Warung Soto Berkedok Lokasi Prostitusi di Klaten Dibongkar, Petugas Temukan Kondom dan Obat Kuat
Jawa Tengah | Kamis, 5 Februari 2026
Foto: Detik.com
Jawa Tengah | Kamis, 5 Februari 2026










Nasional

PIFA, Nasional - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tessa Mahardhika menanggapi pernyataan staf pribadi Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, Kusnadi yang mengaku trauma dengan perlakuan penyidik komisi anti-rasuah. Tessa menjelaskan, pihaknya akan menunjukkan rekaman CCTV dan audio pemeriksaan untuk membuktikan bahwa penyidik KPK tidak membentak Kusnadi. "Sebagaimana laporan yang disampaikan oleh penasihat hukum Pak Hasto melaporkan ke Dewas dan sebagainya, penyidik siap membuka segala bentuk dokumentasi kegiatan penyidikan, baik CCTV maupun rekaman audio," kata Tessa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2024). "Sehingga dapat dilihat apakah tuduhan yang disampaikan oleh yang bersangkutan benar atau tidak," tambah dia. Sebelumnya, Kusnadi tidak memenuhi panggilan KPK sebagai saksi pada Kamis (13/6/2024). Kuasa Hukum Kusnadi, Petrus Selestinus menjelaskan absennya Kusnadi disebabkan oleh surat pemberitahuan yang sifatnya mendadak dan trauma yang dialami kliennya. “Ditunda karena pertama surat panggilan itu mendadak sifatnya, kemudian Kusnadi juga masih trauma dengan kondisi kemarin,” kata Petrus kepada wartawan, Kamis (13/6/2024). Terlebih, Kusnadi juga hari ini mendatangi Bareskrim Polri untuk mengadukan penyidik KPK. Pasalnya, Kusnadi keberatan dengan penggeledahan dan penyitaan barang-barang miliknya yang dilakukan oleh penyidik. Selain itu, dia juga mengaku turut diinterogasi dengan cara intimidatif saat mendampingi Hasto menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dengan tersangka Harun Masiku. “Hari ini agenda ke Bareskrim untuk melaporkan perilaku oknum penyidik yang bertentangan dengan hukum acara segala macam, jadi minta dijadwal lagi,” ujar Petrus. Lebih lanjut, dia menyebut kliennya saat ini merasa ketakutan untuk kembali menghadapi penyidik KPK setelah perlakuan yang diterimanya. Terlebih, Petrus menyebut ini merupakan proses hukum pertama yang dialami Kusnadi. “Dia kan orang yang pertama kali menghadapi proses di hadapan penyidik, baru pertama kali, apalagi di KPK. Siapa yang nggak empot empotan?” tandas Petrus.
Sports

PIFA, Sports - Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan besar dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Jepang di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 15 November 2024. Pelatih Shin Tae-yong (STY) mengakui bahwa Jepang adalah lawan yang sangat tangguh. Dengan peringkat FIFA yang jauh lebih tinggi dari Indonesia, Jepang dinilai sebagai salah satu tim terkuat di Asia, baik dari sisi kualitas permainan maupun peringkat internasional. "Jepang adalah tim terbaik di Asia, baik dari sisi peringkat maupun performa," ujar STY mengutip merdeka.com.Pertandingan melawan Skuas Samurai Blue diyakini sebagai tantangan terbesar bagi Skuad Garuda di fase kualifikasi, mengingat perbedaan peringkat yang signifikan antara kedua tim.Saat ini, Indonesia berada di peringkat ke-130 FIFA, sementara Jepang bertengger jauh di atas di peringkat ke-15. Perbedaan ini menunjukkan keunggulan Jepang dalam hal pengalaman dan kualitas tim, yang disadari sepenuhnya oleh pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. "Jepang adalah tim terbaik di Asia, baik dari sisi peringkat maupun performa," ujarnya, menyoroti kekuatan Jepang yang merata di setiap lini dan konsistensinya di ajang internasional.Meski tantangan yang dihadapi berat, Shin Tae-yong tetap optimis. Ia menegaskan pentingnya kerja keras Timnas Indonesia untuk menciptakan peluang dan tampil solid saat menghadapi Jepang. “Kita harus bermain efektif dan disiplin di lapangan,” tambahnya.Menghadapi tim sekelas Jepang, Shin Tae-yong menekankan perlunya persiapan maksimal dan performa sempurna dari setiap pemain. Semua aspek permainan, mulai dari bertahan hingga menyerang, harus dijalankan dengan baik. "Kami harus mempersiapkan segalanya dengan sempurna," ujar Shin Tae-yong. Latihan intensif pun tengah dilakukan guna memperkuat koordinasi antar pemain dan memperkokoh lini pertahanan Indonesia.Dengan keberadaan pemain-pemain seperti Jordi Amat, Jay Idzes, dan Justin Hubner di lini belakang serta Thom Haye dan Ivar Jenner di lini tengah, Shin Tae-yong berharap Timnas Indonesia mampu memberikan perlawanan yang berarti. Di lini depan, pemain-pemain muda berbakat seperti Ramadhan Sananta, Witan Sulaeman, dan Rafael Struick diharapkan bisa menciptakan ancaman bagi pertahanan Jepang.Jepang dikenal sebagai tim yang sangat disiplin, dengan pemain-pemain berbakat yang dapat bermain dengan cepat dan terorganisir. Shin Tae-yong mengakui keunggulan Jepang dalam aspek menyerang dan bertahan, serta kedalaman skuad yang membuat mereka sangat sulit ditaklukkan.Menghadapi kekuatan seperti itu, Timnas Indonesia akan fokus pada strategi bertahan yang ketat dan memanfaatkan peluang serangan balik untuk memberikan tekanan kepada Blue Samurai. Dengan upaya maksimal dan semangat juang tinggi, Skuad Garuda siap menghadapi tantangan berat ini.
Sports

