Foto: Alodokter

Foto: Alodokter

Berandascoped-by-BerandaNasionalscoped-by-NasionalVitamin Pemulihan Covid-19 yang Direkomendasikan Perhimpunan Dokter Indonesia

Vitamin Pemulihan Covid-19 yang Direkomendasikan Perhimpunan Dokter Indonesia

Covid-19 | Sabtu, 2 Oktober 2021

Tips dan Trik Kesehatan - Vitamin merupakan satu di antara faktor penting yang dapat mempermudah pemulihan Covid-19. Terdapat sejumlah vitamin yang direkomendasikan oleh Perhimpunan Dokter Indonesia untuk pemulihan pasien Covid-19, mulai dari vitamin C, D, hingga E.

Diketahui bahwa vitamin adalah nutrisi tambahan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan menunjang kinerja tubuh. Umumnya, Vitamin berasal dari makanan dan buah-buahan yang bersifat organik.

Tubuh sangat membutuhkan berbagai macam nutrisi untuk menunjang kinerja organ-organnya supaya tetap optimal kinerjanya, oleh karena itu tubuh sangat membutuhkan asupan vitamin dan makanan bergizi seimbang. Jika kita rutin mengonsumsi sayur dan buah yang kaya akan vitamin, maka imunitas tubuh kita juga dapat meningkat seriring berjalannya waktu.

Kementerian Kesehatan Indonesia melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat juga merekomendasikan kita untuk mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung kaya akan vitamin. Kampanye konsumsi sayur dan buah itu merupakan upaya untuk pemenuhan gizi seimbang dan percepatan perbaikan gizi masyarakat Indonesia. Di samping itu, kampanye tersebut juga bagian dari perilaku hidup sehat yang harus dilakukan agar kita aman dari berbagai macam penyakit, baik itu yang menular ataupun tidak menular.

Menurut Pedoman Tatalaksana Covid-19 Edisi 3 yang disusun oleh Perhimpunan Dokter Indonesia, ada beberapa vitamin untuk pasien Covid-19 yang direkomendasikan. Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia mengungkapkan, obat-obatan pasien Covid-19 harus sesuai dengan resep dokter, sementara vitamin boleh dibeli oleh masyarakat secara bebas.

Berikut ini rekomendasi vitamin untuk pemulihan pasien COVID-19 Menurut Perhimpunan Dokter Indonesia:

1. Vitamin untuk Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

Vitamin C, dengan pilihan rekomendasi:

  • Tablet vitamin C non acidic 500mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari)
  • Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)
  • Multivitamin yang mengandung Vitamin C 1-2 tablet/24 jam (selama 30 hari)
  • Dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, Zink

Vitamin D

  • Suplemen: 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup)
  • Obat 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000 IU dan tablet kunya 5000 IU.

2. Vitamin untuk Pasien Covid-19 Derajat Ringan

Vitamin C, dengan pilihan rekomendasi:

  • Tablet vitamin C non acidic 500mg/6-8 jam oral (untuk 14 hari)
  • Tablet isap vitamin C 500 mg/12 jam oral (selama 30 hari)
  • Multivitamin yang mengandung Vitamin C 1-2 tablet/24 jam (selama 30 hari)
  • Dianjurkan multivitamin yang mengandung vitamin C, B, E, Zink

Vitamin D

  • Suplemen: 400 IU-1000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, tablet effervescent, tablet kunyah, tablet hisap, kapsul lunak, serbuk, sirup)
  • Obat 1000-5000 IU/hari (tersedia dalam bentuk tablet 1000 IU dan tablet kunya 5000 IU.

3. Vitamin untuk Pasien Covid-19 Derajat Sedang

Berbeda dengan pasien tanpa gejala dan derajat ringan, pasien Covid-19 derajat sedang pemberian vitamin dilakukan melalui intravena karena pasien derajat sedang umumnya sudah memiliki pneumonia dan dirawat di rumah sakit. Perlu diketahui, intravena merupakan metode pemberian obat melalui injeksi atau infus.

