indonesia di Bawah Prabowo Mampu Menjaga Demokrasi

Indonesia
| Senin, 10 Maret 2025
Foto: Prabowo Siap Temui Forum Purnawirawan TNI, Isu Pemakzulan Gibran Menghangat | Pifa Net

Prabowo Siap Temui Forum Purnawirawan TNI, Isu Pemakzulan Gibran Menghangat

Indonesia
| Rabu, 7 Mei 2025
Foto: Prancis Selidiki Dugaan Manipulasi Algoritma oleh Platform X Milik Elon Musk | Pifa Net

Prancis Selidiki Dugaan Manipulasi Algoritma oleh Platform X Milik Elon Musk

Tekno
| Senin, 14 Juli 2025
Foto: Capai Target 10 Besar, Selanjutnya Aldi Satya Mahendra Bidik Race Konsisten Ada di Rombongan Terdepan | Pifa Net

Capai Target 10 Besar, Selanjutnya Aldi Satya Mahendra Bidik Race Konsisten Ada di Rombongan Terdepan

Belanda
| Rabu, 16 April 2025
Foto: Kualitas No Debat GEAR ULTIMA Bikin Performa Selalu Optimal | Pifa Net

Kualitas No Debat GEAR ULTIMA Bikin Performa Selalu Optimal

Indonesia
| Jumat, 14 Maret 2025
Foto: Seo Hyun-jin dan Yoo Yeon-seok Dipertimbangkan Bintangi Drama Baru MBC Berjudul "Liar" | Pifa Net

Seo Hyun-jin dan Yoo Yeon-seok Dipertimbangkan Bintangi Drama Baru MBC Berjudul "Liar"

Pifabiz
| Jumat, 4 Juli 2025
Foto: Singgung Genosida Palestina, Drakor When the Phone Rings Banjir Hujatan | Pifa Net

Singgung Genosida Palestina, Drakor When the Phone Rings Banjir Hujatan

Palestina
| Senin, 6 Januari 2025
Foto: Dikbud Surabaya Bakal Masukkan Mobile Legends ke Kurikulum Pembelajaran Sekolah Mulai Tahun Ini | Pifa Net

Dikbud Surabaya Bakal Masukkan Mobile Legends ke Kurikulum Pembelajaran Sekolah Mulai Tahun Ini

Surabaya
| Selasa, 20 Mei 2025
Foto: Garuda Academy Resmi Dimulai, 105 Peserta Siap Cetak Jejak di Industri Olahraga Nasional | Pifa Net

Garuda Academy Resmi Dimulai, 105 Peserta Siap Cetak Jejak di Industri Olahraga Nasional

