

Yamaha Tmax Laris Manis, Moge Matik Rp 400 Jutaan Diserbu Konsumen Premium
Rekomendasi

Arteta Akui Arsenal Kehabisan Energi Kejar Liverpool Kampiun Premier League
Inggris
| Kamis, 24 April 2025

2 Kuliner Indonesia Jadi Makanan Terburuk di Dunia Versi Taste Atlas
Indonesia
| Selasa, 14 Januari 2025

Survei Index Politica: 83,5 Persen Publik Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo
Nasional
| Kamis, 16 Oktober 2025

Viral Seorang Pria Tembak Kucing Liar Pakai Senapan Angin di Mempawah
Mempawah
| Kamis, 6 Februari 2025

Liverpool Taklukkan Atletico 3-2 Lewat Drama di Anfield
Sports
| Kamis, 18 September 2025

Jangan Sepelekan! Ini Alasan Pisang Perlu Dicuci Sebelum Disimpan atau Dimakan
Pifabiz
| Rabu, 5 November 2025

Ribuan Guru Agama di Kalbar Belum Sertifikasi, Asosiasi PAI Desak Pemerintah Segera Bertindak
Pontianak
| Selasa, 4 Maret 2025

Gelar Akad Nikah Ulang, Rizki Febrian dan Mahalini Sah sebagai Suami Istri
Jakarta
| Sabtu, 4 Januari 2025

WhatsApp Luncurkan Fitur “About” Mirip Instagram Notes, Bisa Jadi Pemantik Percakapan
Teknologi
| Senin, 24 November 2025

Taipan Asal Kalimantan Barat Prajogo Pangestu Tetap Jadi Orang Terkaya Nomor 1 di Indonesia
Nasional
| Kamis, 6 November 2025
Berita Terkait
Pifabiz

Skandal Terungkap! Rendy Kjaernett dan Syahnaz Sadiqah Sempat Pakai Telegram Sebelum Pakai Gojek
PIFAbiz - Kasus dugaan perselingkuhan antara Rendy Kjaernett dan Syahnaz Sadiqah melalui aplikasi ojek online telah menjadi pembahasan hangat di kalangan netizen. Baru-baru ini, istri Rendy, Lady Nayoan, membuat pengakuan mengenai bagaimana ia menemukan bukti chat antara suaminya dan Syahnaz. Lady Nayoan menceritakan insiden ini terjadi pada bulan Januari, ketika ia terbangun setelah menyusui bayinya dan menyadari bahwa Rendy tidak berada di kamar. Ternyata, suaminya tertidur setelah menonton di lantai bawah, dan ponselnya dalam keadaan tidak terkunci. "Dia lagi tidur tapi chat Gojeknya itu kebuka. Mungkin orang ngira aku ngecek-ngecekin, tapi nggak," ungkap Lady dalam sebuah podcast bersama Richard Lee. Ternyata Rendy dan Syahnaz memilih menggunakan aplikasi ojek online untuk berkomunikasi karena sebelumnya mereka pernah kepergok menggunakan aplikasi Telegram. Lady mengungkap bahwa Rendy mengakui kesalahannya dan Syahnaz juga meminta maaf padanya serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Meskipun demikian, sebelumnya Lady juga pernah mendapatkan informasi dari seorang rekan artis mengenai skandal perselingkuhan suaminya dengan Syahnaz, namun ia tidak mempercayainya. Lady akhirnya memutuskan untuk mengonfrontasi Syahnaz secara langsung, yang kemudian berujung pada konferensi telepon. Dalam panggilan tersebut, artis yang menceritakan skandal tersebut juga dihubungi oleh Syahnaz dan mendapatkan ancaman untuk dilaporkan ke polisi. Tidak lama setelah itu, bukti perselingkuhan tersebut ditunjukkan kepada Lady ketika Rendy sedang tertidur dan ponselnya terbuka. Lady melihat percakapan antara Rendy dan Syahnaz di aplikasi Telegram. "Ya tele (Telegram) nya kebuka dan keliatan chat ayang-ayangan. Terkejut dan ternyata yang kemarin orang yang udah dimaki-maki itu bener," ungkap Lady Nayoan. Dengan kejadian ini, Lady telah memutuskan untuk bercerai dengan suaminya. Sejak awal, ia telah mengambil keputusan untuk mengumumkan perceraian mereka. Kisah perselingkuhan ini telah menarik perhatian netizen, dan menjadi topik hangat dalam diskusi online. Pengakuan Lady Nayoan mengenai dugaan perselingkuhan suaminya dengan Syahnaz Sadiqah melalui aplikasi ojek online menjadi sorotan publik, dan banyak yang memberikan dukungan dan simpati padanya dalam menghadapi situasi ini. (hs)
Indonesia
| Jumat, 23 Juni 2023
Lokal

