

Viral Tudingan Es Kue Berbahan Spons, Pedagang Tua Akhirnya Dibebaskan dan Dagangannya Dinyatakan Aman
Rekomendasi

Patrick Kluivert dan Kontroversi Utang Judi Rp16 M, Layakkah Gantikan Shin Tae-yong?
Indonesia
| Selasa, 7 Januari 2025

Gibran Tekankan Hilirisasi Digital dan Pentingnya Data sebagai "Minyak Baru"
Politik
| Selasa, 27 Mei 2025

Jay Idzes Pecahkan Rekor di Laga Parma Vs Venezia Serie A
Italia
| Senin, 20 Januari 2025

Pelatih Oxford United Ungkap Cedera Ole Romeny Cukup Serius, Diragukan Tampil di Final Piala Presiden 2025
Timnas Indonesia
| Sabtu, 12 Juli 2025

Presiden Real Madrid Usai Dibantai Barcelona: Terkadang, Kami Harus Kalah di Final
Indonesia
| Selasa, 14 Januari 2025

Erspo Siapkan 10.000+ Jersey untuk Pendukung Timnas
Indonesia
| Jumat, 14 Februari 2025

Polda Kalbar Tangkap 4 Kurir Narkoba Bawa 20 Kg Sabu, Tergiur Upah 1500 Ringgit dari Bandar Malaysia
Pontianak
| Kamis, 13 Maret 2025

Panduan Lengkap Puasa Ramadhan: Niat, Waktu hingga Tata Caranya
Indonesia
| Senin, 17 Februari 2025

Hadir di Banjarmasin, Ribuan Gen Z Auto FOMO & Tampil Skena di Fazzio Youth Festival
Banjarmasin
| Senin, 20 Januari 2025

Wamenag RI Lepas 159 Jemaah Haji Sambas, Kloter Perdana Kalbar Siap Berangkat ke Tanah Suci
Pontianak
| Kamis, 22 Mei 2025
Berita Terkait
Sports

PSSI dan Kepolisian Bersatu Lawan Mafia Bola di Tanah Air
PIFA, Sports - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menggelar jumpa pers di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Jakarta, pada Senin (26/6), untuk menyampaikan komitmen mereka dalam memberantas mafia bola dengan segala macam bentuk tindakannya, termasuk pengaturan skor atau match fixing. Erick Thohir mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian Indonesia dan mendukung langkah-langkah yang diambil oleh Polri dalam upaya memberantas pengaturan skor demi menciptakan iklim sepakbola yang bersih di Indonesia. “Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Kapolri dan jajarannya terutama dengan dibentuknya tim satgas anti mafia bola yang sudah berjalan dari bulan Maret. Sejak awal saya dan pak Kapolri diinstruksikan oleh bapak Presiden agar menciptakan iklim sepakbola yang bersih. Karena ini penting buat juga kita mendorong liga kita menjadi nomor satu di Asia Tenggara dan terciptanya tim nasional yang bisa bertanggung jawab, sehingga meraih prestasi dengan baik,” jelas Erick, dikutip dari laman resmi PSSI. PSSI dan Polri, dengan dukungan dari FIFA, telah menemukan indikasi adanya pengaturan skor oleh perangkat pertandingan. Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa tim satgas anti mafia bola telah diperintahkan untuk melakukan pendalaman dan penyelidikan berdasarkan data yang telah mereka temukan. Erick Thohir menegaskan bahwa data-data terkait indikasi pengaturan skor sudah ada di pihak Kepolisian dan juga data dari FIFA. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya kerja sama antara kepolisian dan organisasi sepakbola dalam memberantas mafia sepakbola dan pengaturan skor. Komitmen Polri dalam mengawal dan mendukung kompetisi sepakbola di Indonesia sangatlah kuat. Mereka berharap agar tidak ada lagi pengaturan skor atau match fixing dalam kompetisi, dan berharap satgas anti mafia bola yang dibentuk pada bulan Maret 2023 dapat menghasilkan kompetisi yang fair serta atlet-atlet yang berkualitas. Tujuannya adalah untuk maju baik dalam pertandingan nasional maupun internasional. "Kita temukan adanya indikasi pelanggaran ataupun kecurangan yang dilakukan oleh perangkat pertandingan. Dalam waktu dekat, saya perintahkan kepada satgas anti mafia bola untuk melakukan pendalaman dan penyelidikan sesuai dengan data-data yang kami temukan,” ungkap Listyo Sigit Prabowo. PSSI dan Kepolisian Indonesia menyampaikan dukungan dan terima kasih mereka, serta berharap bahwa proses yang akan terjadi akan transparan dengan didasarkan pada bukti-bukti dan data yang valid. Langkah ini tidak hanya berdasarkan asumsi atau tebak-tebakan, tetapi benar-benar didasarkan pada data dan fakta yang ada. (hs)
Indonesia
| Senin, 26 Juni 2023
Lokal