Indonesia
| Kamis, 1 Mei 2025

Berita Terkait

Teknologi

Foto: Viral! Ini Cara Gunakan Filter Menangis dari Snapchat | Pifa Net

Viral! Ini Cara Gunakan Filter Menangis dari Snapchat

Berita Teknologi, PIFA - Warganet sedang dihebohkan dengan filter menangis yang digunakan oleh sejumlah selebgram hingga influencer. Sejumlah video pun beredar di berbagai media sosial dan banyak diantaranya yang mendapatkan respons positif.  Filter tersebut beredar di hampir semua media sosial. Tidak hanya pengguna TikTok dan Twitter, pengguna Instagram juga tak ketinggalan menggunggah berbagai video dengan filter yang membuat wajah seolah-olah terlihat sedih tersebut. Meskipun konten dengan filter menangis ditemukan di hampir semua platform media sosial, namun sebenarnya filter dengan efek menangis ini hanya dapat ditemukan di aplikasi Snapchat. Snapchat merupakan aplikasi pesan yang memungkinkan pengguna dapat berkirim video dan foto yang dapat terhapus otomatis beberapa detik setelah dibuka. Uniknya foto dan video yang dikirimkan tersebut kerap ditambahkan dengan berbagai filter kocak, salah satunya filter menangis tersebut. Namun banyak yang belum tahu cara mendapatkan filter menangis ini dan mengunggahnya di platform populer. Begini cara mudah mendapatkan efek atau filter bersedih.  1. Unduh aplikasi Snapchat di Play Store (Android) atau App Store (iOS), 2. Daftar  dan lengkapi profil Snapchat, 3. Masuk ke layar perekaman video atau foto, 4. Mulai merekam wajah atau berbagai konten lainnya,  5. Klik ikon “jelajah/pencarian” di pojok kiri atas dan cari filter “Crying”  6. Selain itu filter “Crying” dapat ditemukan di sebelah kanan yang ditandai dengan ikon “emoji”, 7. Setelah merekam video atau memotret dengan filter menangis, klik “Simpan”, 8. Selanjutnya klik ikon “Galeri” yang berisi hasil video atau foto dengan filter menangis sebelumnya, 9. Klik foto atau video tersebut dan pilih ikon titik tiga di pojok kanan atas, 10. Klik “Ekspor atau Kirim Snap”, 11. Pilih “Unduh”, 12. Kini video atau foto yang dengan filter menangis telah tersimpan di galeri, 13. Selanjutnya pengguna dapat membagikannya ke berbagai akun media sosialnya lain seperti TikTok, Twitter, dan Instagram. Itulah cara mudah mendapatkan filter menangis di Snapchat. Selamat mencoba! (b)

Dunia
| Rabu, 11 Mei 2022

Lokal

Foto: Maraknya TPPO di Kalbar, SBMI Berikan Edukasi Kepala Desa | Pifa Net

Maraknya TPPO di Kalbar, SBMI Berikan Edukasi Kepala Desa

Berita Pontianak, PIFA  - Maraknya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kalimantan Barat khususnya di beberapa daerah perbatasan membuat resah masyarakat karena tidak sedikit warga yang kemudian menjadi korban dengan iming-iming pekerjaan di  luar negeri dengan upah menggiurkan tetapi faktanya mereka kemudian menjadi korban TPPO itu. Melihat fenomena tersebut Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kalimantan Barat menggelar seminar Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Eksploitasi Pekerja Migran seminar tersebut pun turut mengandeng stakeholder terkait dan sejumlah Kepala Desa  yang dinilai rawan sebagai daerah TPPO dilaksanakan di Hotel Ibis jalan A Yani Pontianak pada hari Jumat (21 April 2022). Ditemui usai mengisi Seminar Ketua Panitia yang juga Ketua SBMI Sambas Sunardi menyebut adanya seminar ini adalah mengajak para Kepala Desa untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjadi pekerja yang legal dan mewaspadai modus operandi calo-calo pekerja ilegal. “Berapa kali kita temukan kasus kekerasan terhadap PMI itu dikarenakan syarat- syarat yang tidak lengkap dan keahlian pekerja kita yang minim, maka dari itu kami mengajak para Kepala Desa untuk melakukan pendekatan pada masyarakat dan mengedukasi  sehingga tahu resiko ketika mereka bekerja secara ilegal,” papar Sunardi dalam rilis yang diterima PIFA.  Sunardi mengatakan jika di Kalimantan Barat cukup banyak ditemukan salah satunya Kabupaten Sambas banyak ditemukan pekerja migran yang ilegal atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mengingat syarat bekerja diluar negri cukup banyak tidak hanya cukup dengan pasport saja bisa mencari pekerjaan di negeri tetangga. “Selama ini kan mereka menganggap hanya modal pasport sudah resmi dan bisa bekerja padahal kenyataannya tidak, ada banyak persyaratan yang dimiliki, terlebih jika nanti pekerja tersebut menemui masalah, jika mereka ilegal maka tidak ada perlindungan hukum jika mereka bermasalah,” tuturnya. Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Pontianak, Kombes Pol Amingga M Primastito, menyambut baik adanya seminar tersebut akan memberikan edukasi kepada stakeholder yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yang akan mencari  pekerjaan di luar negeri apalagi disaat ini meski di masa pandemi cukup banyak PMI yang masuk ke negeri tetangga Malaysia. “Kita sudah lakukan langkah – langkah pencegahan agar masyarakat tidak nekat bekerja keluar negri, tidak hanya itu adanya TPPO juga sudah kita lakukan pelaporan ke Polda Kalbar,” ungkapnya.  Kombes Pol Amingga menilai tingginya minat masyarakat bekerja di luar negeri karena sulitnya mencari pekerjaan di negeri sendiri, namun tidak dibarengi oleh kemampuan yang memadai sesuai kebutuhan tenaga kerja di negara di tuju sehingga merugikan diri sendiri. “Modal nekat mereka berangkat, sehingga di sana hanya jadi pekerja kasar ini kan sangat disayangkan yang tentu beresiko kecelakaan kerja di lapangan,” imbuhnya. Hal senada disampaikan Gregoris Saputra Kasi Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kalbar, Ia mengatakan tindakan Pemerintah Provinsi Kalbar dalam mencegah TPPO ialah membentuk Tim Satgas untuk melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI). “Tugas kita di sini ialah memberikan edukasi dan kita memperkenalkan ancaman yang akan di dapatkan jika nekat bekerja tanpa ijin,” tuturnya. Namun dirinya menyayangkan masih banyak warga yang tergiur calo–calo sehingga setiap tahun ada saja masyarakat yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). (rs)

