

Ilustrasi KDRT. Tempo
Rekomendasi

Persib Bandung Imbau Bonek Tak Hadiri Laga di GBLA, Sesuai Aturan Liga 1 dan PSSI
Sports
| Kamis, 11 September 2025

Anies Baswedan Apresiasi Mahasiswa Penggugat Presidential Threshold
Indonesia
| Sabtu, 4 Januari 2025

Didampingi Hotman Paris, Nadiem Makarim Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Korupsi Laptop
Nasional
| Selasa, 15 Juli 2025

Mahasiswa 22 Tahun Tewas Terlindas Truk di Jalan Perdamaian, Kubu Raya
Kubu Raya
| Minggu, 21 September 2025

Yamaha Grebek Pasar Rame Sukses Gaet Ribuan Warga di Berbagai Kota, Perkuat Kebersamaan dan Dukung UMKM Lokal
Otomotif
| Senin, 17 November 2025

Ledakan di Pamulang Hancurkan Tiga Rumah, Empat Warga Luka-Luka
Nasional
| Jumat, 12 September 2025

Banjir di Kalbar: Ribuan Warga Terdampak, 2 Anak Meninggal
Kalbar
| Sabtu, 1 Februari 2025

Viral Aliran Terindikasi Sesat di Ketapang, MUI Kalbar Imbau Warga Tak Terpengaruh
Pontianak
| Senin, 28 April 2025

Timnas U-17 Indonesia Takluk 1-3 dari Zambia di Laga Perdana Piala Dunia U-17 2025
Timnas Indonesia
| Rabu, 5 November 2025

FC Barcelona Mengakhiri Kontrak Clement Lenglet Lebih Awal
Sports
| Selasa, 10 Juni 2025
Berita Terkait
Nasional

Kapolda Kalsel Disorot: Anak Pamer Gaya Hidup Mewah, Harta Kekayaan Tak Dilaporkan ke KPK, Bakal jadi Rafael Alun Jilid 2?
PIFA.CO.ID, NASIONAL - Nama Inspektur Jenderal Rosyanto Yudha Hermawan, Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel), tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Sorotan ini muncul setelah putranya, Ghazyendha Aditya Pratama, mengunggah foto-foto syukuran mewah dan memamerkan gaya hidup glamor di media sosial. Dalam unggahan yang viral tersebut, Ghazyendha terlihat menggunakan jet pribadi dan disebut-sebut melakukan transaksi bernilai miliaran rupiah, memicu tanda tanya besar tentang asal-usul kekayaan keluarga pejabat tinggi polisi ini.Kegaduhan publik semakin memuncak ketika terungkap bahwa Rosyanto belum melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan, mengakui hal ini dalam pernyataannya kepada wartawan pada Sabtu, 1 Maret 2025. “Memang belum lapor,” ujarnya singkat, membenarkan bahwa data kekayaan Rosyanto tidak tercatat di laman resmi LHKPN.Kemewahan yang Mengingatkan pada Kasus Rafael AlunGaya hidup mewah yang dipamerkan anak Kapolda Kalsel ini mengundang perbandingan dengan kasus Rafael Alun Trisambodo, mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang tersandung masalah korupsi setelah anaknya memamerkan kekayaan di media sosial. Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menilai ada kemiripan pola dalam kasus ini. “Syukuran mewah dan anaknya flexing, ini mengingatkan kita pada Rafael Alun. Anaknya gaya hidup mewah, orang tuanya akhirnya kena imbasnya,” ungkap Boyamin seperti dikutip dari Suara.com pada 1 Maret 2025.Boyamin mendesak KPK untuk segera bertindak dengan menelusuri harta kekayaan Rosyanto. Ia menekankan bahwa kewajiban melaporkan LHKPN harus ditegakkan, terutama bagi pejabat yang tidak patuh. “Bukan hanya yang sudah lapor lalu didalami, tapi justru yang tidak lapor seperti ini harus diperiksa lebih serius. Ini soal integritas dan potensi gratifikasi,” tegasnya.Tuntutan dari DPR: Kapolri Harus BertindakKritik juga datang dari anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah, yang meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegur Kapolda Kalsel atas perilaku keluarganya. Dalam pernyataannya pada Minggu, 2 Maret 2025, Abdullah menyebut tindakan memamerkan kemewahan oleh keluarga pejabat polisi sebagai hal yang tidak pantas dan memalukan.“Pejabat polisi harus bisa mengendalikan keluarganya agar tidak menunjukkan gaya hidup berlebihan di depan publik,” katanya.Ia menambahkan bahwa sikap sederhana sangat penting bagi pejabat publik, terutama di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran.“Pejabat itu pelayan rakyat, digaji dari uang rakyat. Pamer kekayaan seperti ini jelas tidak sesuai dengan kondisi saat ini,” lanjut Abdullah.
Kalsel
| Rabu, 5 Maret 2025
Internasional

