Wahyu Nugroho Pecah Telur di ARRC Mandalika, Bawa Yamaha Racing Indonesia ke Podium Tertinggi

Wahyu Nugroho Pecah Telur di ARRC Mandalika, Bawa Yamaha Racing Indonesia ke Podium Tertinggi

Berandascoped-by-BerandaTeknologiscoped-by-TeknologiWahyu Nugroho Pecah Telur di ARRC Mandalika, Bawa Yamaha Racing Indonesia ke Podium Tertinggi

Wahyu Nugroho Pecah Telur di ARRC Mandalika, Bawa Yamaha Racing Indonesia ke Podium Tertinggi

Yamaha | Senin, 10 Agustus 2026

Pembalap Yamaha Racing Indonesia, Wahyu Nugroho, mencatat sejarah dengan meraih kemenangan perdana di kelas SuperSport 600cc (SS600) Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026.

Wahyu menjadi juara pada Race 1 Round 4 ARRC 2026 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (8/8/2026).

Memulai balapan dari posisi ketiga, Wahyu mampu menjaga ritme sepanjang 12 lap. Ia terlibat persaingan ketat dengan sejumlah pembalap Asia, termasuk dari Malaysia dan Thailand, sebelum akhirnya menyentuh garis finis sebagai pembalap tercepat.

Kemenangan tersebut membuat lagu Indonesia Raya berkumandang di podium tertinggi kelas SS600.

“Ini kemenangan yang sangat spesial karena akhirnya saya bisa pecah telur dan mendapatkan juara satu di kelas SS600. Sedari awal saya terus berusaha menjaga pace supaya tetap konsisten dari lap pertama sampai terakhir,” ujar Wahyu Nugroho.

Menurutnya, fokus dan konsistensi menjadi kunci dalam mempertahankan posisi hingga lap terakhir.

“Saya terus fokus dan percaya diri dengan kecepatan saya, sebisa mungkin tidak membuat kesalahan dan terus menjaga ritme sampai lap terakhir. Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai rencana dan akhirnya kami bisa meraih kemenangan ini,” lanjutnya.

Hasil Evaluasi Yamaha Racing Indonesia

Kemenangan ini menjadi buah dari proses evaluasi Yamaha Racing Indonesia (YRI) sepanjang beberapa putaran sebelumnya.

Tim melakukan berbagai evaluasi terhadap performa motor dan pembalap, kemudian menerapkannya secara bertahap mulai dari sesi latihan bebas, kualifikasi hingga Race 1 di Mandalika.

Manager Motorsport Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Wahyu Rusmayadi, mengatakan kemenangan tersebut merupakan hasil dari strategi dan perbaikan yang dilakukan tim.

“Ini merupakan bagian dari strategi dan hasil evaluasi kami dari round-round sebelumnya karena kami terus melihat apa yang perlu ditingkatkan dan menerapkannya mulai dari free practice, kualifikasi, sampai Race 1,” kata Wahyu Rusmayadi.

Meski meraih hasil maksimal, Yamaha Racing Indonesia memilih tidak berpuas diri. Tim langsung mempersiapkan evaluasi untuk menghadapi Race 2.

“Hasil hari ini tentu sangat memuaskan dan sangat positif, tapi kami tidak ingin cepat puas karena masih ada Race 2. Kami akan tetap kembali melakukan evaluasi dan fokus mempersiapkan semuanya agar bisa mendapatkan hasil terbaik di race berikutnya,” ujarnya.

Perkembangan dari Musim Sebelumnya

Kemenangan Wahyu juga menjadi indikator perkembangan Yamaha Racing Indonesia di kelas SS600.

Pada ARRC Mandalika 2025, Yamaha Racing Indonesia sebelumnya meraih dua podium melalui Wahyu Nugroho yang finis kedua dan M. Faerozi Toreqottullah yang berada di posisi ketiga.

Setahun berselang, Wahyu berhasil memperbaiki hasil tersebut dengan merebut podium tertinggi.

Kemenangan di Mandalika menjadi momentum penting bagi Wahyu Nugroho untuk meningkatkan posisinya di klasemen sementara ARRC 2026 sekaligus menambah kepercayaan diri menghadapi Race 2.