4. Vitamin untuk Pasien Covid-19 Derajat Berat atau Kritis

Sementara itu, pasien Covid-19 derajat berat atau kritis harus membutuhkan perawatan di rumah sakit. Pemberian vitamin juga dapat dilakukan melalui intravena sesuai dengan resep dokter.

Selain mengonsumsi vitamin, pasien Covid-19 yang mengalami kritis juga diwajibkan untuk minum obat-obatan yang sudah diresepkan oleh dokter. Resep tersebut nantinya dibuatkan sesuai dengan Pedoman Tatalaksana Covid-19.

Rekomendasi

Foto: Pinterest Tiba-tiba Kebanjiran Pengguna, Saham Melonjak hingga 19 Persen | Pifa Net

Pinterest Tiba-tiba Kebanjiran Pengguna, Saham Melonjak hingga 19 Persen

Indonesia
| Jumat, 7 Februari 2025
Foto: Siap Rilis Mini Album Terbaru, Jisoo Blackpink Gabung Warner Records | Pifa Net

Siap Rilis Mini Album Terbaru, Jisoo Blackpink Gabung Warner Records

Korea
| Kamis, 30 Januari 2025
Foto: Malaysia Setop Penjualan Permen Gummy Bentuk Bola Mata Usai Picu Insiden Kematian Anak | Pifa Net

Malaysia Setop Penjualan Permen Gummy Bentuk Bola Mata Usai Picu Insiden Kematian Anak

Malaysia
| Selasa, 25 Februari 2025
Foto: Kisruh Royalti Lagu: Agnez Mo vs Ahmad Dhani Saling Lempar Sindiran | Pifa Net

Kisruh Royalti Lagu: Agnez Mo vs Ahmad Dhani Saling Lempar Sindiran

Indonesia
| Rabu, 19 Februari 2025
Foto: Gibran Mendadak Blusukan ke Kampung Malang Tengah, Ada Apa? | Pifa Net

Gibran Mendadak Blusukan ke Kampung Malang Tengah, Ada Apa?

Surabaya
| Rabu, 29 Januari 2025
Foto: Viral Perdebatan Orang Tua Siswa dan Guru SMK di Pontianak Perkara Warna Sepatu | Pifa Net

Viral Perdebatan Orang Tua Siswa dan Guru SMK di Pontianak Perkara Warna Sepatu

Pontianak
| Jumat, 14 Februari 2025
Foto: Pesan Shin Tae-yong untuk Pemain Timnas Indonesia: Fokus Masa Depan dan Sambut Pelatih Baru | Pifa Net

Pesan Shin Tae-yong untuk Pemain Timnas Indonesia: Fokus Masa Depan dan Sambut Pelatih Baru

Indonesia
| Selasa, 28 Januari 2025
Foto: Jay Idzes Pecahkan Rekor di Laga Parma Vs Venezia Serie A | Pifa Net

Jay Idzes Pecahkan Rekor di Laga Parma Vs Venezia Serie A

Italia
| Senin, 20 Januari 2025
Foto: Ketua PSSI: Sepak Bola Harus Jadi Pemersatu, Bukan Pemecah | Pifa Net

Ketua PSSI: Sepak Bola Harus Jadi Pemersatu, Bukan Pemecah

Indonesia
| Sabtu, 1 Maret 2025
Foto: Xiaomi 16 Dirumorkan Usung Baterai Jumbo 7.000 mAh, Jadi Gebrakan Baru di Kelas Flagship | Pifa Net

Xiaomi 16 Dirumorkan Usung Baterai Jumbo 7.000 mAh, Jadi Gebrakan Baru di Kelas Flagship

Dunia
| Senin, 14 April 2025

Berita Terkait

Teknologi

Foto: Hindari Tarif Tinggi dari China, Apple Pertimbangkan Impor iPhone dari India | Pifa Net