PIFA.CO.ID, SPORTS - Persaingan merebut gelar juara Serie A 2024/25 memasuki babak krusial setelah pekan ke-33 rampung. Inter Milan dan Napoli kini berada dalam situasi saling tempel dengan jumlah poin identik, 71, menyusul hasil mengejutkan yang terjadi sepanjang akhir pekan. Inter Milan yang sempat nyaman di puncak klasemen harus tergelincir usai takluk 0-1 dari Bologna di Stadion Renato Dall’Ara, Minggu (20/4) malam. Gol salto dramatis Riccardo Orsolini di menit akhir memastikan kemenangan tim tuan rumah sekaligus menambah tekanan kepada skuad Simone Inzaghi. Kekalahan ini memutus tren positif Inter dan membuka peluang besar bagi Napoli untuk menyalip. Namun, Inter masih memegang puncak klasemen karena unggul selisih gol +40, sedikit lebih baik dari Napoli yang memiliki +27. Walau demikian, jadwal berat menanti Nerazzurri di lima laga tersisa. Mereka akan menghadapi lawan tangguh seperti Lazio dan AS Roma yang kini duduk di peringkat enam dan tujuh, serta tim-tim lain yang tak bisa diremehkan seperti Verona, Torino, dan Como. Di sisi lain, Napoli memaksimalkan kesempatan dengan mengalahkan Monza 1-0 lewat gol Scott McTominay pada menit ke-72. Tim asuhan Antonio Conte memiliki keuntungan karena hanya akan melawan tim-tim dari papan tengah ke bawah seperti Torino, Genoa, Cagliari, Parma, dan Lecce. Jika konsisten, Napoli bisa saja menggeser Inter dari singgasana dan merebut scudetto musim ini. Sementara itu, AC Milan kian terpuruk setelah menelan kekalahan di kandang sendiri atas Atalanta. Bermain di San Siro, Rossoneri tumbang 0-1 lewat gol Ederson. Hasil ini membuat skuad asuhan Sergio Conceicao tetap tertahan di posisi sembilan dengan 52 poin, tertinggal enam angka dari zona kualifikasi kompetisi Eropa. Sebaliknya, kemenangan tersebut membuat Atalanta mantap di posisi tiga besar dengan 64 poin. Anak asuh Gian Piero Gasperini terus menjaga asa finis di empat besar dan kembali mentas di Liga Champions musim depan. Mereka kini unggul lima poin atas Juventus di posisi kelima, yang baru akan bermain melawan Parma pada Selasa (22/4) dini hari WIB. Adapun tim-tim papan bawah juga masih berjibaku keluar dari zona degradasi. Lecce, Venezia, Empoli, dan Monza masih berada di posisi 17 hingga 20. Kekalahan Lecce 0-3 dari Como dan hasil imbang 2-2 antara Empoli dan Venezia membuat persaingan untuk lolos dari jurang degradasi makin panas. Hasil Pertandingan Pekan ke-33 Liga Italia: Sabtu, 19 April 2025 Lecce 0-3 Como Monza 0-1 Napoli Minggu, 20 April 2025 AS Roma 1-0 Hellas Verona Empoli 2-2 Venezia Bologna 1-0 Inter Milan Senin, 21 April 2025 AC Milan 0-1 Atalanta Torino vs Udinese (17:30 WIB) Cagliari vs Fiorentina (20:00 WIB) Genoa vs Lazio (23:00 WIB) Selasa, 22 April 2025 Parma vs Juventus (01:45 WIB) Klasemen Sementara Serie A 2024/25 (Pekan ke-33): PosKlubMainMenangSeriKalahPoin1Inter Milan332184712Napoli332184713Atalanta331887624Bologna3316125605Juventus3215143596AS Roma331698577Lazio321688568Fiorentina321589539AC Milan33141095210Torino32913104011Udinese32117144012Como33109143913Genoa33912103914Verona3395193315Cagliari3279163016Parma32513142817Lecce3368192618Venezia33413162519Empoli33413162520Monza33292215 Dengan hanya lima laga tersisa, tiap poin akan terasa seperti emas. Akankah Inter Milan mampu mempertahankan gelar mereka, atau justru Napoli yang mencuri mahkota juara di tikungan akhir? Kita tunggu jawabannya di pekan-pekan pamungkas Serie A.