Virus mematikan yang menyerang Israel sebabkan 100 infeksi dan 5 orang tewas. (Ilustrasi: Freepik)

PIFA, Internasional - Israel menghadapi ketakutan besar setelah laporan terbaru menunjukkan setidaknya 100 orang terinfeksi virus West Nile, dengan lima di antaranya meninggal dunia. Jerusalem Post mengungkapkan bahwa sejumlah besar warga di bagian tengah Israel terinfeksi virus tersebut, dengan beberapa pasien dirawat di berbagai pusat medis utama di negara tersebut.

Di Meir Medical Center, Kota Kfar Saba, sejumlah pasien dilaporkan dirawat dengan berbagai gejala virus West Nile. Sebanyak 25 pasien mengalami gejala demam, dengan dua di antaranya dalam kondisi serius hingga harus dipasangi ventilator dan diberi anestesi. Di Sheba Medical Center, enam orang pasien dirawat, di mana tiga di antaranya dalam kondisi kritis dan menggunakan ventilator.

Rabin Medical Center di Petah Tikva melaporkan kematian lima pasien akibat virus ini. Infeksi virus West Nile, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, umumnya dianggap sebagai penyakit ringan. Namun, dalam beberapa kasus, infeksi ini dapat mengakibatkan morbiditas parah hingga kematian.

Virus West Nile hidup di alam liar dan seringkali menyebar di antara burung melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Nyamuk tersebut dapat menularkan virus ke hewan lain termasuk manusia. Virus ini biasanya tidak menunjukkan gejala, namun beberapa pasien mungkin mengalami gejala mirip flu seperti demam, sakit kepala, lemas, nyeri sendi dan otot, konjungtivitis, ruam, dan terkadang mual dan diare. Pada satu persen kasus, penyakit ini dapat menyebabkan gejala neurologis yang serius seperti meningitis, ensefalitis akut, atau lumpuh layuh.

Masa inkubasi virus West Nile berkisar antara 7 hingga 14 hari, namun dalam beberapa kasus bisa mulai dari 3 hingga 21 hari. Virus ini tidak menular dari orang ke orang dan hanya ditularkan oleh nyamuk yang terinfeksi. Orang yang paling berisiko adalah mereka dengan penyakit kronis yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh, pasien kanker, bayi, dan orang tua.

Saat ini, belum ada vaksin untuk manusia terhadap virus West Nile, hanya tersedia untuk kuda. Pengobatan khusus untuk penyakit ini juga belum ada. Upaya yang dilakukan termasuk pemberian infus antibodi intravena (IVIG) dan obat interferon untuk memperkuat sistem imun tubuh.

Dokter akan memberikan cairan dan antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder, serta menggunakan ventilator jika diperlukan. Pencegahan utama adalah dengan menghindari gigitan nyamuk menggunakan obat nyamuk dan melaporkan keberadaan nyamuk di dekat tempat penampungan air kepada pihak berwenang. (ad)

PIFA, Internasional - Israel menghadapi ketakutan besar setelah laporan terbaru menunjukkan setidaknya 100 orang terinfeksi virus West Nile, dengan lima di antaranya meninggal dunia. Jerusalem Post mengungkapkan bahwa sejumlah besar warga di bagian tengah Israel terinfeksi virus tersebut, dengan beberapa pasien dirawat di berbagai pusat medis utama di negara tersebut.

Di Meir Medical Center, Kota Kfar Saba, sejumlah pasien dilaporkan dirawat dengan berbagai gejala virus West Nile. Sebanyak 25 pasien mengalami gejala demam, dengan dua di antaranya dalam kondisi serius hingga harus dipasangi ventilator dan diberi anestesi. Di Sheba Medical Center, enam orang pasien dirawat, di mana tiga di antaranya dalam kondisi kritis dan menggunakan ventilator.

Rabin Medical Center di Petah Tikva melaporkan kematian lima pasien akibat virus ini. Infeksi virus West Nile, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, umumnya dianggap sebagai penyakit ringan. Namun, dalam beberapa kasus, infeksi ini dapat mengakibatkan morbiditas parah hingga kematian.

Virus West Nile hidup di alam liar dan seringkali menyebar di antara burung melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Nyamuk tersebut dapat menularkan virus ke hewan lain termasuk manusia. Virus ini biasanya tidak menunjukkan gejala, namun beberapa pasien mungkin mengalami gejala mirip flu seperti demam, sakit kepala, lemas, nyeri sendi dan otot, konjungtivitis, ruam, dan terkadang mual dan diare. Pada satu persen kasus, penyakit ini dapat menyebabkan gejala neurologis yang serius seperti meningitis, ensefalitis akut, atau lumpuh layuh.

Masa inkubasi virus West Nile berkisar antara 7 hingga 14 hari, namun dalam beberapa kasus bisa mulai dari 3 hingga 21 hari. Virus ini tidak menular dari orang ke orang dan hanya ditularkan oleh nyamuk yang terinfeksi. Orang yang paling berisiko adalah mereka dengan penyakit kronis yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh, pasien kanker, bayi, dan orang tua.

Saat ini, belum ada vaksin untuk manusia terhadap virus West Nile, hanya tersedia untuk kuda. Pengobatan khusus untuk penyakit ini juga belum ada. Upaya yang dilakukan termasuk pemberian infus antibodi intravena (IVIG) dan obat interferon untuk memperkuat sistem imun tubuh.

Dokter akan memberikan cairan dan antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder, serta menggunakan ventilator jika diperlukan. Pencegahan utama adalah dengan menghindari gigitan nyamuk menggunakan obat nyamuk dan melaporkan keberadaan nyamuk di dekat tempat penampungan air kepada pihak berwenang. (ad)

0

0

You can share on :

0 Komentar