Hindari Tarif Tinggi dari China, Apple Pertimbangkan Impor iPhone dari India

PIFA.CO.ID, TEKNO - Raksasa teknologi Apple tengah mempertimbangkan untuk mengimpor lebih banyak unit iPhone dari India, menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pekan lalu terkait kebijakan tarif tambahan yang tinggi terhadap barang-barang impor dari China.Mengutip laporan Wall Street Journal dan Tech Crunch, langkah ini dilihat sebagai solusi jangka pendek sembari Apple berupaya bernegosiasi dengan pemerintahan Trump untuk mendapatkan pengecualian dari kebijakan tarif tersebut. Meski demikian, Apple belum berencana merombak sepenuhnya rantai pasokan globalnya, yang hingga kini masih sangat bergantung pada China.Tarif impor terhadap produk buatan China saat ini mencapai 54 persen. Namun, untuk barang-barang yang diimpor dari India, pemerintah AS hanya mengusulkan tarif sebesar 26 persen, menjadikan India alternatif yang lebih menguntungkan secara ekonomi bagi Apple.Langkah diversifikasi produksi ini menjadi krusial karena jika tarif tambahan tetap diterapkan, harga impor iPhone ke AS akan melonjak drastis. Sebagai contoh, sebuah iPhone 16 Pro yang sebelumnya dikenai bea masuk sebesar 550 dolar AS, berpotensi naik hampir 300 dolar AS akibat kebijakan tarif baru.Analis dari Bank of America, Wamsi Mohan, menyatakan bahwa Apple diperkirakan akan memproduksi sekitar 25 juta unit iPhone di India tahun ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 juta unit dialokasikan untuk pasar domestik India, dan sisanya bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pasar AS. Jika seluruh 25 juta unit tersebut dikirim ke AS, maka jumlah tersebut cukup untuk memenuhi hampir 50 persen kebutuhan iPhone di negara itu.Kebijakan tarif tinggi ini merupakan bagian dari strategi Presiden Trump untuk mendorong perusahaan-perusahaan besar seperti Apple agar memindahkan basis produksi mereka ke Amerika Serikat. Pemerintahannya berargumen bahwa langkah ini dapat menghidupkan kembali sektor manufaktur AS yang selama ini tergerus oleh globalisasi.Sementara itu, ketegangan perdagangan antara AS dan China terus meningkat. Setelah tarif awal sebesar 54 persen diberlakukan oleh AS terhadap barang-barang dari China, Beijing merespons dengan menaikkan tarif tambahan sebesar 34 persen atas produk asal AS. Tidak tinggal diam, Trump kembali menaikkan bea masuk hingga 50 persen lagi pada 9 April, sehingga tarif kumulatif atas barang dari China kini mencapai 104 persen sejak awal tahun.Situasi ini memunculkan tantangan serius bagi banyak perusahaan global yang mengandalkan China sebagai pusat produksi, termasuk Apple. Pilihan untuk memindahkan sebagian produksi ke India menjadi langkah strategis guna menjaga harga produk tetap kompetitif di pasar AS, sekaligus menghindari beban tarif yang membengkak.

India
| Kamis, 10 April 2025

Nasional

Foto: Pertamina Patra Niaga Uji Coba Layani Pertalite dan Solar Bagi Pengguna MyPertamina Terdaftar | Pifa Net

Pertamina Patra Niaga Uji Coba Layani Pertalite dan Solar Bagi Pengguna MyPertamina Terdaftar

