Wahyu Nugroho Pecah Telur di ARRC Mandalika, Bawa Yamaha Racing Indonesia ke Podium Tertinggi
Yamaha | Senin, 10 Agustus 2026
Wahyu Nugroho Pecah Telur di ARRC Mandalika, Bawa Yamaha Racing Indonesia ke Podium Tertinggi
Yamaha | Senin, 10 Agustus 2026










Nasional

PIFA, Nasional - Pengguna All New R15 Connected Series aktif berkendara dalam keseharian maupun menjajal motor Yamaha R Series itu di sirkuit. Kualitas yang dimiliki All New R15 Connected Series terbukti telah menjadi partner berkendara yang dapat diandalkan guna menemani keseharian atau menjalani hobi. Konsumen pun merasakan pengalaman berkendara menyenangkan, termasuk saat ambil bagian dalam aktivitas bLU cRU Yamaha. Manfaat menggunakan All New R15 Connected Series membuat bikers makin bersemangat untuk mengendarai motor itu agar menambah pengalaman berbeda. Apalagi dengan keikutsertaan di event Yamaha, makin menginspirasi pengendara buat melakukan kegiatan yang tidak pernah dicoba sebelumnya. Hal ini seperti yang dialami oleh M. Fadhilah, konsumen All New R15M Connected-ABS yang kian termotivasi untuk meningkatkan keseruan kehidupan berkendaranya. Menggunakan All New R15M Connected-ABS motor kesayangannya dalam keseharian, lalu berkesempatan menjajal motor itu dalam bLU cRU riding experience di sirkuit Mandalika pada Oktober 2023 lalu. Pria berusia 27 tahun itu masuk dalam daftar konsumen pemenang program pembelian R15 berhadiah riding experience di trek Mandalika. ”Saya pecinta R15, akhirnya bisa terwujud punya motor itu tahun lalu. Beli R15M karena tampilan keren mirip big bike. Fitur-fitur modern, paling suka dengan quick shifter karena tidak perlu menarik tuas kopling untuk pindah gigi ke atas, jadi akselerasi lebih maksimal. Motor ini saya pakai sehari-hari untuk ke kantor dari Bogor ke Jakarta, saya juga gabung komunitas dan touring. Kejutan dan senang banget tahun lalu bisa ikut riding experience R15 generasi baru ini di sirkuit Mandalika, tak bisa berkata-kata itu pengalaman tak terlupakan. Sangat membekas, membuat saya mau tambah eksplorasi jajal lagi di sirkuit dan touring lebih jauh ke Indramayu karena sebelumnya ke Puncak Bogor saja,” papar M. Fadhilah. Dia menambahkan, dirinya memang pecinta Yamaha dan termasuk konsumen loyal karena motor yang dimilikinya selalu Yamaha, seperti Soul GT, Scorpio dan sekarang All New R15M Connected-ABS. Menurut pria asal Bogor itu, Yamaha selalu melakukan perubahan signifikan dan mendengarkan suara konsumen untuk model-model baru. Contohnya All New R15M Connected-ABS yang dibelinya karena alasan tersebut dalam pandangan dia.
Lifestyle