Pinjol Ilegal Di Pontianak Raup Perputaran Uang Rp 3,25 Milyar Digerebek Polisi
Berita Pontianak, PIFA - Polda Kalbar menggerebek kantor pinjaman online (pinjol) PT Sumber Rejeki Digital (SRD) di Jalan Veteran, Kelurahan Benua Melayu Darat, Pontianak Selatan, Kota Pontianak. Sabtu (16/10/2021) Direskrim Polda Kalbar, Luthfie Sulitiawan mengatakan dari pemeriksaan terungkap kantor tersebut mengelola 14 aplikasi pinjol ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Dari hasil pemeriksaan, perputaran uang yang dihasilkan dari praktik pinjaman online ilegal itu mencapai Rp3,25 miliar," ujarnya. PT SRD yang berdiri sejak Desember 2020 itu memiliki 1.600 orang nasabah dan mempekerjakan 66 orang. Saat polisi menggerebek kantor pinjol ilegal itu, ada 14 karyawan yang sedang melakukan pekerjaan sebagai operator sekaligus desk collection (deskcoll). Sebanyak 14 orang itu telah diamankan beserta barang bukti 22 unit laptop, 18 unit handphone, 9 unit CPU komputer, 7 sim card telepon, 3 modem, dan dokumen-dokumen terkait pinjaman online. Terkait pinjol ilegal ini, Polda Kalbar meminta masyarakat tidak mudah tergiur oleh pinjaman uang yang diberikan dengan syarat mudah namun justru merugikan. "Jangan mudah tergiur dengan tawaran fintech ini. Awalnya mereka memberi penawaran bagus, tapi kemudian menjerat nasabahnya," terangnya.
Pontianak
| Senin, 18 Oktober 2021
Lokal

Ibu Rumah Tangga di Sanggau Diterkam Buaya saat Mandi di Sungai, Kaki Kanan Putus
PIFA, Lokal - Seorang ibu rumah tangga bernama Natalia (32j asal Dusun Kelapuk, Desa Kampung Baru, Kecamatn Toba, Kabupaten Sanggau diterkam buaya saat mandi di sungai. Akibat kejadian itu, korban kehilangan kaki bagian kanan akibat sambaran buaya secara tiba-tiba. Kapolsek Toba Polres Sanggau, Iptu Nana Supriatna mengatakan, peristiwa naas itu bermula ketika korban turun dari rumahnya hendak untuk mandi di Sungai Kapuas. Namun, tanpa diduga buaya muncul dan langsung menerkam kaki kanannya. Natalia pun berusaha keras untuk melepaskan diri dari cengkeraman buaya itu dan berteriak meminta pertolongan dari warga. “Saat itu terjadi tarik menarik antara warga dan buaya. Namun, akibatnya kaki kanan Natalia putus hingga bagian lutut,” ungkap Kapolsek Supriatna. Kini korban telah di rujuk ke Rumah Sakit di Pontianak untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Sebelumnya korban sempat dibawa ke Pukesmas Tayan Hilir untuk pertolongan pertama. Kapolsek Supriatna juga mengingatkan kepada warga untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar Sungai Kapuas. “Sungai ini merupakan habitat buaya. Sebelumnya, di daerah sekitar, tepatnya di Desa Beringin, Kubu Raya yang berbatasan dengan Kecamatan Toba, juga pernah terjadi peristiwa serupa yang menyebabkan dua orang meninggal dunia," tambah Kapolsek. (ly)
Sanggau
| Kamis, 25 April 2024