Berita Nasional, PIFA - Dalam rangka memenuhi kebutuhan energi yang terjangkau bagi masyarakat melalui penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) melakukan uji coba pelayanan bagi pengguna terdaftar di MyPertamina. Melansir laman Pertamina, penyaluran Solar dan Pertalite oleh Pertamina Patra Niaga tertuang dalam Peraturan Presiden No. 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas No. 4/2020. “Dalam menyalurkan BBM subsidi ada aturannya, baik dari sisi kuota atau jumlah maupun dari sisi segmentasi penggunanya. Saat ini, segmen pengguna Solar subsidi ini sudah diatur, sedangkan Pertalite segmentasi penggunanya masih terlalu luas. Sebagai badan usaha yang menjual Pertalite dan Solar, kami harus patuh, tepat sasaran dan tepat kuota dalam menyalurkan BBM yang disubsidi pemerintah,” jelas Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, dikutip dari laman Pertamina Saat ini masih terjadi di lapangan adanya konsumen yang tidak berhak mengkonsumsi Pertalite dan Solar dan jika tidak diatur, besar potensinya kuota yang telah ditetapkan selama satu tahun tidak akan mencukupi. Untuk memastikan mekanisme penyaluran makin tepat sasaran, Pertamina Patra Niaga berinisiatif dan berinovasi untuk melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar bagi pengguna berhak yang sudah terdaftar di dalam sistem MyPertamina.  “Kami menyiapkan website MyPertamina yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022. Masyarakat yang merasa berhak menggunakan Pertalite dan Solar dapat mendaftarkan datanya melalui website ini, untuk kemudian menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar. Sistem MyPertamina ini akan membantu kami dalam mencocokan data pengguna,” sambung Alfian. Alfian menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir apabila tidak memiliki aplikasi MyPertamina, karena pendaftaran dilakukan semua di website MyPertamina https://subsiditepat.mypertamina.id/. Pengguna yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya kemudian akan mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan. Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukan bahwa data mereka telah cocok dan dapat membeli Pertalite dan Solar. “Yang terpenting adalah memastikan menjadi pengguna terdaftar di website MyPertamina, jika seluruh data sudah cocok maka konsumen dapat melakukan transaksi di SPBU dan seluruh transaksinya akan tercatat secara digital. Inilah yang kami harapkan, Pertamina dapat mengenali siapa saja konsumen Pertalite dan Solar sehingga kedepannya, bisa menjadi acuan dalam membuat program ataupun kebijakan terkait subsidi energi bersama pemerintah sekaligus melindungi masyarakat yang saat ini berhak menikmati bahan bakar bersubsidi,” lanjutnya. Hingga saat ini, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat infrastruktur serta kesisteman untuk mendukung program penyaluran Pertalite dan Solar secara tepat sasaran ini. Direncanakan, uji coba awal akan dilakukan di beberapa kota/kabupaten yang tersebar di 5 Provinsi antara lain Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

Indonesia
| Selasa, 28 Juni 2022

Lokal

Foto: Prestasi Mencolok Kubu Raya dalam Perencanaan dan Pencapaian Daerah di Era Muda Mahendrawan | Pifa Net

Prestasi Mencolok Kubu Raya dalam Perencanaan dan Pencapaian Daerah di Era Muda Mahendrawan

PIFA, Lokal – Kabupaten Kubu Raya, sebuah daerah di Provinsi Kalimantan Barat, meraih sorotan dan pengakuan atas prestasinya yang mengesankan dalam bidang perencanaan dan pencapaian daerah. Pada tahun 2022, kabupaten ini dinobatkan sebagai kabupaten terbaik pertama dalam kategori tersebut dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Provinsi Kalimantan Barat. Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata dari komitmen dan kemajuan yang telah dicapai oleh pemerintahan setempat dalam memajukan wilayahnya. Bupati Kubu Raya. Muda Mahendrawan menyatakan bahwa kinerja yang tinggi, tata kelola perencanaan yang baik, data yang akurat, serta sistem data yang terintegrasi sangat mempengaruhi kualitas dan keberhasilan dalam perencanaan pembangunan. Dia menekankan pentingnya memiliki data yang akurat karena hal ini akan berdampak pada pelaksanaan program pembangunan yang efisien dan efektif. Muda Mahendrawan juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Kubu Raya telah mengadopsi strategi 'Kepong Bakol' untuk meningkatkan kinerja pemerintahan. Dengan dukungan sistem data yang terintegrasi, kabupaten ini optimis dapat melanjutkan pembangunan dengan lebih efisien dan efektif. Penghargaan PPD ini diberikan sebagai pengakuan atas inovasi yang terkait dengan pengembangan geoportal dan upaya untuk menggabungkan data dalam ekosistem data Kubu Raya. Penghargaan ini menjadi prestasi luar biasa bagi Kabupaten Kubu Raya dan memperkuat posisinya dalam perencanaan pembangunan yang berkelanjutan. Kabupaten ini berharap dapat mewakili Kalimantan Barat dan masuk dalam nominasi nasional, menjadikan mereka panutan dalam upaya perencanaan dan pencapaian pembangunan daerah. (hs)

Kubu Raya
| Jumat, 1 September 2023
2
4
8
9
10
3
5
2
4
8
9
10
3
5
2
4
8
9
10
3
5