Dengan hasil tersebut, Yamaha Racing Indonesia kini membawa modal positif untuk melanjutkan persaingan di kelas SS600 pada putaran-putaran berikutnya.

Rekomendasi

Foto: Keturunan Arab, Fanny Ghassani Ungkap Tanggapan Keluarga Soal Penampilannya yang Seksi | Pifa Net

Keturunan Arab, Fanny Ghassani Ungkap Tanggapan Keluarga Soal Penampilannya yang Seksi

Indonesia
| Jumat, 10 Januari 2025
Foto: Selalu Tampil Maksimal, Amorim Ungkap MU Butuh Lebih Banyak Pemain Seperti Bruno | Pifa Net

Selalu Tampil Maksimal, Amorim Ungkap MU Butuh Lebih Banyak Pemain Seperti Bruno

Inggris
| Senin, 10 Maret 2025
Foto: KPK Periksa Politikus Senior PPP Djan Faridz dalam Kasus Suap Harun Masiku | Pifa Net

KPK Periksa Politikus Senior PPP Djan Faridz dalam Kasus Suap Harun Masiku

Indonesia
| Rabu, 26 Maret 2025
Foto: Survei Index Politica: 83,5 Persen Publik Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo | Pifa Net

Survei Index Politica: 83,5 Persen Publik Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

Nasional
| Kamis, 16 Oktober 2025
Foto: PSSI Tunjuk Gerald Vanenburg Jadi Asisten Patrick dan Pelatih Kepala Timnas U-23  | Pifa Net

PSSI Tunjuk Gerald Vanenburg Jadi Asisten Patrick dan Pelatih Kepala Timnas U-23

Indonesia
| Minggu, 26 Januari 2025
Foto: Bayern Munich Mulai Dekati MU untuk Datangkan Antony | Pifa Net

Bayern Munich Mulai Dekati MU untuk Datangkan Antony

Spanyol
| Minggu, 16 Februari 2025
Foto: Daftar Harga iPhone Januari 2025, iPhone 13 Banting Harga Jadi Segini! | Pifa Net

Daftar Harga iPhone Januari 2025, iPhone 13 Banting Harga Jadi Segini!

Indonesia
| Senin, 6 Januari 2025
Foto: Salma Salsabil dan Dimansyah Laitupa Resmi Tunangan | Pifa Net

Salma Salsabil dan Dimansyah Laitupa Resmi Tunangan

Indonesia
| Senin, 13 Januari 2025
Foto: Simeone Fokus ke Derby, Tak Peduli Drama Wasit yang Dikeluhkan Madrid | Pifa Net

Simeone Fokus ke Derby, Tak Peduli Drama Wasit yang Dikeluhkan Madrid

Spanyol
| Minggu, 9 Februari 2025
Foto: COD Teman Kencan Lewat MiChat, Dua Pemuda Pontianak Jadi Korban Perampokan | Pifa Net

COD Teman Kencan Lewat MiChat, Dua Pemuda Pontianak Jadi Korban Perampokan

Pontianak
| Senin, 17 Februari 2025

Berita Terkait

Nasional

Foto: Kehidupan Berkendara Kian Bergairah, All New R15 Connected Jadi Inspirasi | Pifa Net

