

Foto: Okezone
Rekomendasi

Seri 3 Yamaha Cup Race 2024 Digelar di Semarang, Tim Jawara Asia UB150 Ambil Bagian
Semarang
| Senin, 17 Februari 2025

Majukan Pendidikan Indonesia, Yamaha Resmikan SMK Kelas Khusus SMK Mekanik Cibinong
Indonesia
| Kamis, 23 Januari 2025

KPK Akan Pelajari Dokumen dari Menteri UMKM soal Perjalanan Istri ke Eropa
Nasional
| Minggu, 6 Juli 2025

Sekolah Swasta Penerima Bantuan Pemprov Kalbar Dilarang Naikkan Iuran
Pontianak
| Selasa, 10 Juni 2025

KPK Benarkan Khalid Basalamah Kembalikan Uang terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Nasional
| Selasa, 16 September 2025

Tips Mengelola THR di Tengah Keadaan Ekonomi yang Lesu
Indonesia
| Minggu, 23 Maret 2025

Ria Ricis Curhat TikTokers Tak Bayar Utang Rp50 Juta, Warganet Minta Disebut Namanya
Pifabiz
| Sabtu, 25 Januari 2025

Evakuasi Penumpang Saudi Airlines di Bandara Kualanamu Usai Teror Bom, Kopasgat dan Jihandak Dikerahkan
Nasional
| Selasa, 17 Juni 2025

Dean James Siap Bela Timnas Indonesia, Fokus di Go Ahead Eagles Lebih Dulu
Indonesia
| Sabtu, 8 Februari 2025

J-Hope BTS Gelar Tur Solo, Termasuk di Jakarta pada Mei 2025
Jakarta
| Jumat, 10 Januari 2025
Berita Terkait
Sports

Raih 5 Emas, Indonesia Pepet Posisi Tuan Rumah SEA Games 2023
PIFA, Sports - Pada ajang olahraga negara-negara Asia Tenggara di Kamboja, Indonesia sudah mengoleksi lima emas, 2 perak, dan 12 perunggu. Capaian hingga Sabtu (6/5) siang ini membuat Indonesia bertengger di peringkat kedua klasmen sementara SEA Games 2023, memepet tuan rumah Kamboja. Emas perdana didapatkan oleh Rasif Yaqin pada cabang olahraga Triathlon di nomor Men’s Individual Aquathlon. Menpora Dito Ariotedjo berharap emas pertama itu dapat menginspirasi atlet Indonesia lainnya yang tengah bertanding. “Apresiasi dan terima kasih untuk aquathlon. Semoga medali emas ini bisa nambah lagi. Untuk atlet lainnya, ini adalah suntikan semangat bagi kalian untuk meraih emas dan mempersembanhkan untuk bangsa kita,” jelas Menpora Dito, dikutip dari laman resmi Kemenpora. Menpora juga berharap cabang olahraga maupun nomor pertandingan lainnya bisa menambah medali untuk Indonesia. Selain Rashif, medali emas juga diraih oleh beberapa atlet lainnya yaitu, Agus Prayogo Cabang Olahraga Atletik yang berhasil mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di nomor Men's Marathon. Kemudian, Odekta Elvina Naibaho dari Cabang Olahraga Atletik yang berhasil mempersembahkan medali emas di nomor Women's Marathon. Bella Sukma Dewi Bella Sukma Dewi dan Feri Yudoyono dari Cabang Olahraga Cycling – MT di nomor Women's MTB Cross Country Olympic dan Men's MTB Cross Country Olympic. (hs)
Kamboja
| Sabtu, 6 Mei 2023
Lokal

