Yamaha Siap Suplai Motor Operasional untuk Koperasi Desa Merah Putih
Teknologi | Kamis, 26 Maret 2026
Yamaha Siap Suplai Motor Operasional untuk Koperasi Desa Merah Putih
Teknologi | Kamis, 26 Maret 2026










Lokal

PIFA, Lokal - NPO Aku Belajar kembali menggelar Charity Day di Taman Budaya pada Sabtu, 15 Juni 2024. Tahun ini akan menampilkan drama musikal yang dibawakan oleh anak-anak dari Desa Jeruju Besar bersama para volunteer batch 11. Charity Day merupakan acara puncak dari program pendidikan yang dilakukan oleh volunter NPO Aku Belajar selama enam bulan, yang ditujukan bagi anak-anak di Desa Jeruju Besar. Drama musikal yang disuguhkan tidak hanya sekedar hiburan, tetapi juga menggambarkan perjuangan, persahabatan, dan mimpi-mimpi yang telah dirajut selama enam bulan kegiatan belajar mengajar setiap Sabtu-Minggu. Selain pertunjukan drama musikal, acara ini juga akan dimeriahkan oleh bazaar thrift yang menyediakan berbagai barang pre-loved seperti pakaian, tas, kalung, gelang, dan aksesoris lainnya. Semua barang yang dijual di bazaar ini merupakan donasi dari berbagai pihak yang peduli, dan hasil penjualannya akan digunakan untuk mendukung pendidikan anak-anak di lokasi marjinal. Acara ini terbuka untuk umum dan merupakan kesempatan bagi semua untuk memberikan dukungan nyata dan menyebarkan semangat kepedulian. Harga tiket donasi bervariasi, mulai dari 20.000, 50,000, hingga 100,000. NPO Aku Belajar juga menerima donasi dalam bentuk barang, misalnya bingkisan, konsumsi, dan lainnya. (ly)
Lokal

PIFA, Lokal - Memasuki bulan Ramadan, petugas BPBD Kabupaten Ketapang masih harus bersiaga di lokasi banjir di sejumlah titik di kabupaten tersebut. Korlap Wilayah 1 Rawan Banjir BPBD Ketapang, Handika melaporkan petugas disiagakan di lima kecamatan rawan banjir. Diantaranya Kecamatan Simpang Hulu, Sungai Laur, Sandai, Nanga Tayap dan Muara Pawan. Meskipun demikian, dari kelima kecamatan itu kondisi beberapa titik sudah mulai surut. Sementara debit air yang masih cukup tinggi berada di Desa Sempurna, Kecamatan Sungai Laur dan Desa Sungai Kelik yang berada di Kecamatan Nanga Tayap. "Banjir di Ketapang kini telah terjadi lebih dari sepekan," katanya. Di Desa Sungai Kelik, Kecamatan Nanga Tayap, sebanyak 1.650 kepala keluarga atau 5.180 jiwa terdampak banjir. Selain itu, ada 871 rumah terendam. "Ketinggian air mencapai 1,5 meter di halaman rumah warga. Sementara tak ada masyarakat yang mengungsi," katanya. Sementara itu di Kecamatan Sungai Laur, banjir berdampak terhadap 323 kepala keluarga (KK) atau 718 jiwa. Banjir di sini sempat mencapai ketinggian hingga dua meter. Banjir tersebut disebabkan karena meluapnya Sungai Pawan setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga merendam permukiman warga serta beberapa ruas jalan desa. Akibatnya, akses jalan terputus. Warga mengandalkan sampan dan rakit sederhana untuk beraktivitas. Bahkan ada pula sebagian mereka yang terisolir. Meminimalisir terjadi korban jiwa dan kerugian materil, BPBD Ketapang membentuk tim untuk melakukan mitigasi serta monitoring ke desa-desa yang terdampak banjir. Tim tersebut, diinstruksikan agar segera melakukan monitoring di wilayah yang terdampak banjir serta membantu masyarakat untuk kegiatan evakuasi jika terjadi banjir susulan. "Memantau debit air, jika makin meninggi diminta evakuasi warga ke tempat pengungsian," katanya. (ap)
Lokal

PIFA, Lokal - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, menegaskan pentingnya pendidikan keagamaan sebagai fondasi utama dalam pembangunan di daerahnya. Dalam pernyataannya di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Bupati Muda mengungkapkan rasa syukur atas keberadaan berbagai lembaga pendidikan keagamaan di wilayahnya. "Karena itu, saya mensyukuri keberadaan Taman Pendidikan Alquran, madrasah, dan pondok pesantren di Kubu Raya yang jumlahnya terbanyak se-Kalimantan Barat," kata dia di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (16/11/22) lalu. Menurut Bupati Muda, keberadaan TPA dan madrasah yang berlimpah di Kubu Raya menjadi aset berharga dalam mewujudkan visi Kubu Raya sebagai kabupaten yang religius. Ia percaya bahwa entitas keagamaan adalah fondasi yang kuat yang akan memperkuat elemen-elemen masyarakat. "Ini penting untuk membentengi generasi muda dari berbagai gangguan, terutama dengan menjalankan aktivitas keagamaan seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)," tambahnya. "Dengan demikian, semua warga akan mencintai agama dan memiliki semangat untuk terus belajar agar nilai-nilai keagamaan dapat selalu dijaga. Inilah benteng-benteng yang melindungi anak-anak kita." Bupati Muda juga secara khusus memuji kultur keagamaan yang kental di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap. Ia menyatakan bahwa ajang-ajang bernuansa religius telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan di desa ini selama bertahun-tahun. Salah satu ajang tersebut adalah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat desa, yang di Desa Jeruju Besar telah melahirkan lima qari-qariah berprestasi yang memperkuat kafilah Kubu Raya di MTQ tingkat provinsi. "Jeruju Besar merupakan penyumbang qari-qariah yang luar biasa di tingkat provinsi. Saya sangat berterima kasih karena ada lima qari dari Jeruju Besar yang berhasil meraih prestasi di ajang MTQ tingkat provinsi kemarin," ungkap Bupati Muda.