Kehidupan Berkendara Kian Bergairah, All New R15 Connected Jadi Inspirasi

PIFA, Nasional - Pengguna All New R15 Connected Series aktif berkendara dalam keseharian maupun menjajal motor Yamaha R Series itu di sirkuit. Kualitas yang dimiliki All New R15 Connected Series terbukti telah menjadi partner berkendara yang dapat diandalkan guna menemani keseharian atau menjalani hobi. Konsumen pun merasakan pengalaman berkendara menyenangkan, termasuk saat ambil bagian dalam aktivitas bLU cRU Yamaha. Manfaat menggunakan All New R15 Connected Series membuat bikers makin bersemangat untuk mengendarai motor itu agar menambah pengalaman berbeda. Apalagi dengan keikutsertaan di event Yamaha, makin menginspirasi pengendara buat melakukan kegiatan yang tidak pernah dicoba sebelumnya.  Hal ini seperti yang dialami oleh M. Fadhilah, konsumen All New R15M Connected-ABS yang kian termotivasi untuk meningkatkan keseruan kehidupan berkendaranya. Menggunakan All New R15M Connected-ABS motor kesayangannya dalam keseharian, lalu berkesempatan menjajal motor itu dalam bLU cRU riding experience di sirkuit Mandalika pada Oktober 2023 lalu. Pria berusia 27 tahun itu masuk dalam daftar konsumen pemenang program pembelian R15 berhadiah riding experience di trek Mandalika. ”Saya pecinta R15, akhirnya bisa terwujud punya motor itu tahun lalu. Beli R15M karena tampilan keren mirip big bike. Fitur-fitur modern, paling suka dengan quick shifter karena tidak perlu menarik tuas kopling untuk pindah gigi ke atas, jadi akselerasi lebih maksimal. Motor ini saya pakai sehari-hari untuk ke kantor dari Bogor ke Jakarta, saya juga gabung komunitas dan touring. Kejutan dan senang banget tahun lalu bisa ikut riding experience R15 generasi baru ini di sirkuit Mandalika, tak bisa berkata-kata itu pengalaman tak terlupakan. Sangat membekas, membuat saya mau tambah eksplorasi jajal lagi di sirkuit dan touring lebih jauh ke Indramayu karena sebelumnya ke Puncak Bogor saja,” papar M. Fadhilah. Dia menambahkan, dirinya memang pecinta Yamaha dan termasuk konsumen loyal karena motor yang dimilikinya selalu Yamaha, seperti Soul GT, Scorpio dan sekarang All New R15M Connected-ABS. Menurut pria asal Bogor itu, Yamaha selalu melakukan perubahan signifikan dan mendengarkan suara konsumen untuk model-model baru. Contohnya All New R15M Connected-ABS yang dibelinya karena alasan tersebut dalam pandangan dia.

Mandalika
| Senin, 22 Januari 2024

Lifestyle

Foto: Hati-hati Memangku Laptop Bisa Sebabkan Kerusakan Kulit Permanen | Pifa Net

Hati-hati Memangku Laptop Bisa Sebabkan Kerusakan Kulit Permanen

PIFA.CO.ID, LIFESTYLE - Kebiasaan memangku atau meletakam laptop ternyata memicu kerusakan kulit secara permanen. Fakta ini diungkapkan oleh seorang dokter kulit, Dr. Mark Strom melalui unggahan video di TikTok. Dokter kulit bersertifikat itu mengatakan bahwa eritema ab igne atau sindrom kulit terpanggang disebabkan oleh paparan panas jangka panjang pada kulit."Hal-hal yang dapat menyebabkannya adalah bantal pemanas, terutama yang digunakan untuk nyeri atau kram akibat endometriosis, pemanas ruangan, dan bahkan laptop panas yang selalu diletakkan di pangkuan Anda," kata Storm, dikutip dari suara.comVideo itu merupakan bentuk tanggapannya terhadap sebuah video yang diunggah oleh @faith_harrell, yang memperlihatkan ruam yang berubah warna dengan pola yang tidak teratur di perutnya.Menurut Storm, banyak orang tidak menyadari pentingnya berhati-hati terhadap paparan panas pada kulit. Meski paparan itu tidak menimbulkan rasa sakit atau terbakar, paparan panas jangka panjang dapat menyebabkan ram dan perubahan warna permanen."Jika Anda mulai melihat perubahan warna pada kulit Anda, Anda harus segera menghentikan paparan panas tersebut, mudah-mudahan sebelum perubahan warna tersebut menjadi permanen," kata Strom.Menurutnya, tanda-tanda umum sindrom kulit terbakar termasuk ram bercak-bercak yang awalnya tampak merah muda dengan pola jala ikan. Seiring waktu, ruam bisa berubah menjadi merah, ungu, atau cokelat. Dalam beberapa kasus, ruam mungkin terasa gatal, terbakar, atau nyeri.Meski sangat jarang, ram ini terkadang dapat berkembang menjadi kanker kulit seperti karsinoma sel skuamosa (SCC) atau karsinoma sel Merkel, bertahun-tahun setelah pertama kali muncul.Menghindari sumber panas adalah langkah pertama untuk mencegah kondisi memburuk. Perubahan kebiasaan sederhana, seperti menggunakan laptop di meja alih-alih di pangkuan atau tidak menggunakan penghangat jok mobil, dapat memberi waktu bagi kulit untuk pulih.Jika mengandalkan bantalan pemanas untuk meredakan nyeri kronis, pertimbangkan untuk mendiskusikan alternatif dengan dokter, seperti obat-obatan atau akupuntur, untuk mengelola nyeri tapa risiko kerusakan lebih lanjut.