Menkes: Vaksinasi Covid-19 untuk Anak Dilaksanakan di Dinas Pendidikan dan Sekolah
Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak akan dilaksanakan di dinas pendidikan dan sekolah, Senin (5/7/2021). Budi mengungkapkan, keputusan tersebut diambil agar vaksinasi untuk anak-anak tidak bercampur dengan kegiatan vaksinasi orang-orang yang memiliki risiko lebih tinggi. “Vaksinasi ini akan dilakukan di dinas-dinas pendidikan, sekolah, agar tidak bentrok dengan program vaksinasi untuk orang-orang yang jauh lebih berisiko yaitu 18 tahun ke atas,” ucap Budi dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Senin (5/7/2021). Mengutip dari materi paparan Budi, screening, penyuntikan, dan observasi pada vaksinasi bagi anak akan sama seperti vaksinasi bagi orang berusia 18 tahun ke atas. Persyaratan yang harus dipenuhi untuk mengikuti vaksinasi anak adalah masyarakat perlu membawa kartu keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan Nomor Induk Kewarganegaraan (NIK) anaknya. Dosis vaksin untuk anak sedikit berbeda dengan dosis vaksin dewasa. Jenis vaksin yang diberikan adalah vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian. Interval waktu pemberian untuk vaksin keduanya minimal 28 hari. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak dengan rentang usia 12-17 tahun telah dimulai pada Kamis (1/7/2021). Menurut laporan Kementerian Kesehatan, sesuai dengan populasinya, vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun mencakup sekitar 32,6 juta anak.
Admin
| Senin, 5 Juli 2021
Lifestyle

Ahli Peringatkan Bahaya Mikroplastik yang Bisa Sebabkan Penyakit Paru-Paru
PIFA, Lifestyle - Mikroplastik, fragmen plastik berukuran kurang dari 5 milimeter, kini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan manusia. Zat ini dapat masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, bahkan udara yang terkontaminasi, dan berpotensi menyebabkan gangguan hormon, peradangan, hingga masalah pernapasan. Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan, mikroplastik bisa masuk hingga ke paru-paru dan menimbulkan kerusakan. “Data ilmiah dari luar negeri jelas menunjukkan ditemukannya partikel mikroplastik pada dahak dan bahkan jaringan paru manusia. Ini karena ukurannya sangat kecil sehingga bisa masuk jauh ke dalam paru-paru,” ujarnya kepada ANTARA, Senin (27/10/2025). Menurutnya, partikel mikroplastik yang masuk ke paru-paru dapat menyebabkan peradangan, kerusakan sel, dan gangguan fungsi lapisan pelindung paru (barier epitel). Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk waspada terutama pada musim hujan, saat risiko paparan partikel di udara meningkat. Ia juga mendorong pemerintah melakukan penelitian mengenai pengaruh pencemaran mikroplastik terhadap penyakit paru seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), fibrosis paru, dan emfisema. Selain itu, diperlukan studi tentang cara mikroplastik masuk dan menyebar dalam tubuh serta mekanisme pembersihan alami saluran napas. Sementara itu, Peneliti BRIN Muhammad Reza Cordova mengungkapkan bahwa sejak 2022 pihaknya menemukan mikroplastik dalam seluruh sampel air hujan di Jakarta. “Mikroplastik ini berasal dari serat sintetis pakaian, debu kendaraan dan ban, sisa pembakaran sampah plastik, serta degradasi plastik di ruang terbuka,” jelasnya. Rata-rata, peneliti menemukan 15 partikel mikroplastik per meter persegi per hari pada sampel air hujan di kawasan pesisir Jakarta. Reza menilai hal ini menandakan siklus plastik telah mencapai atmosfer, di mana partikel mikroplastik terbawa angin lalu turun kembali bersama air hujan. Untuk mengurangi risiko paparan, masyarakat disarankan meminimalkan penggunaan produk berbahan plastik serta menghindari pakaian dari serat sintetis. “Yang beracun bukan air hujannya, tetapi partikel mikroplastik di dalamnya karena mengandung bahan kimia aditif dan bisa menyerap polutan lain,” ujar Reza. Para ahli sepakat bahwa mengurangi ketergantungan terhadap plastik merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan dan lingkungan dari bahaya mikroplastik.
Lifestyle
| Senin, 27 Oktober 2025

