PIFA.CO.ID, LIFESTYLE - Kebiasaan memangku atau meletakam laptop ternyata memicu kerusakan kulit secara permanen. Fakta ini diungkapkan oleh seorang dokter kulit, Dr. Mark Strom melalui unggahan video di TikTok. Dokter kulit bersertifikat itu mengatakan bahwa eritema ab igne atau sindrom kulit terpanggang disebabkan oleh paparan panas jangka panjang pada kulit."Hal-hal yang dapat menyebabkannya adalah bantal pemanas, terutama yang digunakan untuk nyeri atau kram akibat endometriosis, pemanas ruangan, dan bahkan laptop panas yang selalu diletakkan di pangkuan Anda," kata Storm, dikutip dari suara.comVideo itu merupakan bentuk tanggapannya terhadap sebuah video yang diunggah oleh @faith_harrell, yang memperlihatkan ruam yang berubah warna dengan pola yang tidak teratur di perutnya.Menurut Storm, banyak orang tidak menyadari pentingnya berhati-hati terhadap paparan panas pada kulit. Meski paparan itu tidak menimbulkan rasa sakit atau terbakar, paparan panas jangka panjang dapat menyebabkan ram dan perubahan warna permanen."Jika Anda mulai melihat perubahan warna pada kulit Anda, Anda harus segera menghentikan paparan panas tersebut, mudah-mudahan sebelum perubahan warna tersebut menjadi permanen," kata Strom.Menurutnya, tanda-tanda umum sindrom kulit terbakar termasuk ram bercak-bercak yang awalnya tampak merah muda dengan pola jala ikan. Seiring waktu, ruam bisa berubah menjadi merah, ungu, atau cokelat. Dalam beberapa kasus, ruam mungkin terasa gatal, terbakar, atau nyeri.Meski sangat jarang, ram ini terkadang dapat berkembang menjadi kanker kulit seperti karsinoma sel skuamosa (SCC) atau karsinoma sel Merkel, bertahun-tahun setelah pertama kali muncul.Menghindari sumber panas adalah langkah pertama untuk mencegah kondisi memburuk. Perubahan kebiasaan sederhana, seperti menggunakan laptop di meja alih-alih di pangkuan atau tidak menggunakan penghangat jok mobil, dapat memberi waktu bagi kulit untuk pulih.Jika mengandalkan bantalan pemanas untuk meredakan nyeri kronis, pertimbangkan untuk mendiskusikan alternatif dengan dokter, seperti obat-obatan atau akupuntur, untuk mengelola nyeri tapa risiko kerusakan lebih lanjut.
Lifestyle

PIFA, Lifestyle – Psikolog klinis dan keluarga Pritta Tyas, M.Psi, mengingatkan bahwa anak yang mengalami tantrum ketika dijauhkan dari gawai bisa jadi sedang menunjukkan gejala awal kecanduan atau adiksi. Hal ini disampaikan dalam diskusi yang digelar di Jakarta pada Kamis (3/7) malam. “Harus ada yang dibetulkan dulu, berarti mungkin dia udah ada tanda-tanda adiksi, kalau sampai tantrum,” ujar Pritta, lulusan Universitas Gadjah Mada. Menurut Pritta, kecemasan yang muncul saat anak tidak memegang gawai adalah gejala adiksi. Tanda lainnya termasuk kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasa disukai dan kebingungan mencari kegiatan selain bermain ponsel. Ia menambahkan, kebiasaan ini biasanya muncul karena anak kekurangan gerak dan kurang bermain di luar ruangan. Faktor lainnya, kata Pritta, bisa berasal dari pola pengasuhan. “Orang tuanya mungkin kurang mendampingi atau terlalu kecil usia ketika dikasih gawai,” tambahnya. Untuk mengatasi kondisi ini, Pritta menyarankan agar orang tua berani mengambil gawai dari anak jika tanda-tanda adiksi muncul. Saat anak mengalami tantrum, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan keamanan anak, lalu menemaninya dengan sabar. “Validasi emosinya, contohnya ‘mama tahu, papa tahu kamu marah, tapi sekarang waktunya udah habis’. Tunggu sampai dia lebih tenang, baru nanti tawarkan minum atau mau mengeringkan badan,” jelasnya. Batasan Usia dan Penggunaan Gawai Pritta menyarankan agar anak mulai dikenalkan dengan konten digital minimal pada usia 3 tahun, dengan durasi 15 menit per sesi dan maksimal 1 jam per hari. Anak baru diperbolehkan bermain gawai pada usia 4–5 tahun, sedangkan kepemilikan gawai sebaiknya baru diberikan di usia 8–9 tahun. “Pada usia tersebut anak sudah mulai sekolah dan membutuhkan perangkat pribadi untuk tugas-tugasnya,” katanya. Peran Orang Tua dalam Mencegah Kecanduan Sebagai upaya pencegahan, Pritta menekankan pentingnya peran orang tua untuk menawarkan kegiatan alternatif yang tidak melibatkan layar, seperti bermain di luar ruangan. Ia juga menyarankan penggunaan fitur kontrol orang tua (parental control) dan menetapkan aturan yang jelas dalam penggunaan gawai. “Harus ada kesepakatan bahwa misalnya gawai ini tidak dibawa ke dalam kamar, hanya boleh digunakan di ruang keluarga atau di kamar orang tuanya, dan batas penggunaan maksimal pada jam berapa,” tuturnya. Pritta yang juga merupakan salah satu pendiri BN Montessori ini menegaskan bahwa pendampingan orang tua sangat penting dalam menjaga keseimbangan penggunaan teknologi oleh anak agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan mental dan emosional mereka.