Indonesia
| Kamis, 12 Desember 2024

Lifestyle

Foto: Waspadai Tantrum karena Gawai, Psikolog: Bisa Jadi Tanda Awal Anak Kecanduan | Pifa Net

Waspadai Tantrum karena Gawai, Psikolog: Bisa Jadi Tanda Awal Anak Kecanduan

PIFA, Lifestyle – Psikolog klinis dan keluarga Pritta Tyas, M.Psi, mengingatkan bahwa anak yang mengalami tantrum ketika dijauhkan dari gawai bisa jadi sedang menunjukkan gejala awal kecanduan atau adiksi. Hal ini disampaikan dalam diskusi yang digelar di Jakarta pada Kamis (3/7) malam. “Harus ada yang dibetulkan dulu, berarti mungkin dia udah ada tanda-tanda adiksi, kalau sampai tantrum,” ujar Pritta, lulusan Universitas Gadjah Mada. Menurut Pritta, kecemasan yang muncul saat anak tidak memegang gawai adalah gejala adiksi. Tanda lainnya termasuk kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasa disukai dan kebingungan mencari kegiatan selain bermain ponsel. Ia menambahkan, kebiasaan ini biasanya muncul karena anak kekurangan gerak dan kurang bermain di luar ruangan. Faktor lainnya, kata Pritta, bisa berasal dari pola pengasuhan. “Orang tuanya mungkin kurang mendampingi atau terlalu kecil usia ketika dikasih gawai,” tambahnya. Untuk mengatasi kondisi ini, Pritta menyarankan agar orang tua berani mengambil gawai dari anak jika tanda-tanda adiksi muncul. Saat anak mengalami tantrum, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan keamanan anak, lalu menemaninya dengan sabar. “Validasi emosinya, contohnya ‘mama tahu, papa tahu kamu marah, tapi sekarang waktunya udah habis’. Tunggu sampai dia lebih tenang, baru nanti tawarkan minum atau mau mengeringkan badan,” jelasnya. Batasan Usia dan Penggunaan Gawai Pritta menyarankan agar anak mulai dikenalkan dengan konten digital minimal pada usia 3 tahun, dengan durasi 15 menit per sesi dan maksimal 1 jam per hari. Anak baru diperbolehkan bermain gawai pada usia 4–5 tahun, sedangkan kepemilikan gawai sebaiknya baru diberikan di usia 8–9 tahun. “Pada usia tersebut anak sudah mulai sekolah dan membutuhkan perangkat pribadi untuk tugas-tugasnya,” katanya. Peran Orang Tua dalam Mencegah Kecanduan Sebagai upaya pencegahan, Pritta menekankan pentingnya peran orang tua untuk menawarkan kegiatan alternatif yang tidak melibatkan layar, seperti bermain di luar ruangan. Ia juga menyarankan penggunaan fitur kontrol orang tua (parental control) dan menetapkan aturan yang jelas dalam penggunaan gawai. “Harus ada kesepakatan bahwa misalnya gawai ini tidak dibawa ke dalam kamar, hanya boleh digunakan di ruang keluarga atau di kamar orang tuanya, dan batas penggunaan maksimal pada jam berapa,” tuturnya. Pritta yang juga merupakan salah satu pendiri BN Montessori ini menegaskan bahwa pendampingan orang tua sangat penting dalam menjaga keseimbangan penggunaan teknologi oleh anak agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan mental dan emosional mereka.

Lifestyle
| Jumat, 4 Juli 2025
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5
2
4
8
9
3
5