Iran Klaim Lebih Siap Hadapi Serangan, Ketegangan dengan AS Kian Memuncak
PIFA, Internasional - Pemerintah Iran menegaskan kesiapan penuh untuk menghadapi segala bentuk potensi serangan, di tengah meningkatnya ketegangan secara signifikan dengan Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan pada Senin, menyusul gelombang protes besar yang melanda Iran dan berujung pada bentrokan berdarah. Dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut kondisi yang dihadapi negaranya sebagai bentuk “perang hibrida”. Ia merujuk pada konflik selama 12 hari yang terjadi pada Juni lalu, serta aksi protes kekerasan terbaru yang menurut Teheran dipicu oleh campur tangan Amerika Serikat dan Israel. Baghaei mengatakan Iran terus menghadapi ancaman dan “klaim tanpa dasar” dari AS dan Israel. Ia menyinggung pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump serta laporan pergerakan kapal-kapal perang Amerika menuju kawasan Teluk Persia sebagai bagian dari tekanan yang semakin meningkat terhadap Teheran. Menurut Baghaei, negara-negara di kawasan memahami bahwa instabilitas regional tidak akan berhenti pada satu negara saja. Ia menekankan adanya kekhawatiran bersama di antara negara-negara tetangga Iran mengenai dampak luas yang bisa ditimbulkan apabila AS melancarkan serangan militer, seraya mendesak mereka untuk “mengambil sikap yang jelas” terhadap ancaman tersebut. “Dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri serta pengalaman berharga di masa lalu, Iran lebih siap dari sebelumnya dan akan merespons secara komprehensif, tegas, dan dengan cara yang akan disesalkan terhadap setiap potensi agresi,” tegas Baghaei. Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat setelah aksi protes di Iran berubah menjadi kekerasan dan menewaskan lebih dari 3.000 orang, menurut klaim pemerintah Iran. Situasi tersebut memicu serangkaian pernyataan keras dari Presiden AS Donald Trump. Pada puncak gelombang protes awal bulan ini, Trump memperingatkan bahwa ia akan “datang menyelamatkan” para demonstran jika pemerintah Iran menggunakan kekuatan mematikan. Beberapa hari kemudian, ia kembali mendorong para pengunjuk rasa untuk terus berdemonstrasi dan mengambil alih lembaga-lembaga negara dengan menyatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan. Trump juga menyatakan bahwa sudah waktunya terjadi perubahan kepemimpinan di Iran. Pernyataan tersebut ditafsirkan luas di Teheran sebagai ancaman langsung terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Situasi kian memanas setelah pada Sabtu lalu Trump mengumumkan bahwa sebuah “armada” militer Amerika Serikat sedang bergerak menuju Timur Tengah. Ia menegaskan AS memantau kondisi Iran secara cermat, sekaligus mengonfirmasi laporan bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln bersama sejumlah kapal perusak berpeluru kendali akan tiba di kawasan tersebut dalam beberapa hari ke depan. Pengumuman itu memicu reaksi keras dari pimpinan politik dan militer Iran, yang memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Iran akan dibalas dengan respons kuat dan tegas.
Internasional
| Selasa, 27 Januari 2026
Lokal

Pendidikan Gratis dan Beasiswa S1: Janji Pasti Sutarmidji untuk Masa Depan Anak Kalbar!
PIFA, Lokal - Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 1, Sutarmidji, kembali menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan sektor pendidikan. Bersama Calon Wakil Gubernur Didi Haryono, Sutarmidji berjanji melanjutkan pembangunan unit sekolah baru, khususnya SMA dan SMK negeri, termasuk di Kabupaten Kubu Raya.Dalam kampanye dialogis di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Jumat (8/11), Sutarmidji menyampaikan bahwa Kubu Raya masih membutuhkan setidaknya lima SMA/SMK baru.“Supaya (warga Kubu Raya) tidak jauh-jauh lagi mencari sekolah, Insyaallah, Kubu Raya akan kita tambah lima SMA/SMK,” ujar Midji.Sutarmidji, yang akrab disapa Midji, telah berupaya menjaga agar anak-anak Kalbar tidak putus sekolah sejak menjabat sebagai gubernur pada periode 2018-2023. Program sekolah gratis untuk pelajar SMA, SMK, dan SLB negeri, serta bantuan seragam lengkap bagi siswa tidak mampu, telah direalisasikannya. Selain itu, ia juga memperbarui meubeler sekolah yang rusak demi kenyamanan siswa.Memasuki periode kedua, Sutarmidji menawarkan program pendidikan baru, termasuk beasiswa kuliah bagi anak-anak Kalbar hingga jenjang S1.“Untuk yang tidak mampu juga (nanti) ada jaminan kuliah sampai S1, itu komitmen saya pada masyarakat Kalbar,” tegasnya.Mantan Wali Kota Pontianak ini menekankan bahwa ia hanya akan menjanjikan program yang dapat direalisasikan, bukan janji-janji muluk.“Kalau saya, ngomong yang bisa saya laksanakan, jangan berjanji yang tidak bisa direalisasikan,” katanya.Midji juga berencana membangun pusat sertifikasi keahlian untuk menyiapkan generasi muda menghadapi masuknya investasi di Kalbar.“Supaya anak-anak kita tidak menjadi penonton setiap kali ada investor masuk,” tambahnya.Program ini disambut baik oleh masyarakat, termasuk Marni, warga yang telah merasakan manfaat program Sutarmidji.“Anak saya sudah tak perlu bayar iuran sekolah, dan pihak sekolah tidak lagi menjual seragam,” ungkapnya. Namun, Marni berharap kebijakan ini juga dapat diterapkan di jenjang SMP, karena seragam sekolah masih tergolong mahal.“Kalau bisa bukan hanya SMA dan SMK, tapi kalau bisa SMP juga,” harap Marni, menegaskan bahwa pendidikan yang terjangkau menjadi kebutuhan mendesak di semua tingkat.
Kalbar
| Minggu, 10 November 2024