Kalbar
| Sabtu, 23 April 2022

Lokal

Foto: Terima Bonus Rp 6 Miliar dari Presiden Jokowi, Ini Rencana Veddriq Leonardo  | Pifa Net

Terima Bonus Rp 6 Miliar dari Presiden Jokowi, Ini Rencana Veddriq Leonardo 

PIFA, Lokal - Veddriq Leonardo atlet asal Pontianak, Kalimantan Barat telah tiba di Indonesia bersama beberapa atlet usai berkompetisi di Olimpiade Paris 2024. Kepulangan mereka disambut hangat oleh keluarga, Menpora Dito Ariotedjo serta Menteri BUMN Erick Thohir, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Selasa (13/8/2024). Saat melakukan konferensi pers, peraih medali emas yakni Veddriq dan Rizky menjawab pertanyaan terkait penggunaan bonus yang akan mereka terima. Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan memberikan bonus sebesar Rp 6 miliar kepada atlet peraih medali emas di Olimpiade Paris 2024. Veddriq mengaku akan menggunakan bonus tersebut untuk hal yang bermanfaat, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga sekiranya berguna bagi banyak orang. “Uangnya akan saya manfaatkan untuk yang membangun olahraga panjat tebing, khususnya di daerah saya (Pontianak),” tutur Veddriq, dikutip dari laman Kemenpora, Rabu (14/8/2024) “Sebagian akan saya persembahkan buat orang tua saya, kemudian kalau ada sisanya saya simpan atau saya investasikan,” sambung pria 27 tahun itu. Veddriq mengaku senang mampu mempersembahkan emas perdana bagi Kontingen Indonesia di Olimpiade 2024 Paris. Diakui memang ada sedikit tekanan untuk mendapatkan emas. Namun tekanan itu dianggapnya sebagai salah satu pemantik motivasinya untuk berprestasi.  “Karena kita punya ekspektasi yang tinggi untuk meraih prestasi di Olimpiade dan itu juga sebagai salah satu pemantik motivasi saya. Alhamdulillah bisa membawa emas buat indonesia, menjadi peraih medali emas pertama,” ujarnya.  Sebagai informasi, Veddriq membawa pulang emas usai menghentikan wakil China, Wu Peng, di final. Atlet asal Pontianak tersebut finis dengan catatan 4,75 detik atau unggul 0,02 detik atas lawannya. (ly)

Pontianak
| Rabu, 14 Agustus 2024
2
4
8
9
10
3
5
2
4
8
9
10
3
5
2
4
8
9
10
3
5