Ilustrasi cuaca ekstrem di Kalimantan Barat. (Foto: Dok. PIFA/Freepik user2004722)

Berita Lokal, PIFA – BMKG Stasiun Supadio Pontianak, mengingatkan potensi cuaca ekstrem di sebagian besar daerah di Kalimantan Barat selama sepekan. Selain itu, gelombang tinggi juga akan terjadi di perairan Kalbar. 

"BMKG Supadio kemarin mengeluarkan rilis imbauan waspada kepada masyarakat akan potensi hujan yang dapat menyebabkan banjir dan ketinggian gelombang di beberapa perairan Kalbar," kata Kepala BPBD Kubu Raya, Muhammad Yasir, Jumat (30/9/2022).

Berdasarkan rilis BMKG Supadio Pontianak, diprakirakan gelombang dengan atmosfer tropis MJO di kuadran 3 akan segera punah. Siklon tropis NORU dan beberapa faktor meteorologis lainnya akan mendukung potensi pertumbuhan awan penghujan di wilayah Kalbar. 

"Diprakirakan cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat akan terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat periode tanggal 28 September 2022 hingga 5 Oktober 2022," tuturnya.

Mengacu pada prakiraan cuaca itu, masyarakat Kalbar diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi dampak berupa terjadinya genangan air, banjir dan tanah longsor pada periode tersebut. (ap) 

Berita Lokal, PIFA – BMKG Stasiun Supadio Pontianak, mengingatkan potensi cuaca ekstrem di sebagian besar daerah di Kalimantan Barat selama sepekan. Selain itu, gelombang tinggi juga akan terjadi di perairan Kalbar. 

"BMKG Supadio kemarin mengeluarkan rilis imbauan waspada kepada masyarakat akan potensi hujan yang dapat menyebabkan banjir dan ketinggian gelombang di beberapa perairan Kalbar," kata Kepala BPBD Kubu Raya, Muhammad Yasir, Jumat (30/9/2022).

Berdasarkan rilis BMKG Supadio Pontianak, diprakirakan gelombang dengan atmosfer tropis MJO di kuadran 3 akan segera punah. Siklon tropis NORU dan beberapa faktor meteorologis lainnya akan mendukung potensi pertumbuhan awan penghujan di wilayah Kalbar. 

"Diprakirakan cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat akan terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat periode tanggal 28 September 2022 hingga 5 Oktober 2022," tuturnya.

Mengacu pada prakiraan cuaca itu, masyarakat Kalbar diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi dampak berupa terjadinya genangan air, banjir dan tanah longsor pada periode tersebut. (ap) 

0

0

You can share on :

0 Komentar