Israel tengah digegerkan dengan serangan wabah vrus mematikan, ratusan terpapar dan 8 pasien kritis. (Ilustrasi: Freepik)

PIFA, Internasional - Wabah Virus West Nile yang baru-baru ini dilaporkan merebak di Israel telah menyebabkan infeksi pada 100 orang. Delapan dari pasien sedang dirawat di unit perawatan intensif setelah dibius dan diberi ventilasi dalam kondisi kritis, mereka adalah penduduk Israel tengah dengan beberapa berasal dari wilayah Sharon.

Melansir Suara.com, saat ini mereka tengah mendapat perawatan di Meir Medical Center di Kfar Saba.

Enam pasien sedang menjalani perawatan di Sheba Medical Center, dengan tiga di antaranya saat ini dalam kondisi kritis dan menggunakan ventilasi. Sejauh ini, lima pasien telah meninggal di Rabin Medical Center-Kampus Beilinson di Petah Tikva.

Delapan pasien sedang dirawat di rumah sakit, sementara delapan kasus lainnya masih dalam proses verifikasi di laboratorium pusat terkait keberadaan virus. Virus West Nile berasal dari virus yang umumnya ditemukan di populasi burung liar. Penularan dimulai ketika nyamuk menggigit burung yang terinfeksi, kemudian menyebarkan virus ke burung lain dan pada tahap berikutnya, ke hewan dan manusia.

Mayoritas infeksi menyebabkan gejala ringan atau tidak ada gejala sama sekali, meskipun dalam beberapa kasus dapat menyebabkan penyakit serius seperti meningitis atau ensefalitis. Masa inkubasi biasanya berkisar antara 7 hingga 14 hari, dengan kasus yang jarang dapat menunjukkan gejala hingga 21 hari setelah paparan.

Virus ini tidak dapat ditularkan dari manusia ke manusia, dan risiko terbesar terjadi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu, seperti pasien dengan penyakit kronis atau orang lanjut usia.

Saat ini, tidak ada vaksin yang tersedia untuk manusia, hanya vaksin yang ada untuk melindungi kuda dari penyakit ini. Terapi saat ini meliputi penggunaan IVIG (Immunoglobulin Intravena) dan interferon, yang bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk memerangi infeksi virus. (ad)

PIFA, Internasional - Wabah Virus West Nile yang baru-baru ini dilaporkan merebak di Israel telah menyebabkan infeksi pada 100 orang. Delapan dari pasien sedang dirawat di unit perawatan intensif setelah dibius dan diberi ventilasi dalam kondisi kritis, mereka adalah penduduk Israel tengah dengan beberapa berasal dari wilayah Sharon.

Melansir Suara.com, saat ini mereka tengah mendapat perawatan di Meir Medical Center di Kfar Saba.

Enam pasien sedang menjalani perawatan di Sheba Medical Center, dengan tiga di antaranya saat ini dalam kondisi kritis dan menggunakan ventilasi. Sejauh ini, lima pasien telah meninggal di Rabin Medical Center-Kampus Beilinson di Petah Tikva.

Delapan pasien sedang dirawat di rumah sakit, sementara delapan kasus lainnya masih dalam proses verifikasi di laboratorium pusat terkait keberadaan virus. Virus West Nile berasal dari virus yang umumnya ditemukan di populasi burung liar. Penularan dimulai ketika nyamuk menggigit burung yang terinfeksi, kemudian menyebarkan virus ke burung lain dan pada tahap berikutnya, ke hewan dan manusia.

Mayoritas infeksi menyebabkan gejala ringan atau tidak ada gejala sama sekali, meskipun dalam beberapa kasus dapat menyebabkan penyakit serius seperti meningitis atau ensefalitis. Masa inkubasi biasanya berkisar antara 7 hingga 14 hari, dengan kasus yang jarang dapat menunjukkan gejala hingga 21 hari setelah paparan.

Virus ini tidak dapat ditularkan dari manusia ke manusia, dan risiko terbesar terjadi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu, seperti pasien dengan penyakit kronis atau orang lanjut usia.

Saat ini, tidak ada vaksin yang tersedia untuk manusia, hanya vaksin yang ada untuk melindungi kuda dari penyakit ini. Terapi saat ini meliputi penggunaan IVIG (Immunoglobulin Intravena) dan interferon, yang bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk memerangi infeksi virus. (ad)

0

0

You can share on :

0 Komentar