Yamaha RayZR Street Rally 125 Hybrid Meluncur, Skutik Ringan Bergaya Petualang
Otomotif | Minggu, 30 Agustus 2026
Yamaha RayZR Street Rally 125 Hybrid Meluncur, Skutik Ringan Bergaya Petualang
Otomotif | Minggu, 30 Agustus 2026










Sports

PIFA.CO.ID, SPORTS – Laga panas bertajuk Derby Manchester jilid kedua musim ini ternyata jauh dari ekspektasi publik. Pertandingan antara Manchester United dan Manchester City yang berlangsung di Old Trafford pada Minggu (6/4/2025) malam WIB, berakhir dengan skor kacamata 0-0. Tak ada gol, tak ada aksi memukau, dan bahkan minim peluang berbahaya, membuat laga ini dinilai membosankan.Manajer MU, Ruben Amorim, mengungkapkan kekecewaannya terhadap performa timnya dan jalannya pertandingan secara keseluruhan. Ia menilai duel klasik tersebut gagal menyuguhkan tontonan yang layak dinikmati oleh para penggemar sepakbola.“Kami memang tidak dalam kondisi terbaik untuk bisa menghibur semua fans,” ujar Amorim, dikutip dari ESPN.Secara statistik, kedua tim memang tercatat cukup aktif dalam menciptakan peluang. Squawka mencatat MU melepaskan 13 tembakan dengan dua yang mengarah ke gawang, sedangkan City punya sembilan tembakan dan lima on target. Namun secara kualitas, kedua tim dinilai gagal membahayakan. Nilai Expected Goals (xG) dari MU maupun City bahkan tidak menyentuh angka 1, menandakan minimnya peluang matang.Manchester City memang menguasai bola lebih lama, dengan 60 persen penguasaan bola. Namun mereka hanya mampu melakukan 15 sentuhan di dalam kotak penalti MU. Sementara itu, tim tuan rumah justru lebih aktif di area pertahanan lawan dengan 29 kali menyentuh bola di kotak penalti City. Meskipun begitu, hasil akhir tetap nihil.Banyak kritik pun bermunculan usai laga. Beberapa pengamat bahkan menyebut laga ini sebagai Derby Manchester paling tidak menarik dalam beberapa tahun terakhir.“Saya tahu bahwa ini adalah derby terburuk sepanjang sejarah. Manchester City kini menurun setelah meraih banyak gelar sebelumnya,” kata Amorim.Lebih lanjut, Amorim menyoroti bahwa tidak adanya target besar di musim ini membuat atmosfer pertandingan menjadi hambar. “Ketika kami tidak punya misi meraih trofi besar, tentu saja berbeda atmosfernya. Anda harus lihat konteks laga ini,” tutupnya.Pertandingan ini merupakan Derby Manchester ke-196 dan menjadi salah satu yang paling mengecewakan bagi banyak pendukung kedua klub. Fans berharap laga berikutnya bisa menyuguhkan drama dan ketegangan khas derby yang sesungguhnya.
Lokal

Berita Kapuas Hulu, PIFA - Pemkab Kapuas Hulu melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Kesehatan cabang Sintang, di ruang rapat Sekretariat Daerah Kapuas Hulu, Kamis (02/12/2021). Dikutip dari media informasi instagram @humas.setdakh bahwa, kerjasama tersebut terkait pelayanan kesehatan kepada masyarakat di RSUD Semitau dan RSB Badau yang menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). PKS ditanda tangani oleh Sekda, Drs. H. Mohd Zaini, M.M. Direktur RSUD Semitau, RSB Badau dan pihak BPJS Kesehatan cabang Sintang. Sekda Kapuas Hulu, Drs. H. Mohd Zaini, M.M mengatakan PKS ini untuk pelayanan kesehatan ke masyarakat yang menggunakan JKN, secara khusus di RSB Badau dan RSUD Semitau. Ini untuk mengcover pelayanan kesehatan ke masyarakat di tahun 2022. "Semoga ini membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan. JKN kita harap tidak putus di tengah jalan, kasihan masyarakat kita," tegasnya. Kemudian dia juga menambahkan menambahkan ada hal lain yang harus jadi perhatian Dinas Kesehatan. Hal tersebut adalah adanya pelayanan dokter spesialis di RSUD Semitau dan RSB Badau. "Tadi sudah disampaikan ke pihak Dinas Kesehatan agar dokter spesialis itu bisa melakukan pelayanan di dua rumah sakit tersebut," ucapnya.
Lokal

Berita Ketapang, PIFA - Bupati Ketapang melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan, Pejabat Pengawas Kepala Puskesmas dan Kepala TU Puskesmas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang, Selasa (22/02/2022) bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Ketapang. "Selamat kepada saudara-saudara yang baru dilantik, semoga kepercayaan dan amanah ini dapat dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab," ucap Sekda saat membacakan sambutan Bupati Ketapang. Lebih lanjut dikatakan Beliau bahwa jabatan pengawas adalah jabatan yang memiliki tanggung jawab mengendalikan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat pelaksana (staff). "Saudara-saudara sebagai pejabat pengawas (eselon IV) bertugas membantu pejabat administrator (eselon III) dalam memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan," ujarnya. Selain itu Sekda juga menyampaikan bahwa ada lima tugas utama seorang manajer atau kepala puskesmas dalam menjalankan prinsip manajemen puskesmas : Pertama, membuat perencanaan puskesmas dengan menganalisa kondisi, situasi dan kinerja puskesmas, apakah sudah baik, masih kurang ataukah banyak yang belum beres, kemudian menentukan perencanaan kegiatannya. Kedua, mengatur pelayanan puskesmas dengan menata apa saja jenis kegiatan program pelayanan, siapa saja akan menjalankannya bersama seluruh pegawai di Puskesmas. Kemudian ketiga, menggerakan pegawai Puskesmas yaitu dengan mendorong segenap komponen pelayanan Puskesmas untuk melaksanakan tugas pokok sesuai fungsinya dalam pelayanan kepada masyarakat. Keempat, mengevaluasi kinerja Puskesmas yaitu menelaah hasil pencapaian program Puskesmas secara terpadu dengan instansi terkait sebagai pedoman untuk menentukan perencanaan pelayanan Puskesmas. Kelima, menggalang kerjasama Puskesmas yaitu dengan menjalin kerjasama internal puskesmas dan eksternal puskesmas antara staff pegawai, petugas aparat, pejabat, kader kesehatan, tokoh masyarakat dan yang lainnya, khususnya diwilayah kerja. "Puskesmas sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan agar bisa mewujudkan kualitas kesehatan masyarakat dengan program kerja yang dilaksanakan secara terukur, intens dan menyeluruh kesemua lapisan masyarakat," tutupnya. (rs)