Line Up Yamaha Racing Indonesia 2025, Siap Tempur di Level Kompetitif Internasional
PIFA.CO.ID, NASIONAL – Musim 2025 menjadi babak baru lagi bagi tim Yamaha Racing Indonesia untuk tampil di berbagai kejuaraan internasional baik tingkat dunia maupun Asia. Line up pembalap dirilis pada Selasa 11 Maret 2025 yang menghadirkan susunan pembalap beserta kompetisi yang diikuti. Daftar tersebut diumumkan PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), sekaligus akan menandai awal perjalanan tim Yamaha Racing Indonesia sepanjang tahun 2025. Ada 6 pembalap yang tampil di 3 ajang internasional dengan formasi sebagai berikut : World Supersport : Aldi Satya Mahendra R3 BLU CRU World Cup : Arai Agaska Dibani Laksana Asia Road Racing Championship : Wahyu Nugroho & Muhammad Faerozi T (SS600), Candra Hermawan & Fadil Al Gassani (AP250) Perjuangan para pembalap Yamaha Racing Indonesia di tahun ini sudah dimulai dengan seri pembuka World Supersport pada 21-23 Februari di sirkuit Phillip Island Australia, yang memberikan poin perdana bagi Aldi Satya Mahendra. Hasil dari debutnya itu menambah kepercayaan diri juara dunia World Supersport 300 tahun 2024 tersebut. Membalap bersama Yamaha BLU CRU Evan Bros Team, Aldi Satya Mahendra akan menjalani 11 seri lagi hingga pertengahan Oktober nanti. Konsistensi pembinaan berjejang karir pembalap Yamaha Racing Indonesia juga dilakukan dengan keikutsertaan Arai Agaska dalam R3 BLU CRU World Cup. Rider muda berbakat itu telah membuktikan kualitasnya saat bertarung di kelas AP250 Asia Road Racing Championship (ARRC) 2024. Dia pun diberikan kepercayaan untuk tampil perdana di R3 BLU CRU World Cup, kejuaraan yang selalu diikuti oleh para pembalap Yamaha Racing Indonesia. Lalu di ranah Asia, kuartet pembalap Yamaha Racing Indonesia siap bertempur di Asia Road Racing Championship (ARRC). Di kelas Supersport 600 (SS600) ada Wahyu Nugroho dan Muhammad Faerozi T, sedangkan kelas Asia Production 250 (AP250) menampilkan dua wajah baru sebagai rider pabrikan Yamaha Racing Indonesia dalam satu musim yakni Candra Hermawan dan Fadil Al Gassani. Candra Hermawan tampil di ARRC 2024 sebagai pembalap wild card Yamaha Racing Indonesia di seri Mandalika dan Sepang. Sedangkan Fadil Al Gassani adalah pembalap belia yang merupakan juara bLU cRU R15 Junior Pro di Yamaha Sunday Race 2024. Pencapaiannya tersebut diapresiasi Yamaha dengan memberikannya kesempatan tampil di kelas AP250 ARRC 2025. ”Musim balapan 2025 menjadi lembaran baru lagi untuk berkompetisi di berbagai ajang, dan tim Yamaha Racing Indonesia akan kembali tampil di kejuaraan dunia dan asia. Line up musim 2025 kami umumkan di awal Maret ini berisikan para pembalap muda berbakat yang performanya telah terbukti sebagai juara dunia, juga berpengalaman di level asia dan nasional. Pembibitan dan pembinaan bertahap merupakan komitmen kami hingga para pembalap dapat berprestasi sekaligus merasakan experience lebih dalam journey karir balapan. Kami harapkan di tahun 2025 ini pencapaian optimal sesuai target menggunakan motor-motor unggulan Yamaha dengan DNA Racing yang begitu kental, serta membanggakan Indonesia di kancah internasional,” ungkap Johannes B.M.S, Assistant General Manager CS Division PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Para pembalap Yamaha Racing Indonesia juga menyatakan kesiapan mereka untuk bersaing di kejuaraan yang diikuti, menghadapi persaingan yang semakin sengit dengan lawan-lawan dari negara lain. Aldi Satya Mahendra (World Supersport) Terimakasih kepada Yamaha Indonesia dan para sponsor yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk naik kelas di balapan tahun ini. Setelah menjuarai World Supersport 300 tahun 2024, saya semakin termotivasi untuk menjawab tantangan di World Supersport 2025. Secara fisik dan mental saya siap dan optimis guna mendukung upaya meraih target bersama Yamaha Indonesia dan Yamaha BLU CRU Evan Bros Team. Adaptasi yang cepat dengan motor R9, juga kerjasama yang baik dengan tim menambah kepercayaan diri saya menjalani rangkaian musim 2025 ini. Arai Agaska (R3 BLU CRU World Cup) Merupakan kesempatan emas bagi saya melangkah masuk ke ajang R3 BLU CRU World Cup. Terimakasih Yamaha Indonesia, saya akan memanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendapatkan banyak pengalaman, juga merasakan atmosfer baru yang akan sangat menyenangkan di R3 BLU CRU World Cup. Saya harapkan perjalanan musim ini semakin meningkatkan skill dan menempa mental saya bertarung di kompetisi dunia. Wahyu Nugroho (ARRC SS600) Tahun ini saya kembali berkompetisi di kelas SS600 ARRC, terimakasih Yamaha Indonesia telah memberikan kesempatan saya untuk melanjutkan journey balapan. Berbekal pengalaman di ARRC, serta experience lainnya yang pernah saya dapatkan dari ambil bagian di R3 BLU CRU World Cup dan VR46 Master Camp, saya akan berusaha optimal di musim ini untuk meraih hasil lebih baik. Muhammad Faerozi T (ARRC SS600) Ini adalah challenge karena saya tampil lagi di kelas SS600 kejuaraan ARRC, setelah sebelumnya pernah di tahun 2022. Dengan begitu, saya tidak asing lagi menggunakan R6 dan beradaptasi di kelas SS600. Sering mengikuti kejuaraan ARRC juga di kelas AP250 dimana tahun lalu saya ada di posisi runner up klasemen akhir, membuat saya kian terpacu untuk meraih hasil optimal di kelas SS600 tahun ini. Terimakasih Yamaha Indonesia, saya akan menimba pengalaman lagi di tingkat Asia yang kompetitif ini. Candra Hermawan (AP250) Saya sangat senang akhirnya bisa balapan semusim penuh di ARRC bersama Yamaha Racing Indonesia, terimakasih sudah mengajak saya di kelas AP250. Dua kali jadi rider wild card AP250 ARRC 2024 memberikan saya pengalaman di pentas ini, lalu tahun ini tampil di seri lebih banyak lagi adalah berkah istimewa sehingga akan saya gunakan sebaik mungkin. Tentunya bakal makin seru persaingannya dan saya sudah tak sabar menjalaninya. Fadil Al Gassani (AP250) Perjuangan saya di jalur balapan menghasilkan improvement hingga bisa ke ajang besar di Asia. Saya sangat bersyukur atas kesempatan spesial ini, terimakasih Yamaha. Berada dalam pembinaan Yamaha Racing Indonesia terbukti membawa saya sampai di tahap ini. Saya akan mencoba mengerahkan semua kemampuan dan mengasah skill di tahun pertama mengikuti ARRC.
Australia
| Selasa, 11 Maret 2025
Lokal

