Warga Selayar Cerita Panik Saat Gempa M7 Guncang NTT: Lagi Mengaji, Langsung Lari
Nasional | Sabtu, 15 Agustus 2026
Seorang warga Pulau Rajuni, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Indo, menceritakan pengalamannya saat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 mengguncang wilayah Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi.
Guncangan gempa tersebut terasa hingga sejumlah wilayah di Sulsel, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Bali. Gempa juga memicu tsunami yang terdeteksi di Labuan Bajo, NTT, dengan ketinggian 0,3 meter.
Dilansir dari DetikSulsel, Indo mengatakan gempa terasa sekitar pukul 06.04 WITA. Saat itu, dia sedang mengaji di rumah.
"Terasa tadi kuat jam 06.04, saya lagi mengaji terasa kuat sekali di atas rumah, saya lari turun," kata Indo.
Awalnya, Indo mengira hanya dirinya yang merasakan guncangan tersebut. Namun, setelah keluar rumah, dia melihat para tetangganya juga panik dan berhamburan keluar karena merasakan guncangan yang cukup kuat.
Sejumlah Wilayah Dapat Peringatan Tsunami
Gempa yang berpusat di wilayah Nagekeo tersebut memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Di NTT, wilayah yang masuk dalam peringatan meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Ende bagian utara, Sikka bagian utara, Pulau Ende, Pulau Sikka, hingga wilayah Flores.
Sementara di NTB, peringatan tsunami mencakup Bima Pulau Sangiang, Bima Pulau Gili, Kota Bima bagian utara, dan Dompu.
Untuk Sulawesi Selatan, wilayah yang masuk dalam peringatan meliputi Jeneponto, Bantaeng, Selayar, Bone, Wajo, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Kota Palopo.
Adapun di Sulawesi Tenggara, wilayah yang mendapat peringatan tsunami adalah Kota Baubau.
Sebelumnya, BMKG melaporkan tsunami telah terdeteksi di sejumlah wilayah setelah gempa terjadi. Salah satunya di Labuan Bajo dengan ketinggian gelombang sekitar 0,3 meter.
Selain memicu potensi tsunami, gempa juga menyebabkan sejumlah fasilitas dan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan di beberapa daerah.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir yang masuk dalam zona peringatan, untuk tetap mengikuti arahan petugas dan informasi resmi terkait perkembangan gempa serta tsunami.



