30 Prajurit Kodim 1205/Sintang Naik Pangkat, Pelantikan Berlangsung Khidmat
Berita Sintang, Kalbar - PIFA, Dandim 1205/Sintang, Letnan Kolonel Inf Kukuh Suharwiyono, melantik 30 prajurit Kodim 1205/Sintang yang naik pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya. Pelantikan kenaikan pangkat periode 1 Oktober 2021 itu, berlangsung di Lapangan bola Makodim Sintang, Jalan Pembangunan, Sintang, Jumat (08/10/2021). Dari 30 Prajurit Kodim Sintang yang naik pangkat diantaranya 1 Perwira, 8 Bintara dan 21 Tamtama. Dandim 1205/Sintang menegaskan, kenaikan pangkat bukanlah suatu hadiah atau penghargaan semata, akan tetapi melalui proses administrasi yang cukup panjang. Hal itu juga tidak terlepas dari disiplin kerja dan loyalitas yang tinggi terhadap satuan. “Kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula harus disyukuri sekaligus dijadikan motivasi untuk meningkatkan kinerja selama mengabdikan diri kepada bangsa dan negara khususnya di satuan Kodim 1205/Sintang”, tegasnya, mengutip laman instagram Kodim 1205/Sintang. Tak lupa, beliau juga memberikan ucapan selamat kepada para prajurit yang dilantik. “Atas nama komando maupun selaku pribadi, saya mengucapkan selamat berbahagia bagi para Perwira, Bintara dan Tamtama yang naik pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula,” tandasnya.
Sintang
| Jumat, 8 Oktober 2021

















